"Lara yang tercipta dalam angan, kerinduan yang hadir karena sosok ilusi
Aku dan kamu yang ketakutan untuk membuat tawa juga cerita
Benci pada pikiran pikiran buruk yang belum terlewat
Rapuh yang entah datang bagaimana untuk menguatkannya"
Masih saja aku dan kamu menahan langkah untuk mengusir rindu.
Masih selalu saja aku dengan imajinasi tentangmu, dan kamu dengan ekspektasi-ekspektasi tentangku.
Aku menggenggam tangan dalam khayal
Kamu mengecup dan mengusap kepalaku dalam asa
Langkah ku dan kamu masih tertahan di titik yang sama, dan terlalu takut untuk mewujudkan menjadi "kita"
"Kita" yang entah sementara atau selamanya
Sekali lagi aku dan kamu takut dengan lara yang belum tentu tercipta..
Aku dan kamu yang tenggelam bahkan sebelum sampai pada tepian sungai
Pengecut yang bertemu dengan pecundang