Bagaimana bisa jadi usang? Sementara kita adalah dua yang asing
katapurnamasworld

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from Philippines
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Pakistan
seen from Yemen
seen from Japan

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Denmark
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from United States
Bagaimana bisa jadi usang? Sementara kita adalah dua yang asing
katapurnamasworld
Ada yang sedang coba kuretas dalam kegamangan sore menuju malam. Pesanku untuk dirimu yang kini telah menduduki tahta di hatiku. . Bertahan itu tidak mudah. Ego kerap kali menguasai menyuruh hati untuk berpindah. Pun memenangkan rindu itu tak sesepele mengatakanya "aku rindu kamu". Kita perlu berhadapan dengan banyak hal, bukan hanya gejolak jiwa masing-masing kita. Melainkan lebih dari itu, lingkungan sekitar kita. . Orang tuamu, orang tuaku, sahabat-sahabat kita, mungkin juga orang yang tidak menyukai aku dan dirimu. Pada satu titik, mungkin kau pernah ingin menyerah. Meletakan bawaan di pundak mu karna mungkin kau mulai lelah. Tak kuasa menggenggam tanganku yang semakin keras enggan kau lepas. . Pada satu titik aku pun pernah begitu. Tapi kembali kutangguhkan hati, bahwa yang indah jalannya tak mudah. Ketika senja itu mulai menua, dalam rengkuhanmu aku berdoa untuk kita. Untuk masa indah disuatu hari nanti. . Bukankah ada hal yang lebih penting dari sekedar mereka yang tak sepaham dengan kita, bukan? Kebahagiaan kita. Mereka tidak salah, hanya saja belum mengerti saja. Perjuangan yang kita lalui hingga mungkin mereka iri menyaksikan tawa kita. . Pada senja itu sayang, aku telah memilih mu dan jangan lagi pedulikan debu-debu yang mencoba menodai kita. Sebanyak apapun perkataan mereka yang menghujani kita, tak sebanding dengan usaha kita selama ini bukan? #usahauntukbersama1 #coretankata #puisiiniuntukmu #senjabersamamu #senjadimatamu #berduakitaada #katapuisii #kumpulansajak #katapuisi #relationshipgoals
Sore dikecup gerimis, dan atas dasar cinta senja rela menjelma puisi nan magis. Kemudian, kutemui seorang gadis di pinggir jendela tengah berdoa. Bukan untuk bertemu pangeran impian yang seperti perempuan-perempuan di luar sana damba. Ia hanya menginginkan seorang lelaki yang akan menjaga dan mencintainya tanpa tapi. Seperti lelaki dua puluh satu tahun lalu yang menangis bahagia menyambut kehadirannya lahir di bumi pertama kali.
katapurnamasworld
24 Feb 2019
Ketika kisahku dan elegi hatimu bertemu, senada dengan kopi panas dan sebuah buku favoritku, aku bahagia merasakanya. • Tak perlu aku menjadi seseorang yang lain untuk terlihat baik-baik saja. Matamu selalu menyiratkan bahwa kau akan selalu ada. Hadir menjadi sayap sekaligus rumah yang untukku merebah lelah. • Dibalik segenap kepercayaanku pada takdir, yang hingga saat ini masih kunanti kisah endingnya, aku hanyalah setitik cahaya di antara ribuan kunang-kunang yang mengitari kepalamu. Yang kepakan sayapnya kemungkinan kecil bisa kau lihat, atau bila kau mau mendengar pun, suaranya tak akan sampai ke telingamu. • Namun, takdir membawaku ke jalan itu. Merubahku menjadi cahaya api yang lebih terang ketimbang kunang-kunang. Yang bisa menerangi jalanmu meski tak seterang bulan. Yang bisa menghangatkanmu meski tak seterik mentari. Aku ada dekat di sampingmu, di genggaman tanganmu, ke mana pun kau pergi. • Aku bahagia, setidaknya sejak sore itu, aku tak lagi berharap menjadi yang paling terang di antara ribuan kunang-kunang. Aku tak perlu berharap kau menganggapku seperti yang lalu. Kau dengan sendirinya datang, menggandeng tanganku, membawaku menyelami elegi dari hatimu. • Kau membawaku, menyusuri jalan setapak yang banyak di tumbuhi ilalang, yang terkadang di sisi kanan kiri daun nya menyayat tiap inci kulit. Tapi kau malah nampak gembira, sebab kau membawaku katamu. Jadi bagimu aku adalah sumber bahagiamu hingga luka lain pun tak kau anggap masalah. • Aku bahagia, sebab mulai saat ini, Tak perlu lagi ku pintal lembaran kisahku tuk kujadikan sumbu sebagai cahaya. Karena aku lah cahaya, dan kau pembawa cahaya itu agar tetap terang menerangi jalanmu, jalan kita.
Aku menyukai Kamu, ahh maksudku.. Kita😊😊
Ketika aku (sudah) tidak ingin yang lain
Kini tidak lagi harus berulang kali menguji hati oleh kata perpisahan. Tak ingin ku merasakan bagaimana tersiksanya kehilangan. Lantas perlu waktu lama sekali untuk melupakan. Ku pikir waktu telah mengajarkan ku banyak hal. Tentang apa itu memiliki sesungguhnya, yang bukan karena hal sepele lantas bersikap kekanak-kanakan. Dibersamai denganmu, ku rasa tak perlu lagi khawatir akan suatu saat kau berpaling. Dibersamai denganmu, aku menaruh percaya yang ku yakini dengan penuh usaha kau jaga. Berjalan denganmu, aku sudah tidak menginginkan lagi seseorang yang lain. Tak lagi ku peduli pembicaraan buruk penonton mengenai dirimu. Tak lagi ku peduli bagaimana mereka tak menginginkan kita ada. Ku anggap saja mereka sedang berkomentar akan kisah bahagia kita. Entah kenapa, tak pernah ku rasakan apa itu nyaman yang sesungguhnya sebelum dengan mu. Kau tak pernah se-romantis yang pernah ada, tapi hanya dengan seulas senyumu, kau mampu meruntuhkan duniaku. Peluk mu selalu menjadi tempat ternyaman bagiku. Percayalah, aku tak pernah sebahagia ini sebelumnya. Meski kau bukan sosok idaman, meski sikap mu terkadang membuat ku terheran-heran, meski kau bukan seorang yang pandai memberi kejutan, dan meski juga kau bukan Dilan, kata 'isitimewa' itu akan selalu ku berikan untukmu. Demikian pula dengan "meski-meski" yang lain, aku tidak lagi peduli. Rupanya kau memang ahli dalam mencuri hati. Ketahuilah, aku ingin kau tetap menjadi dirimu yang mencintaiku, dirimu yang tak peduli pemikiran orang mengenai kita, dirimu yang tangguh memperjuangkan kita, dirimu yang mau dicintai seseorang penuh kekurangan sepertiku. Ketika kau sudah dipelukan ku, ketahuilah itu sudah cukup bagiku.