APAKAH INI SALAH SATU JENIS PENIPUAN DI TUMBLR❓️❓️
Awalnya, aku nggak tahu apakah beliau ini memang benar membutuhkan bantuan, atau cuma modus ae.
Dan kalau ada yang pernah nanggepin case macam ini, someone tell me, ya.
Sejujurnya, aku jarang sekali membalas pesan dari akun-akun yang nggak jelas. Tapi membalas salam dari beliau ini jelas karena aku punya intention.
Dan memperpanjangnya, selain intensi yang emg udah ada, mungkin karena gabut aja kali, ya, jam 3 pagi belum tidur hehe.
Sempat ku-stalking. Dia ngaku dari Germany, Alm. suaminya orang Hanoi, dan stay di Enggres.
Aku share pengalamanku ini di sini bukan untuk menuduh, cuma, kali aja nanti ada yang gabut kaya aku ketemu yang begini.
Silakan disimak-simak dulu.
Agak aneh juga, dia posting sesuatu dalam bahasa Indonesia sementara di chat bilang cuma fasih Bahasa Inggris. Terus boso germane nandi? Emang ada orang German can’t speak German? Tapi masih ada kemungkinan juga, sih, ambo urang Minang, tapi indak fasiah cakap Minang.
Beda level, ya.... Orang kalau bisa nyampe Enggres, nggak mungkin nggak fasih bahasa nasional negaranya.
Buat yang nggak terlalu paham Basa Enggres, aku ringkas sedikit ceritanya. Intinya dia mulai dengan cerita pribadi yang sangat berat, butuh teman berbagi kesedihan. Suaminya meninggal tahun 2014. Sekarang dia sakit kanker dan divonis hanya hidup beberapa bulan lagi, lalu berlanjut ke permintaan bantuan untuk sebuah “project”, aku sedikit banyak sudah menangkap arahnya, jadi kupertegas ke dia kalau sekiranya itu soalan uang, aku nggak bisa bantu.
Segala bawa-bawa Tuhan sih ah.
Photonya sengaja nggak kutampilkan. Siapa tahu itu juga bukan foto asli. Kasihan yang punya.
Ternyata, si beliau ini masih ada semangat untuk melanjutkan penjelasannya. Soalnya yang jam tiga pagi itu di sini, sih. Bukan di sana.
Silakan dibaca lagi.
Udah, abis itu balasnya cuma oke. 2 jam kemudian.
Di antara teman-teman, mungkin ada yang baru pertama ketemu kasus begini, dan gabut membalas, aku jelaskan sedikit, ya. Sedikit tapi kuusahakan detailnya.
Jadi, dia akan bilang suaminya yang sudah meninggal meninggalkan kontrak senilai jutaan dolar dari pemerintah Inggris, tapi uang itu belum sempat ditransfer ke dia. Dia cerita kalau suaminya seorang filantropis, mereka tidak punya anak, dan karena kondisi dia yang sakit itu, jadi sangat tidak mungkin dia melakukannya dan dia ingin kita (targetnya) membantu mendistribusikan sisa uang $2 juta untuk orang miskin dan janda di negara kita.
Buat yang belum tahu filantropis itu apa, filantropis adalah orang yang suka memberi sumbangan atau membantu orang lain, kegiatan sosial, amal, apa pun yang berkaitan dengan kebaikan umum.
Dia juga akan minta kita untuk menjaga kerahasiaan dan tidak membedakan agama atau ras. Intinya, dia ingin kita menjadi perantara untuk proyek amalnya. Mencium bau sesuatu? Hehe. Cerita dibuat dramatis (kanker, kehilangan suami, amal, Tuhan) untuk membangun empati dan kepercayaan, tapi.. soal ini tidak bisa kujelakan lebih jauh. Karena, gimanna cara kerjanya, jujurly aku juga kurang tahu. Cuma sempat tanya ke AI tadi wkwk. Silakan ditanya ke AI masing-masing kalau penasaran.
Kalau inyo cuma butuh kawan untuak curhat, ambo masih bisa mandanga. Tapi arahnya malah kaditu.
Yaudah, begitu aja sih.
Postingan ini kubuat cuma sebagai reminder buat teman-teman budiman, baik hatinya, mudah iba, dan peduli sesama yang masih aktif di Tumblr, di mana pun klean berada. Mohon kita semua tetap jaga batas. Nggak apa-apa, kok, kita berhenti dari percakapan yang terasa janggal, kapan pun itu, bahkan jam 3 pagi kaya sayahh.



















