Pertama kali menginjakkan kaki di situs ini, yang terbersit di benak saya adalah: siapa yang bikin relief Malin Kundang? Yang pasti ini bukan artefak atau peninggalan sejarah, karena Malin Kundang adalah sebuah legenda rakyat, bukan cerita sejarah. Menurut warga setempat, patung berbentuk orang sujud di dalam kapal itu sudah berpuluh tahun ada di sudut pantai. Konon Mande Rubayah dan anak tunggalnya, si Malin Kundang, tinggal di perkampungan nelayan Pantai Air Manis. Tapi saya belum menemukan fakta yang menyebutkan siapa dan kapan batung batu itu dibuat. Ada masyarakat yang percaya batu-batuan berbentuk manusia sujud di dalam kapal itu terbentuk secara alami. Tapi karena terkena hempasan ombak, batu-batuan itu rusak dan bentuk kapalnya terbenam dalam pasir. Akhirnya, beberapa pihak mencoba memperbaikinya dengan menambal-sulam batu dengan semen dan pasir. Relief gulungan tambang terlihat terlalu sempurna, sedangkan patung Malin kepalanya hanya diceplokin semen sehingga terlihat seperti helm @sumbarpemprov pun kabarnya akan merevitalisasi situs itu dengan alokasi dana Rp16 milyar. Perbaikan rencananya akan dimulai bulan ini, tapi nampaknya belum akan direalisasikan sesuai jadwal. Menurut teman², situs Malin Kundang ini alami atau buatan? #malinkundang #legenda #legend #story #storytelling #sumbar #padang #beach #travelingram #travelgram #travelling #pesonaindonesia (di Malin kundang) https://www.instagram.com/p/B1i9QLcAUIz/?igshid=15pzx8il2smir