Ricauan Peramu Kata
@manipulasirasa : Apa yang bisa ditulis sekarang?
Tentang dia?
Mengingatnya saja dadaku terasa penuh.
@hujanrinduu : Kalau begitu, tulis saja tentang aku.
@manipulasirasa : Menulis tentangmu?
Bahkan aku mengenalmu masih beberapa hari yang lalu.
@hujanrinduu : Coba memejam! Aku jelas dalam pejammu. Gambarkan aku dalam imajimu.
@manipulasirasa : Baik, aku akan mencobanya.
@hujanrinduu : Bagaimana? Sudah bisa menulis tentang aku?
@manipulasirasa : Bagaimana jika aku memberimu tawaran lain?!
@hujanrinduu : Apa itu?
@manipulasirasa : Tinggallah lebih lama dan berjanjilah untuk tidak hengkang ketika perasaan itu telah datang.
@hujanrinduu : Kuterima tawaranmu. Tapi apakah kamu juga akan demikian? Aku takut jatuh sendirian.
@manipulasirasa : Ya, kau akan tetap jatuh sendirian.
@hujanrinduu : Kamu jahat!
@manipulasirasa : Sebentar, aku belum selesai.
@hujanrinduu : Masih ada yang harus dijelaskan lagi?
@manipulasirasa : Memang kau akan jatuh sendirian, namun ingatlah lenganku akan selalu kuat untuk membantumu untuk bangun.
Demikian juga aku berharap saat aku jatuh, kau akan ada.
@hujanrinduu : Kamu memang selalu pandai menggodaku dengan kata-katamu. Baiklah. Mulai sekarang mari berjalan bersisian. Tak perlu setiap saat selalu ada, tapi selalu ada di setiap keadaan.
@manipulasirasa : Aku sepakat.




