Aku mendefinisikan semangat sebagai sesuatu yang menggebu-gebu. Sesuatu yang membuat diri ini bisa menyelesaikan banyak hal seketika itu juga dalam suatu waktu. Sesuatu yang bisa membuat diri ini melayang dan melesat begitu jauh. Berkreasi, bermimpi, bekerja, dan hal-hal lain yang bisa dilakukan di dunia ini.
Dari hal yang selama ini telah aku lalui, aku merasa bahwa semangat ini bersifat sangat fluktuatif. Pernahkan kamu merasakannya, ketika mengikuti suatu acara, misalnya motivasi ataupun acara seminar, kamu akan merasa semangat sekali untuk melakukan hal apasaja yang sedang dibicarakan di dalamnya? Perasaan itu begitu menggebu-gebu hingga rasanya ingin sekali untuk secepatnya diwujudkan! Iya, pernahkah seperti itu? Kemudian, ketika telah sampai rumah, kamu mulai melakukan hal lain, menyelesaikan tugas dan kewajibanmu yang lain. Dan, dan semangat itu ada. Masih ada. Tapi, kamu mulai berpikir lagi, ahh apa aku bisa ya seperti itu? Sementara pekerjaanku ini saja tak kunjung selesai. Ahh, apa benar bisa seperti itu, sementara tingkatanku dengan orang itu sangatlah jauh. Ahh dan ahh yang lain, mulai mempertimbangkan lagi. Kemudian, disadari atau tidak, semangat itu mulai padam, perlahan-lahan hingga akhirnya kamu merasa tidak semangat lagi. Kadangkala merasa lucu juga, karena aku sering seperti itu. Apa aku perlu mengisi semangat berkali-kali? Apa aku harus mengikuti seminar maupun acara motivasi yang lain lagi sehingga semangatku kembali muncul? Kupikir jawabannya adalah iya, semangat yang bersifat fluktuatif harus distabilkan dengan cara mengisinya secara berkala. Baiklah angap saja, aku sedikit memahami tentang diriku disini. Aku akan melakukannya, sambil mencari alternatif lain untuk menormalkan apa yang disebut semangat ini. Hal sederhana ini sangatlah penting dijaga. Dan aku banyak sekali mendengar bahwa diri sendiri adalah motivator paling hebat. Sebab dengannya, kita tak perlu mencari orang lain lagi, takperlu mengeluarkan biaya, dan alasan apalah apalah yang lainnya. Tapi kawan, menurutku itu adalah sesuatu yang berat, jadi beruntunglah kalian yang telah bisa menjadikan dirinya sendiri sebagai motivasi terbesar dalam hidup. //:D