Ketika Anak Bertanya (FAQ yang biasa diajukan anak mengenai seksualitas dan cara menjawabnya)
🍁Prinsip dalam menjawab pertanyaan anak:
🔹bersikap tenang saat menjelaakan, karena menjelaskan mengenai fitrah seksualitas bukanlah hal yang tabu
🔹memberi jawaban yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak dalam mencerna informasi
🔹tidak menunda dalam menjawab atau mengalihkan pada topik lain dan berharap anak lupa
🔹gunakan buku atau gambar yang dapat membantu menjawab pertanyaan anak
🔹aktif bertanya agar orangtua tahu apa yang anak pikirkan dan apa yang anak maksud
🔹menjawab dengan kata atau kalimat yang tidak ilmiah
🔹tidak menjawab dengan berkata "nanti juga tahu" atau "kamu masih kecil, jangan tanya begituan" dsb.
🔹membuat tema pembicaraan mengenai seksualitas sebagai bahan candaan "bayi dapet dari pasar" atau "nemu di tong sampah"
FAQ (hasil survey pada anak usia 3-10 tahun):
🍁Pertanyaan yang berkaitan dengan perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan.
“Kenapa punyaku dan dia berbeda?”
“Kenapa Ayah punya janggut?”
🔹Anak diberikan penjelasan mengenai perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan. Juga dipahamkan dengan cara yang sederhana mengenai perbedaan gender.
🔹Menjelaskan pada anak dengan kata-kata ilmiah seperti penis dan vagina.
🔹Jelaskan kembali anggota-anggota tubuh secara detail, baik, dan benar namun bisa dipahami oleh anak.
🔹Orang tua bisa membahas (berdiskusi ringan) lebih jauh dengan anak yaitu mengarahkan anak untuk menjaga, merawat, dan selalu membersihkan bagian kemaluan dan bagaimana melindungi dirinya.
🔹Harapan yang besar adalah agar anak mengetahui aurat dan selalu menutupnya sebagai bentuk ketaatan pada Allah.
🍁Pertanyaan yang berkaitan dengan tugas laki-laki (dalam hal ini Ayah) dan perempuan (dalam hal ini Ibu).
“Kenapa Ibu hamil? Aku nanti bisa hamil juga?”
“Bayi keluar lewat mana?”
“Kenapa Ibu melahirkan bayi?”
“Melahirkan itu gimana sih?”
“Kenapa Ibu yang menyusui adik bayi, bukannya Ayah?”
“Nanti Aku menyusui juga?”
🔹Menjelaskan fitrah bahwa perempuan yang mengandung/ hamil.
🔹Menjelaskan proses persalinan dengan sangat sederhana agar dipahami oleh anak.
🔹Orang tua bisa menjelaskan bahwa peran Ibu yang mengandung, melahirkan, dan menyusui tertuang dalam Al-Qur’an dan itu menjadikannya istimewa.
🔹Menjelaskan peran Ayah dalam keluarga yaitu mencari nafkah halal.
🔹Dan tentu saja jawaban untuk hal ini berkaitan dengan poin 1 (ciri fisik)
🍁Pertanyaan yang berkaitan dengan tanda anak sudah baligh.
“Ibu, haid itu apa? Keluar darah dari mana? Sakit?”
“Mimpi basah itu apa? Kayak gimana?”
🔹Selalu menjelaskan dengan kalimat sederhana yang mudah dipahami oleh anak.
🔹Jika pertanyaan ini diajukan oleh anak-anak yang mendekati baligh, maka dijelaskan pula ‘babak baru’ kehidupan anak ketika sudah mengalaminya. Anak bersiap untuk bertanggungjawab terhadap amalannya.
🍁Pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis.
“Ibu, temenku punya pacar. Pacar itu apa? Aku boleh punya juga?”
“Ibu, kemarin temenku bilang ngga boleh Zina. Zina itu apa sih?”
“Ibu kan nikah sama Ayah, nanti Aku nikah sama siapa?”
Saatnya untuk menjelaskan mana hubungan yang halal dan mana hubungan yang haram. Mana yang Allah cintai, mana yang Allah murkai. Itu kalimat sederhana yang bisa anak pahami.