Melukiskan Kegalauan
Kali ini aku akan bertindak sebagai seorang maestro yang fasih berbahasa seni, dan kali ini juga aku akan menyelesaian lukisan abstrak yang tak terlihat tapi pernah orang lain rasakan.
Melukiskan kegalauan, hmm...iya!!! aku merasakan sesuatu yang sebenarnya bosan aku rasakan.
dikala rindu berat melanda pada diri ini, untuk diri ini, dan aku merindukan dirimu sendiri.
aku sadar kenapa aku merindukan diriku sendiri, karena ada orang lain diluar sana yang sudah berbahagia dengan rindunya sendiri. sedangkan aku? hmm... aku hanya merindukan diriku sendiri.
Aku malang! hai tuhan? aku malang. nalangnya nasibku sulit kutebak, sulit ku cari awalnya dimana.
kapan dosa ini pernah aku buat, sampai tega datang menutup halus pintu kebahagiaan ini dengan hanya tersisa penyakit, akut, kronis, kegalauam ini.
hmm... mungkin dosaku dimasa lalu, dosaku lalu, atau dosaku kemarin dan hari ini yang membuatku merasakan hal semacam ini.
hai kamu... yang lagi berbahagia bahagianya kamu disana, syukurilah karna kamu tidak sedang berada dalam posisiku.
jangan kasihani orang sepertiku agar bahagiamu luput dari duka, aku percaya suatu saat aku akan bahagia, untuk itu aku tuliskan secarik kata ini agar aku faham betapa indahnya masalaluku nanti, dan mampu kuingat lukisan kegalauanku.
puisi galau klik disini













