Sekotak masa lalu #Edisi-1
Seorang temanku bercerita mengenai kisah cintanya yang berakhir. Sebuah makna tersirat pada hubungan yang tidak memiliki nama. Hubungan yang mereka ‘jalani’ tanpa tahu kemana ‘kan bertepi. Hingga sampai pada hari di mana semuanya harus berakhir, ketika salah satu dari mereka tertarik dengan orang lain.
Resiko yang cukup besarpun diambil ketika rasa tidak bisa lagi kalian paksa. Ketika berpisah adalah satu-satunya alasan untuk bisa bahagia, meski tidak harus bersama. Beberapa orang harus berpisah dengan yang mereka cintai, yang mereka pikir orang tersebut juga mencintai mereka. Akhirnya mereka percaya pada kalimat ‘cinta tidak harus memiliki’ yang sebetulnya itu hanyalah kalimat penenang untuk hati yang mulai remang.
Cinta adalah rasa yang paling egois. Keinginan untuk memiliki begitu amat besar. Jadi, ketika seseorang yang bilangnya mencintaimu, tapi tidak berusaha untuk memilikimu artinya cintanya tidak cukup besar untuk dirimu. Dia hanya menyukaimu tapi tidak mencintaimu.
Temanku menceritakan alasan dasar mereka tidak bisa bersama namun tetap ingin bersama dalam hubungan tanpa nama. Pada Tuhan yang sebenarnya satu namun tempat berdoa mereka yang berbeda. Ironis bukan, ketika salah satu dari mereka tidak ada yang dapat berkorban meski mereka selalu berkata saling mencintai.
Apakah itu benar cinta? Atau hanyalah perasaan nyaman karena sudah sering bersama?.
Penulis : marselaria
Inspirasi : Banun









