Tentang Aku, Bukan Dia, Apalagi Mereka
Tulisanku bukan tentang dia dan bukan pula tentang mereka. Semua itu hanya tentang aku dan sekelilingku.
Tulisanku hadir seiring dengan waktu yang diberikan oleh Allah kepadaku. Berkembang dan terus berkembang tanpa terbatas oleh satu hal saja.
Kenapa demikian? Apakah aku sehebat itu hingga mampu menulis tanpa batas? Justru sebaliknya, aku hanya seorang “pemula” yang berusaha mengekspresikan emosi, pikiran dan kejadian dalam suatu tulisan. Tak sehebat kalian atau mereka yang mampu menulis meski dalam batas-batas yang digariskan.
Hari ini aku bisa saja menulis tentang bumi dan mungkin besok aku akan menulis tentang laut atau langit. Atau bisa jadi aku hilang ke dalam bumi bersama dengan semua emosi yang belum mampu aku tuliskan. Karena yang terlintas dalam pikiran, yang terlihat oleh mata, dan yang kudengar dengan telinga, serta yang kurasakan dalam hati, itulah yang akan aku tulis untuk diriku.
Tentang kenangan masa lalu yang kualami, masa kini yang kurasakan, dan tentang masa depan yang kuharapkan. Tentang masa lalu yang menjadi pelajaran hingga mampu membuat aku lebih baik di masa kini. Dan tentunya dengan pengharapan, jika itu semua menjadi pelajaran untuk semua orang yang membaca. Dan jika orang lain tak mengambil pelajaran dari masa lalu yang aku tuliskan, cukup semua itu menjadi hal yang akan kuselami dan kurenungi sendiri.
Tentang kejadian hari ini yang setiap langkahnya mampu mengolah setiap emosi dalam diriku. Semuanya menjadi benih ide dalam setiap tulisanku. Menunggu disemai, hingga berbuah hikmah dan pelajaran yang berharga bagi diriku dan sekitarku.
Tentang harapan hari esok yang menjadikanku semangat untuk melangkah. Tentang mimpi-mimpi seorang anak kaki gunung yang saat ini tak lagi muda. Karena tak mampu melukis mimpi, aku hanya berharap pada pena dan tinta untuk menuliskan mimpiku. Dan itu menjadi salah satu “tentang” yang aku tuliskan.
Hari ini dan seterusnya, aku akan setia menulis tentang diriku. Yang diolah dari indera yang dianugrahkan kepadaku.
Aku menulis setiap kejadian yang aku alami, setiap rasa yang aku rasakan, dan setiap emosi yang membuatku hidup.
Karena bagiku, mengomentari diri sendiri dan menuangkannya dalam tulisan, itu lebih bijak dari pada mengomentari orang lain yang mungkin mereka selalu lebih hebat dariku.