Ambilkan bulan, Bu
Pada suatu malam, sepenggal lagu anak-anak yang mungkin sudah begitu akrab ditelinga banyak orang ini memancing sebuah celetuk dari seorang ibu. Sembari tertawa kecil ia berkata, betapa di mata anak-anak sang ibu bagaikan memiliki kekuatan mahadahsyat, superpower, segala apapun dapat dilakukannya. Apalagi jika hanya mengambilkan sebuah benda bulat dilangit bernama bulan itu, perkara mudah sekali bukan? Ibu pasti bisa kan? pinta sang anak dengan penuh harap.
Sang ibu berkata dengan senyum terkembang di pipinya. sadar betul akan beratnya tanggung jawab yang dipikulnya dibalik tatapan wajah lugu yang begitu mengidolakan dirinya itu. Kalau saja bisa, sudah sejak lama bulan tak menampakkan terangnya di gelapnya langit malam, ia sudah menjadi milik ibu, demi menyenangkan si buah hati yang berulangkali memintanya.
Ah, andai saja ia dapat berkata jujur. Ibupun hanya manusia biasa. Tapi biarlah waktu yang memahamkannya, ia siap mengerahkan segenap kekuatan super dan cintanya yang tak akan pernah pudar untuk sang buah hati. meski kelak sang anak akan mengerti, bulan tak pernah dalam jangkauan.












