Dunia sibuk sekali, penuh dan sesak.
Sudah banyak musibah, banyak juga yang memecahbelah; bicara semaunya, bermain hakim pada yang bukan haknya.
Ya Allah, lekas pulihkan Indonesiaku. ❤️🩹

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Australia

seen from United States

seen from Maldives

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Singapore
seen from China
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Saudi Arabia

seen from United States
Dunia sibuk sekali, penuh dan sesak.
Sudah banyak musibah, banyak juga yang memecahbelah; bicara semaunya, bermain hakim pada yang bukan haknya.
Ya Allah, lekas pulihkan Indonesiaku. ❤️🩹
Kenapa tergesa
membandingkan perabot dunia,
menghitung kekayaan seakan hisab sudah tiba?
Kau tentu tahu
siapa-siapa
yang jatuh dalam istidraj itu.
Kau hanya lupa,
tidak semua mengukur barakah
dari seberapa mahal jam di pergelangan,
seberapa luas hamparan dunia di bawah kaki.
Kau hanya cemas,
barangkali ada yang diam-diam
menghitung jumlah dinar di dompetmu,
mengira izzah hanya soal angka.
Kau hanya gusar,
jika engkau bertemu wajah sendiri
tanpa nur yang kau kejar-kejar.
Kau takut menjadi ghurur di hadapan dunia.
Gedung-gedung pencakar langit menelan jejakmu,
dan apapun yang kau panjatkan—semakin membuat langkahmu berat.
Gedung-gedung pencakar langit menelan cahaya,
dan kau masih menyalakan gemerlap dunia,
padahal hidayah itu tak pernah lekang di hatimu.
Mereka tak tahu itu dan hanya ingin terlibat saja.
Di antara manusia yang sibuk menumpuk dunia,
yang menjadikan harga diri setara harga barang,
yang sibuk bermegah dalam fana,
mari kita tetap menjadi yang sederhana.
Sebab langit tak akan menilai tinggi rendahmu
dari apa yang kau kenakan.
Sebab bumi tak akan terguncang
hanya karena kau memilih berjalan rendah hati.
Karena yang paling berharga bukan dirham di tangan,
tapi taqwa yang menjaga akhlakmu.
Karena yang paling mewah bukan mahkota di kepala
tapi hati yang lapang dalam qana’ah.
"Sungguh kalian berada dalam perjalanan (perputaran) malam dan siang, umur yang semakin berkurang, amalan yang selalu tercatat, dan kematian yang akan datang secara tiba-tiba. Siapa yang menabur benih kebaikan, dia akan memanen kebahagiaan. Siapa yang menanam kejelekan, dia akan menuai penyesalan. Setiap yang menanam akan mendapatkan semisal yang dia tanam."
Dunia itu Tempat Menanam.
Menanam benih untuk dipetik diakhirat kelak. Sebagai bekal untuk perjalanan kita menuju kampung halaman yang abadi.
Apa yg akan dipetik? Yakni amal yg kita tanam selama didunia. Amal itulah yg akan mengikuti kita dari jasad berada di liang lahat hingga dia dituntut untuk diperhitungkan.
Sedangkan dunia adalah tempat kita menumbuhkembangkan segala amal perbuatan, baik ataupun buruk. Dan disinilah ranah kuasa kita.
Kita diberi kuasa untuk berbuat semaunya. Mau jadi perusak, penghancur atau orang baik yg tau arah jalan pulang. Allah kasih kita kitab pegangan. Dan disanalah kita akan mencari tips² sukses menuju akhirat.
Karena kelak, kita sendiri yg akan mempertanggung jawabkan apa² yg diperbuat selama didunia. Tergantung pupuk apa yg kita berikan untuk pohon amal agar berbuah ranum. Jika pupuk terbaik, maka kau akan selamat.
"Karena Setiap yang menanam akan mendapatkan semisal yang dia tanam."
@putrhanna
dalam keterbatasan
meski tahu dirinya bukan penguasa dunia, sebagian manusia terlalu nyaman untuk hidup dalam keangkuhan.
menghakimi hal yang bukan porsinya, menilai dirinya lebih baik kemudian merasa pantas untuk membuat penilaian. mungkin semua terjadi terlalu sering hingga, sedihnya, dianggap lumrah.
kemudian, entah bagaimana, manusia seolah dibuat untuk kembali mencerna makna. karena ternyata hidup bukanlah sesepele cerita tentang kepemilikan atas dunia ini. bukan juga soal benar atau salah dari kacamata sendiri.
hidup dan segala kompleksitasnya sudah seharusnya bisa mengantarkan manusia pada pemahaman bahwa segalanya terbatas.
berkacalah, manusia.
Ramadhan ke-4 | Tak Berhenti Memperbaiki diri
Niat
Segala sesuatunya tergantung pada niatnya. Karena dari niat itulah yang mengubah segalanya lebih sederhana, lebih yakin, lebih ikhlas dan lebih mudah dikerjakan.
Banyak yang mencela dari perbuatan kita, padahal mereka tidak tahu niat dibaliknya.
Banyak juga yang tidak tepat niatnya, hingga belum sampai pada daratan, sudah kandas ditengah jalan.
Banyak pula yang berniat baik, tapi salah juga jalannya.
Hidup penuh dengan pelajaran. Barangkali jatuh yang pertama adalah pelajaran, yang kedua pelajaran lagi, lalu yang ketiga adalah pelajaran lagi. Selalulah ada sisi yang bisa dipetik dari setiap masalah, setiap kendala, setiap cacian, setiap badai yang menerpa.
Bahkan daun yang jatuh tidak pernah membenci Angin, kan?
Pasti sudah banyak yang tahu pepatah yang satu ini.
Karena memang Allaah telah mengatur semuanya dengan sebaik-baiknya.
Tugas hamba nya, teruslah memperbaiki diri hingga kau tak lagi ada dibumi.
Lalu rubah pula niatnya, jika niatmu hanya sependek untuk meraih kebahagiaan, bukankah hal itu akan lenyap setelah kematian?
27 April 2020 | Yumi sastriyansah
Bila lelah istirahatlah sejenak, karena tubuhmu juga butuh jeda untuk pulih dari hiruk pikuk duniawi
Begitu payah kita memikirkan hidup, padahal hidup dn mati itu sama pastinya. Kita pasti hidup, karena inilah hidup itu. Tapi kitapun pasti akan mati. Sayangnya, kita begitu gigih memikirkan hidup yang pasti ini, namun teledor memikirkan kepastian yang lain, yaitu mati!!!.
(Abu Umar Basyier)
Aku kata استغرالله tapi hati masih gemar akan maksiat. Aku kata واتوب اليه tapi jasad masih melakukan dosa sama. Aku kata وندمناياالله tapi kesilapan lalu masihku ulangi. Aku kata سبحان الله tapi aku tidak mampu menghayatinya. Aku kata الحمدلله tapi aku masih tidak bersyukur dengan kurniaanNya. Aku kata الله اكبر tapi cintaku lebih kepada dunia. Aku kata ما في القلب غير الله tapi masih ada ruang di hatiku untuk insan yang tidak halal. Aku kata 'aku tak layak ke syurga, tapi aku tak sanggup ke nerakaMu' namun aku hidup di dunia seakan-akan aku kuat untuk rasa pedih api neraka. Aku kata aku ingin mendekatiMu. Namun amalku tak seiring dengan kata-kataku. Aku malu dengan sepasang mata kurniaanMu ini. Kerana air mata yang mengalir seakan-akan sia-sia. Aku malu dengan tangan yang sudah lelah mengelap air mata. Kerana tingkah laku pemiliknya ini tidak menggambarkan aku kesal. Allahu... Ampunilah dosa hambaMu ini. #ayatdarihati #notahati #muhasabah #tarbiahhati #saatakudiuji #dosa #jauhimaksiat #jagaiman #jagasolat #sedarakankesilapan #lifequote #roadbacktoAllah #staystrong #jiwa #salammagrib #senja #deepquote #kehidupan #duniawi #selfreminder #luahperasaan #bekalanakhirat #kawalemosi #ingatmati