Alhamdulillah September is one hectic month and it is going to leave soon, it was very comforting yet challenging at the same time.
Pekan pertama di bulan September seperti meminta saya untuk berleha-leha terlebih dahulu, kerjakan saja rutinitas seperti biasanya, datangi si bungsu yang sudah jalan bulan kedua di pesantren, perkuliahan, nge-lab untuk perskripsi-an dan rapat-rapat rutin seperti biasanya.
Tantangan muncul pada pekan kedua, dengan segala kesibukan persiapan pra-rakornas, akal dan pikiran terus membagi diri, persiapan pra-rakornas, dan juga persiapan latgab kebencanaan yang saya diamanahkan dalam menyukseskannya, malam-malam selalu terisi dengan diskusi bernas, mulai dari debat podium yang disediakan RK, diskusi-diskusi BPJS Bersama teman-teman mahasiswa yang masih menjabat di Lembaga fakultas, diskusi dengan adik tingkat yang sudah saya anggap adik sendiri karena selalu senang berdiskusi tentang ide dengannya.
Rakornas merupakan rapat koordinasi tengah tahun ISMKI, disinilah paruh periode saya akan dipertanggungjawabkan kepada teman-teman FK seluruh universitas di Indonesia, khawatir tentu bukan rasa yang mendalam dihati saya, karena yang harusnya ditakutkan adalah pertanggungjawaban di akhirat nanti, lucunya ternyata memang benar, saya mencoba mengambil nasihat bang Bachtiar untuk mengefesiensikan rapat sebaik mungkin, bekerja berdasar data dan ide, dari sana saya mendapat ide untuk membuat working paper untuk diserahkan kepada teman-teman institusi agar tak perlu lagi saya berbusa menjelaskan from A-Z tentang pergerakan mahasiswa kedokteran, hasilnya ? kawan-kawan merasa puas dengan kinerja dan cara penyampaian laporan pertanggungjawaban saya, alhamdulillah masih bisa bernafas lebih Panjang dan berjuang lebih keras dalam memperjuangkan kesehatan dan pendidikan kesehatan yang lebih baik lagi nantinya.
Rasanya seperti saya tercemplung jauh lebih dalam lagi ke dalam mer-c dan dunia kerelawanan, sampai-sampai pernah terpikir bagi saya untuk menunda koas dalam rangka pembenahan klinik boko yang dimiliki mer-c saat ini. Ya setidaknya waktu yang saya habiskan, adalah waktu yang digunakan untuk hal-hal yang baik, banyak sekali waktu yang saya habiskan untuk itu, bahkan dalam pekan ketiga, sepertinya hampir setiap hari kami memiliki agenda mer-c, dan agenda yang paling besar adalah ketika saya, 2 kali menghabiskan waktu yang luar biasa mengasah pengalaman, keterampilan, dan sikap menjadi komandan lapangan di bidang medis pada aksi GejayanMemanggil 1 GejayanMemanggil 2, dan demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD DIY. Saya tidak sedang memimpin mahasiswa, saya sedang memimpin relawan yang terdiri dari latar belakang beragam, usia beragam, sehingga wataknya jauh berbeda, pengalamannya jauh berbeda, tapi semua perbedaan itulah yang menguatkan.
Berbagi Inspirasi Kebaikan
Alhamdulillah, syukur yang luar biasa tingginya saya panjatkan, pada akhir bulan ini saya masih diberi kesempatan untuk memberi inspirasi kebaikan, pertama kepada teman-teman mahasiswa FK UNSOED, jauh di purwokerto, dan ternyata saya berada satu panggung satu sesi Bersama mas Alfath BPEI, rasanya seperti guru dan murid berada dalam satu panggung kolaborasi berbicara tentang pergerakan dan berbicara tentang kepemimpinan.
Alhamdulillah pula saya juga masih diberi kesempatan luar biasa untuk berbagi inspirasi kebaikan dengan teman-teman FKG UGM, kali ini hanya seorang diri, menghadap 100an mahasiswa baru, yang semua adalah bibit-bibit baru inspirasi kebaikan.
Selamat datang oktober, ku menantikan kisah luar biasa bulan ini
Figure 2. Berbagi Inspirasi Kebaikan bersama teman-teman Mahasiswa FKG
Figure 3. Gejayan Memanggil 1
Figure 4. Pasca penerjunan tim Gejayan Memanggil 2 dan BEM DIY
Figure 5. Momen Rakornas, pantai malin kundang
Figure 6. Bersih-bersih tenda lapangan MER-C
R3_RKStory_September2019_RizkiRinaldi