Gabriella and Elia (1/?) | Inganno S1E1

seen from United States
seen from China

seen from Netherlands

seen from T1

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Canada

seen from Germany
seen from Austria
seen from United States
seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from Poland

seen from Netherlands
seen from Mexico
seen from Guatemala

seen from Indonesia
seen from Bulgaria

seen from Netherlands
Gabriella and Elia (1/?) | Inganno S1E1
"Tú eres la luz queme ilumina en mi oscuridad" -Gesc
Forget what we're told Before we get too old Show me a garden that's burstin' into life (x)
Gabriella and Elia (7/?) | Inganno S1E1
Elia: All I want is for us to be together.
Gabriella: All I want is to be free; and I want you to be free, too. Nothing binding us at all except for our desire to be together.
Elia: If you think that you’ll be happy like that, then I’ll be happy, too.
Gabriella and Elia (2/?) | Inganno S1E6
Gabriella: I want to leave everything to my children. I want to be with the man I love.
Elia: I love you, too. That’s why I came back. I don’t care about the trial, the money, or ending up in jail. I want to be with you.
Gabriella and Elia (3/?) | Inganno promo
"Nunca te olvidaré porque fuiste la sonrisa que alegraba mis días." -Gesc
Uno solo puede ser vencido, pero dos pueden resistir. ¡La cuerda de tres hilos no se rompe fácilmente!
Eclesiastés 4:12
Sejumlah Pihak Mengirim Surat Terbuka Untuk GESC Karena Tunggak Hadiah Turnamen
Bagi yang belum tahu, Global Electronic Sports Championship (GESC) merupakan salah satu event organizer yang memenangkan tender dalam penyelenggaraan resmi gelaran Valve, dalam hal ini Dota Pro Circuit.
Namun, setelah merampungkan 2 gelaran, yaitu GESC: Indonesia Minor dan GESC: Thailand Minor ternyata pihak GESC belum membayar sejumlah hadiah yang dijanjikan. Hal ini mencuat usai Matthew “Cyborgmatt” Bailey, Director Operation Team Secret, dalam akun di Twitternya mengumbar masalah yang sudah lama terpendam ini. Dia mengutarakan bahwa surat terbuka ini mewakili seluruh elemen esports yang belum dipenuhi kewajibannya.
Beberapa elemen esports itu antara lain; tim, pemain, talent, dan agensi yang belum menerima uang yang dijanjikan. Dalam nota kesepahaman dari GESC dan Valve, tertulis bahwa pembayaran paling telat berlangsung dalam waktu 90 hari setelah gelaran usai. Tentu terhitung gelaran GESC: Thailand yang sudah berlangsung sejak Mei dan GESC: Indonesia sejak Maret. GESC secara jelas menyalahi peraturan dan memakan waktu lebih dari 3 bulan lamanya sejak pertandingan usai.
Melalui surat terbuka yang dilayangkan pada situs DOTA.GG/GESC, tertanggal 30 Oktober, sekelompok pemain beserta tim, dengan jajaran talents, plus para kontraktor sepanjang kedua event yang digagas oleh Global Electronic Sports Championship (GESC) tersebut kini menyuarakan isu mangkirnya pembayaran fee; mencakup hadiah uang, kontrak kerjasama, dan juga kewajiban gaji sebagian pekerja. Dalam pernyataannya, total nominal pembayaran yang masih urung dilunasi berkisar lebih dari US$750.000, untuk pelaksanaan kedua event GESC baik di Indonesia maupun Thailand. Terkait turnamen DOTA 2 yang masuk kalendar DPC, pihak Valve sendiri sudah menetapkan jangka waktu pembayaran hingga 90 hari paling lambat, yang mana sudah pula disepakati oleh GESC.
Beberapa di antara pihak-pihak yang tertunda pembayarannya pun sudah mencoba hubungi Mr. Oskar Feng, selaku CEO dari GESC, sepanjang 6 bulan terakhir dan menerima respon bahwa pelunasannya akan dilakukan pada bulan September. Namun tidak ada realisasinya hingga saat ini, sehingga mereka kini mengajukan tenggat waktu baru sampai tanggal 31 Oktober. Hal lain yang memicu munculnya surat terbuka ini adalah fakta bahwa pihak GESC, meski belum menunaikan sejumlah kewajibannya ke beberapa pihak, namun kabarnya sudah menyiapkan event baru dengan tajuk 'Project Hero' yang dijadwalkan untuk tahun 2019 dan masih dalam tahap pendanaan atau mencari investor. Dirasa perlu bagi komunitas dan publik luas untuk mengetahui 'noda buruk' dari GESC, sebagai bahan pertimbangan bila ingin melakukan proyek bersama ke depannya.
Terlebih lagi, dari bocoran screenshot untuk proposal 'Project Hero' milik GESC oleh Oskar Feng, yang ditawarkan ke calon investor, beberapa faktanya ditemukan agak ganjil. Antara lain keterlibatan Paul 'Redeye' Chaloner sebagai eSports Advisor, sebagaimana tertera pada proposal, akhirnya telah terbantahkan setelah pihak bersangkutan merilis pernyataan resminya secara terbuka. Kemudian, pada bagian jadwal event dari GESC untuk tahun 2019, tercantum pula Genting Minor di Malaysia sebagai rangkaian turnamen DPC milik mereka, padahal menurut sumber terpercaya event ini sebenarnya proyek dari ESL. Lagipula, beredar juga isu bahwa para pegawai GESC sendiri sudah banyak yang cabut sejak beberapa bulan terakhir, dan konon hanya sisakan Oskar Feng di dalam perusahaan EO tersebut.
Read the full article