Hujan dan Hujan Lagi
Setelah membaca judul tulisan ini,
akan ada banyak orang yang kemudian bosan dan memutuskan untuk abai;
“Hujan dan hujan lagi,”
Membaca sajak yang keluar dari kepalaku dan kepalamu
Tak ubahnya mandi di bawah kakikaki hujan
kuyup;
“Hujan dan hujan lagi”
Tetapi sebagian lagi akan meneruskan-
sebab memiliki rasa cinta yang sama terhadap hujan;
“Hujan dan hujan lagi”
Aku tahu kita saling mengerti.
Aku tak pernah bisa romantis dan memainkan banyak kata dengan ketaksaan yang begitu membingungkan.
Setidaknya dulu,
aku pernah menjadi wanita yang begitu puitis dan dapat menggambarkan apapun, siapapun, seperti apapun.
Tapi beberapa waktu terakhir,
aku lebih suka hal-hal sederhana.
Seperti hujan, misalnya.
Hujan dan hujan lagi.
Seperti kamu, misalnya.
Kamu dan kamu lagi.
Sungailiat, 8.18 PM
050717
…………………………………………………………………………………………
Terkadang kata-kata sederhana bisa jadi sangat bermakna dan memberikan efek yang lebih ngena (apaan nih?). Sebenarnya ini puisi yang sangat ngga bagus dan ngga niat menurut pengakuan pribadi :”(, sedang krisis jati diri karena project wattpad. Semoga kamu tak (akan lagi) mengalami krisis jati diri ya, menguras tenaga dan mengganggu keadaan jiwa. Selamat malam, semoga nyenyak di pangkuan bulan. :)















