Komunikasi Produktif (10)
Hari ini akang dari pagi sudah pergi ke kantor karena ada kegiatan. Saya di rumah seperti biasa membereskan rumah, mencuci baju dan galau karena secara bergantian cuaca hujan dan mendung. Dilema emak-emak saat musim penghujan, menyelamatkan jemuran. Sisanya bersantai menikmati gerakan baby utun yang semakin aktif. Rencana mau ke pasar tapi karena cuaca mendung jadi menunggu akang pulang siangnya. Sesampainya di rumah akang bilang kalau besok kita piknik ke pantai pulisan. Yeaaaay! Alhamdulillah.
Selepas magrib akang masak buat bekel besok. Saya? Saya mah cuma motongin pepaya wkwk entah ada angin apa tiba-tiba saya minta disuapin untuk makan malam dan akang pun mengiyakannya. Akang hanya tersenyum-senyum heran merasa tumben. Saya mengeles karena baby utun yang mau disuapin hehe. Waktu weekend memang waktunya family time, walau sekedar ngobrol di dapur sambil masak, bercengkerama bersama sambil nonton, pillow talk sambil elus-elus baby utun, dan kegiatan sederhana lainnya. Waktu-waktu tersebut memang pas untuk menjalin komunikasi produktif. Sudah 10 hari lamanya saya menjalani tantangan 10 hari komunikasi produktif dan saya sangat merasakan manfaatnya. Termasuk pola komunikasi menjadi lebih harmonis. Walau memang pada kenyataannya tidak selalu berjalan lancar namun semakin sering diaplikasikan akan sangat terasa perubahannya. Ingat selalu 5 kaidah dalam meningkatkan efektivitas dan produktivitas berkomunikasi dengan pasangan:
Choose the right time, clear and clarify, 7-38-55, intensity of eye contact, dan I’m responsible for my communication results.
Menurut saya kaidah ini juga bisa diaplikasi ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, karena dapat menambah rasa empati dan menghargai dalam berkomunikasi. Juga dapat meningkatkan pemahaman informasi bagi pelaku komunikasi tersebut :)













