Tepatnya awal bulan April, status belajar jarak jauh masih berlaku. Iya, di Indonesia--juga dunia sedang mengalami sebuah pandemi COVID19 atau SarsCov-2. Tulisan ini kelak harus dibaca ulang olehmu, Man. Sebagai pengingat akan sebuah nikmat. Nikmat “aman” berada di luar. Ya, walau kesehariannya kata “aman” belum bisa dipastikan juga. Namun saat ini, berada di rumah adalah hal baik dan preventif.
Gue gatau kalau belajar di kelas ternyata sebuah nikmat yang kadang luput gue syukuri. Berjalan dari kosan, mampir ke kantin kampus dulu buat sarapan, nyebrang ke rumah sakit dan ketemu dosen dan teman-teman itu nikmat.
Gue gatau ternyata mesen tiket kereta ke luar kota tanpa banyak pertimbangan itu nikmat. Gue ga usah perlu mikirin apakah gue akan berisiko lah, daerah yang gue tuju dikarantinawilayahkan lah, dll.
Gue baru ngerasain nikmatnya bisa ngobrol bareng di coffee shop sama teman-teman sambil bahas materi kuliah bareng, main UNO stack itu juga nikmat.
Sebenarnya, memang akan seperti itu kah? Maksud gue, apakah gue akan selalu telat menyadari hal-hal yang patut disyukuri setelah nikmat-nikmat tersebut dicabut sementara/permanen?
jangan dong, man:(
Yaudah, selamat meghimpun hikmah ya cui!
Ps.
gatau apakah caption setiap gambar akan muncul, jadi mari mengenang--takut lupa.
foto 1 Tembok : Penampakan bagian selatan kelas MKDU. Kangen ya, Man?
foto 2 Uno stacks : Kegabutan menunggu rapat dimulai, lain kali harusnya tilawah ya guis hehe!
foto 3 Langit :Sesuka itu sama kalian-- langit, awan, dan biru. Sering-seringlah mampir di penglihatan. Hehe
Foto 4 lampu jalanan : Hmm ini beberapa jam sebelum gathering bepeha aemeswe, "udah mau berangkat, eh ujan"
Foto 5 satu arah : Jalan ilegal menuju rumah sakit, belakangan ini digunakan kalau kepepet (semisal lapar dan mau segera ke medcafe).
Foto 6 Stasiun belimbing : Ketika sedang dalam perjalanan menuju Blitar. Percayalah, bergerak ke selatan peta Jawa Timur itu pengalaman baru bagiku. Alhamdulillah<3
Foto 7 Kursi dan meja : Di tengah rapat dengan posdm, di sebuah kedai kopi "Coffee toffee". Surabaya:)










