Semangatnya Seorang Kakek
Seorang kakek yang seharusnya diam di rumah saja, menghabiskan masa tuanya bersama keluarga, bersenda gurau bersama cucu-cucunya. Tetapi kakek ini harus berjualan, berjalan kaki menjajakan dagangannya atau berdiam di pinggir jalan biar pembeli yang menghampirinya. Sederhana dagangannya, hanya 3 bungkus tisu yang dihargai 10.000 rupiah saja.
Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, mungkin jika berjalan kaki akan membutuhkan banyak tenaga sehingga berdiam di pinggir jalan adalah pilihan yang tepat. Duduk begitu saja, tidak beralaskan tikar ataupun koran. Sampai terkantuk-kantuk menunggu pembeli yang datang bahkan sampai tertidur dengan posisi tangan memeluk kaki dan kepala menunduk diatas tangannya.
Ya Allah, betapa kuatnya beliau, betapa hebatnya beliau masih semangat mencari rezeki di jalan yang Engkau ridhoi. Malu rasanya, ketika diri ini masih banyak mengeluh. Memang seharusnya dalam kehidupan itu melihat ke bawah agar senantiasa bersyukur.
Bahkan saat menulis inipun tak kuasa sampai meneteskan air mata. Betapa hebat semangat yang beliau keluarkan demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Seperti halnya orang tua kita yang telah berjuang demi kami, anak-anaknya.
- Malam 23 Ramadhan 1441 H