Hari ini untuk kesekian kalinya mendapat notif bahwa lamaran pekerjaan yg ku submit di tolak. Sedih sesaat iya, apalagi posisi ku sedang sendirian. Sedang sangat butuh support.
Bagi orangtua pasti sulit merelakan anaknya merantau, apalagi merelakan anak perempuan bungsunya untuk merantau dikota besar no 2 di Indonesia.
Hari ini , melalui telfon sudah kuceritakan pada ibuku dan kakak laki laki ku mengenai rencana 2 bulan kedepan. Keputusanku untuk meniti karir di kota ini sudah bulat . Alasan mengapa aku memilih untuk 2 bulan mengadu nasib disini adalah , karena kalau aku di rumah pasti secara langsung atau tidak , pasti terkena beban sosial , bagiku sekedar ditanya “ oh udah lulus ? kerja dimana ?” ini salah satu beban .
kemudian aku tidak enak ketika dilihat orang rumah karena dianggap tidak ngapa ngapain. Kegiatan paling sibukku hanyalah membantu jaga toko pakan ternak milik kakakku. Dari toko itupun penghasilannya juga digunakan untuk aku hidup , walaupun sebagian besar di sokong oleh gaji ibu. Setidaknya dengan membantu kakakku menjaga tokonya aku merasa tidak useless amat. Tapi hal itu berubah ketika ada teman SDku dating sebagai pembeli, dia hanya berkata “kok nang omah ae put” ( baca : kok dirumah saja) pertanyaan biasa tapi hmmm beban.
mungkin 19 hari menjadi officially unemployment terdengar alay ( halah baru juga beberapa minggu udah ngeluh) , bukankah proses setiap orang berbeda beda dalam menjalaninya ? Terlepas dari itu aku berusaha untuk memanfaatkan waktu luangku untuk hal hal positif dunia akhirat (inshaAllah) . salah satunya yaa yang kemarin aku share diagram high quality unemployment itu.
Dalam menunggu panggilan kerja ini ada banyak hal yang perlu aku syukuri. Nikmat waktu luang dan badan sehat yang sering membuat lalai juga merupakan sebuah ujian . Maka dari itu aku harus pandai - pandai memanfatkan dan mengambil hikmahnya. Beberapa hikmah nya antara lain : Aku bisa lebih intens merawat kulit bekas jerawatku ( hah ?) ya , belum lama ini setelah TA kulitku bermasalah padahal aku tidak pernah memiliki jerawat separah ini. Hanya 1 bukan yaitu bulan februari bagian jidat dipenuhi jerawat, kurang lebih hampir 1 bulan terakhir ini tinggal bekasnya saja . bagiku ini sangat mengganggu sekali karena aku blm pernah ada riwayat masalah kulit dan ini mengganggu penampilan, terlihat kotor dan kusam , barang kali ini adalah salah satu hikmah alsan blm dipanggil untuk interview (sebenarnya beberapa sudah ada panggilan test dan interview,tp karena suatu hal aku memutuskan mundur) untuk merawat dari bekas jerawat salah satunya.
Kemudian ada lagi, dari diagram yang kemarin aku share salah satu pengembangan diri yang ingin aku asah antara lain adalah memasak. Ya di kost aku lebih sering memasak dari pada beli jajan. Tiap malamnya aku search resep, kemudian memasak ulang di pagi harinya. Memang harus tahan dengan satu menu selama seharian :” , harus irit biar tidak jebol pengeluarannya.
lalu selanjutnya adalah program hafalan. Ini masih rencana . eksekusi inshaAllah bulan Ramadhan. Aku mengikuti program tahfidzh juz 30 di komunitas hijrah. Bismillah , awalnya aku berat untuk bilang ke ibu dan kakak ku ( berat karena akan lebih lama disini dan lebih butuh dana lagi untuk disini ) . Tapi tadi lewat telfon Alhamdulillah aku diijinkan untuk meneruskan planning yang aku buat.
Selebihnya aku masih bisa dan sangat luang untuk ikut ikut kajian , ikut program seminar soal agama. Shalat sunnah dengan tenang , ngaji lama lama ( karena aku tergolong blm bagus bacaannya) ini nikmat yang mashaAllah banget.
sekali lagi Waktu luang dan badan sehat adalah nikmat yang dering membuat lalai dan lupa namun patut kita syukuri agar optimal memanfaatkannya.
Saat ibuku memberikanku nasihat , dan mengijinkanku untuk berlama lama dsini aku menitihkan air mata. Tak ku sangka ibuku serela ini , jujur sebenarnya memutuskan untuk berlama lama disini lebih besar tanggung jawabnya , pertama aku sendiri tdak ada saudara sini otomatis aku harus mandiri dan apa apa harus sendiri. Aku Cuma punya Allah dan teman . yang kedua aku harus mempertanggung jawabkan segala planning ku disini , agar orang rumah tidak khawatir. Selebihnya lagi beliau membebaskan aku untuk memilih jalan mana untuk meniti karir. Memilih apa yang aku mau, dan beliau bilang kalau tugasnya adalah mendukung dan mendoakan selagi planning ku itu positif.
Disini aku mulai menitihkan air mata . Betapa besar kerelaannya , :”