Sejarah keris Paling Tua
Kris Knaud, yang juga dikenal sebagai Keris Knaud atau Knaud's Kris, adalah keris tertua yang masih ada di dunia. Diberikan kepada Charles Knaud, seorang dokter Belanda, oleh Paku Alam V pada abad ke-19, keris dipajang di Tropenmuseum, Royal Tropical Institute di Amsterdam.
Sejarah keris
Pada kerisnya terdapat tanda tahun 1264 (yang sesuai dengan 1342 M) dalam bilah besinya. Para ilmuwan menduga bahwa karena ciri khasnya, ukiran pada keris ini adalah adegan dari Ramayana di lapisan tembaga tipis yang tidak biasa yang sebagian menutupinya.
Paku Alam VIII, penerus Paku Alam V
Charles Knaud (1840 - 1897) adalah seorang dokter dan dukun dari Belanda di istana Yogyakarta. Knaud, yang pernah mempelajari mistisisme Jawa, merawat dan menyembuhkan anak Paku Alam V (1878-1900), penguasa kerajaan Pakuilai turun-temurun di Kesultanan Yogyakarta. Dari apa yang diyakini penguasa saat itu bahwa putranya terkena guna-gunw (ilmu hitam). Untuk menyelamatkan nyawa anaknya, Paku Alam V memberinya sebuah pusaka berharga milik istana, sebuah keris dan itu adalah keris tertua dalam koleksi sang pangeran.
Dari tahun 1903, kerisnya diyakini hilang, namun tetap milik keluarga Knaud. Lama setelah kematian Knaud, selama Perang Dunia II, keluarganya mengubur Keris di kebun mereka untuk melindunginya selama pendudukan Jepang, selama Revolusi Nasional Indonesia, dimana dijaga di brankas keluarga.
Pada abad ke-19, sebuah gips dan foto Museum Seni dan Arkeologi Bataviaasch; Pada tahun 1920, N.J. Krom mendedikasikan sebuah halaman penuh ke keris di Hindoe-Javaansche Kunst. David van Duuren seorang kurator dengan Royal Tropical Institute kebetulan bertanya kepada keturunan Knaud, Kurht Knaud, jika dia mengetahui keris langka yang pernah dimiliki keluarganya dan terkejut saat menemukannya. Kurht Knaud meminjamkan keris tersebut ke Royal Tropical Institute, K.I.T., Amsterdam, di mana telah ditampilkan sebagai keris paling tua di duni sejak Februari 2003.
Keris Knaud sangat tidak lazim bentuknya, lapisan tembaga dan tahun dimana penyelidikan sinar-X dan metalurgi terhadap umurnya telah diklaim benar. Bagaimanapun, keris bisa menjadi objek komposit dari abad-abad kemudian, karena alasan apapun, tema dan karakteristik gaya sejak Majapahit mulai diterapkan. Penelitian ini akan segera dimulai dan hasilnya akan dipublikasikan dalam episode Asian Art yang akan datang.


















