Percaya engga sih kalau jodoh kita itu sudah ada yang mengatur? Maksudnya, kamu sudah dipilihin jauh-jauh hari sebelum kamu nyari siapa sebenarnya jodoh kamu.
Seperti kelahiran dan kematian, jodoh adalah sesuatu yang mutlak berada dalam kuasa-Nya.
Kamu memang bisa berencana dan mengusahakan untuk memperjuangkan siapa, tetapi jika itu bukan jodohmu, kamu pasti gagal entah bagaimana caranya.
"Kalau tidak dicari, kita ga bakal bertemu jodoh kita siapa." Sering banget orang-orang disekitar kita bilang seperti ini, bahwa jodoh adalah hal yang perlu kita usahakan.
Tetapi bukannya setiap pertemuan sudah ada yang mengatur? Kita sering tidak sengaja dipertemukan seseorang di mana, melalui siapa, dan dengan cara apa.
Masih mau bilang kalau jodoh itu kita yang pilih? Jodoh itu kehendak-Nya. Kemantapan hatimu, keyakinanmu, semuanya Allah yang gerakin supaya hatimu mau bilang "IYA"
Memang sesederhana itu. Tiba-tiba ada, tiba-tiba yakin, tiba-tiba mungkin, dan tiba-tiba mudah. Ada saja jalannya, entah restu orang tua, atau caranya yang diluar dugaanmu.
Banyak yang pacaran lama, melalui berbagai macam masalah, tidak direstui, berkali-kali menyerah, tetapi akhirnya mereka menikah. Ya, karena memang itu jodohnya.
Ada juga yang sudah berencana menikah, mempersiapkan segalanya, lalu tiba-tiba gagal, dan tiba-tiba menikah dengan yang lain. Ya, karena memang itu bukan jodohnya.
"Kalau gitu untuk apa pacaran?" Kita tidak sedang mencari pembenaran dan perdebatan antara yang pacaran dan tidak pacaran.
Kita hanya sedang menempuh ikhtiar kita masing-masing untuk menemukan siapa jodoh kita. Tetapi pada akhirnya Allah yang akan memilihkan. Siapa yang kita butuhkan dan siapa yang paling pantas untuk kita.
Jika sekarang ada yang masih sendiri dan tidak kunjung menikah. Ya, karena memang dia belum waktunya. Bukan usianya yang menjadi ukuran, tetapi ketepatan waktu yang Allah tetapkan.
Setiap orang akan dipertemukan dengan cara dan waktu terbaiknya masing-masing. Jika sudah waktumu, tidak ada alasan lagi bagimu untuk mengatakan suatu keraguan.
—ibnufir











