Masih takut mengekspresikan cinta ?
Kemarin aku ketemu sama salah satu sahabat dekat waktu kuliah dulu. Aku iseng-iseng aja tanya; "kok sampe sekarang kamu masih single aja sih ?" Dia pun terdiam lalu mulai bercerita tentang kenapa dan bagaimana sampai akhirnya dia memilih untuk single dan tidak mau mengambil resiko untuk menjalin hubungan dengan siapapun (pacar/suami). Singkat cerita, inti dari permasalahannya adalah dia terlalu takut untuk kehilangan orang-orang yang dia cintai.
Lalu kemudian aku bertanya kembali, ;"apa kamu tidak merasa kesepian?" Dia pun menjawab ;"aku mengisi kesepianku dengan bekerja dan mencari banyak kegiatan sampai tidak ada waktu untuk memikirkan kesendirianku". Well, aku seketika melemparkan pendapatku tentang betapa kesepiannya dia, lalu aku pun bertanya ; "apa kamu tidak ingin lagi mencintai ataupun dicintai ?" Dia pun menjawab ; "kadang-kadang sempat berfikir, namun aku selalu mengalihkan keinginan2 itu"
dari sini aku menyampaikan opiniku.. ada beberapa orang yang memang takut mencintai karena takut kehilangan. Padahal rasa ketakutan itu hanya sekedar ketakutan yang belum tentu akan terjadi di kemudian hari. Semakin seseorang menjauh dari cinta maka semakin besar tembok yang dia bangun sehingga hal-hal positif dalam kehidupanpun semakin jauh. Hidup akan terasa flat, dan lama kelamaan akan muncul rasa tidak puas terhadap diri sendiri.
Bahkan ketika seseorang tidak ingin mencintai dan dicintai maka bisa jadi dia akan tidak mencintai diri sendiri, merasa tidak layak dan tidak bisa lagi menikmati hal-hal indah yang ada pada dirinya dan hal indah disekitarnya.
Akupun berfikir, kenapa harus takut untuk mencintai ? Mencintai itu anugrah, mencintai bagiku adalah sebuah bentuk aprediasi rasa kagum terhadap keindahan dan kebaikan. Kalau hanya takut ditinggalkan atau kehilangan, adalah alasan ketakutan dalam mencintai atau menunjukkan cinta, lalu apakah itu benar2 cinta?
Aku rasa mungkin rasa takut ditinggalkan adalah tentang obsesi bukan tentang cinta. Cinta buatku adalah tentang memberi kasih, memberi perhatian, memberikan penghargaan.
Jika ada orang yang beranggapan bahwa cinta itu adalah tentang memberi dan menerima, aku pun sebenarnya setuju. Tapi ketika kita memberi, apakah harus selalu kita menerima balasan langsung dari orang yang kita beri? Tentu tidak kan ?
Bayangkan saja ketika kita memberikan pertolongan pada orang yang sedang kesusahan / terkena bencana alam dengan ikhlas, apakah kita akan menerima imbalan dari orang tersebut?tidak kan ?
Dunia ini penuh dengan hukum tarik menarik, sebab akibat. Terkadang saat kita gemar memberi, maka kita juga akan sering menerima. Itupun berlaku dalam cinta.
Jika kita memberikan kasih sayang, cinta, perhatian, penghargaan, maka sekitarpun akan memberikan hal yang sama. Menutup diri dan membangun tembok pada diri sendiri akan hanya membuat seseorang itu kesepian dan kehilangan esensi sebagai bagian dari alam semesta.
Jadi menurutku saat kamu ingin dicintai, belajarlah untuk selalu mencintai, mencintai diri sendiri, menunjukkan cinta pada sekitar, menunjukkan cinta pada sesuatu atau seseorang yang tepat, dan selalubpercaya juga bahwa semua hal disekitar kamu, akan memberikan rasa cinta kasih kepadamu. Dengan begitu hal-hal positif akan selalu datang kepadamu. Buang jauh jauh keluhan dan rasa sakitmu, fokus pada kebaikan dan kebahagiaan.
Selalu bedakan antara obsesi dan cinta, karena jika hanya obsesi yang muncul, bisa jadi kekecewaan yang akan kamu dapat.
#love #lawofattraction #positivevibes #cinta #hukumtarikmenarik #sebarkancinta #cintaisesama #cintaidirimu #janganlupabahagia #unity #semestabicara