🌸MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK🌸
Oleh: Ratih Arruum Listiyandini, M.Psi., Psikolog
Pada dasarnya setiap anak memiliki tugas perkembangan yang perlu dilampaui sehingga perkembangan psikologis, sosial, dan emosionalnya sesuai pada alurnya.
Apa saja tahap perkembangan psikosiosial pada anak pada masa awal2 kehidupannya yang perlu kita perhatikan? Berikut gambarannya berdasarkan teori perkembangan psikososial dari Erikson:
Usia 0-18 bulan
Pembentukan Rasa Percaya
Anak pada tahap ini belajar untuk membentuk rasa percaya pada lingkungan di sekitarnya, yang akan menjadi sumber kepercayaan diri di masa depan. Peran lingkungan di sini berperan memenuhi kebutuhannya.
2. 18 bulan - 3 tahun
Pembentukan Otonomi (Kemandirian)
Anak pada tahap ini bisa mulai mengenali namanya dan orang2 di sekitarnya, mulai membentuk gambaran mengenai dirinya sendiri, dan mulai bisa dilatih untuk berpikir serta bertindak dengan lebih percaya diri. Tugas orangtua di sini adalah memberikan ruang untuk anak bereksplorasi mengenal dunia sekitarnya.
3. 3 tahun - 6 tahun
Pembentukan Inisiatif
Anak pada tahap ini belajar memupuk kemandiriannya dan kepercayaan dirinya pada tindakan2 yang lebih nyata di lingkungan. Ia bisa mulai diajarkan untuk lebih berinisiatif memilih hal2 apa yang ingin dilakukannya. Di masa ini juga perkembangan kemampuan berpikirnya semakin baik. Tugas orangtua adalah menstimulasi kemampuan anak untuk berinisiatif mengembangkan keterampilan hidup dasar, seperti bersosialisasi, mengkomunikasikan kebutuhannya, dan menggali minatnya pada dunia.
4. Tahap 6 - 12 tahun
Pembentukan Ketekunan
Merupakan tahap masa sekolah dasar, dimana anak mulai mengembangkan kebanggaan akan kesuksesannya dalam tugas2 yang diminatinya. Tugas orangtua adalah mengembangkan rasa kompetensi dengan afirmasi positif, menghargai keberhasilan2 yang dilakukannya, dan membangun kepercayaan diri anak akan keterampilan yang dimiliki.
5. Tahap Remaja
Pembentukan Identitas Diri
Di masa ini, anak mulai mencari identitas dirinya, di lingkungan dan area mana dia merasa paling nyaman, diterima, dan dihargai, maka itu akan menjadi bagian dari dirinya. Tugas orangtua adalah membangun komunikasi yang sehat dengan anak, menghargai kebutuhannya akan privasi, namun juga tetap menuntun perilaku anak agar sesuai dengan nilai2 kehidupan yang diyakini baik.
Tentunya di luar dari pakem tahapan perkembangan secara teoretis, perkembangan anak akan ada selalu yang unik dan berbeda dibandingkan anak lainnya. Jadi tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan perhatian penuh akan kebutuhan yang dimilikinya dan menghargai proses pertumbuhan yang sedang ia lalui. Semoga kita bisa selalu menjadi orangtua yang mendidik anak kita sepenuh hati dan jiwa agar mereka tumbuh menjadi anak yang juga tangguh jiwa dan hatinya.
Nb : Belum menikah, apalagi punya anak. Tapi prepare prepare dikit gapapa kali ya hehe.