"Udah dulu ya nakalnya? jangan bandel lagi".
Hei tuan dengan dua cangkir kopi, ingat kataku kala itu? ini semua tentangmu. Seseorang yang pernah mengimami dan mengamini kita dalam sebuah doa.
aku tau, aku memang tidak pernah benar-benar ada di dalam hatimu. namun lagi-lagi bayanganmu selalu mengepungku. aksaraku berjejal ingin mengutarakan bahwa ada sesuatu yang luar biasa, ketika kamu ada. Begini ya, rasanya di lahap oleh rasa rindu? ya..ya..ya.. aku memang rindu. tapi aku bisa apa? Sambil melihat punggungmu berlalu waktu itu, aku melepasmu. itu adalah bagian tersulit agar segalanya terlihat baik-baik saja. sudah lama sekali, ya? tapi ingatanku tetap utuh, bahkan untuk hal-hal sederhana yang mungkin mudah kamu lupakan.
Untukmu tuan dengan dua cangkir kopi. jaga dirimu baik-baik disana ya. maaf, jika aku harus bersembunyi dibalik tempat yang paling sepi saat menceritakan ini. Entah kenapa aku terlalu malu jika harus menuturkan langsung kepadamu. mungkin dibutuhkan jutaan kilo keberanian untuk menghancurkan kegugupan.