Mencintai Yang Lain
Hei malam
Dulu aku mencintai senja dengan hati sedikit mengganjal. Aku pun bertanya - tanya ganjalan apa yang membuat ku segitunya ?
Waktu kian berlalu. Perjalanan kisah cerita pun mulai rampung tertulis dalam kisah hidup setengah abad ini. Dan kini ganjalan itu mulai jelas menapakan diri. Ternyata hatiku bercabang. Selain menyukai senja aku pun menyukai mu malam. Yah, seketika gajalan itu hilang saat aku tidak menampiknya akan perasaan ini.
Aku tertegun mengetahui bahwa ternyata rasa ku lebih besar pada malam. Senja memang indah dengan warna jingganya. Tapi ia sekumpulan masa lalu yang terkenang dalam tenggelam nya bersama mentari. Malam memang gelap tidak lah seindah senja dengan jingga nya. Malam lebih kelam dengan hitam berbaur sepi. Tapi aku suka kerna malam semua orang terlelap dan aku lebih leluasa menceritakan kembali kisah yang telah aku tulis sejak fajar tiba hingga bertemu senja. Malam adalah harapan dan segala rencana yang akan dilakukan di esok pagi.
Aku terpesona pada malam. Si hitam kelam yang tegar dan kuat. Tak pernah menyimpan kenangan. Dia hanya memiliki sebuah harapan dan rencana kedepan. Tidak perduli akan kejadian kemarin dia lebih memilih terpejam dalam lelap atau terjaga dengan segala harapan.
_keset















