Aku berharap kelak aku dapat mendampingimu sang pemimpi.
Berbeda sekali.
Pikiranmu hidup di langit dan aku di bumi. Meski aku bukanlah sang pemimpi seperti dirimu namun percayalah padaku.
Karena aku adalah penjaga mimpi.Akan ku jaga mimpi mimpimu, ku dekap erat dan takkan ku lepas ketika kebimbangan menghampirimu.
Aku akan mendampingimu wahai sang pemimpi!
Kelak kita akan bersama sama terbang mengelilingi awan.
Bersamamu, wajahku akan terus menatap langit yang tak berujung. Itu kan yang kau suka?
Tetaplah pegang erat tanganku setinggi apapun kau terbang.
Karena aku disini mendampingimu untuk mengingatkan mu akan suatu hal.Tempat berpijak, yg takkan kau temukan diatas awan. Titik awal ketika kau memimpikan ini semua. Jauh sebelum kita terbang melayang diatas awan, ingatlah awal mula kita memulai. Iya, tanah. Aku tak akan bosan mengingatkanmu tentang itu. Karena setinggi apapun kau terbang, sejatinya, cepat atau lambat kau akan kembali lagi pada tanah. Dan jika aku sudah terbang bersamamu terlalu tinggi, ingatlah bahwa aku makhluk bumi. Bisakah sesekali kita pulang? Boleh kah kau mengantarkan aku kembali berpijak untuk sekadar menghapus kerinduanku padanya? Selanjutnya, aku akan kembali mendampingimu menembus langit tak berujung. Boleh begitu?