Perkenalkan kami dari TEMAN VIRTUAL. Mulai dari sini, kami akan bercerita, berbincang, dan ngobrol seputar Dunia Virtual. Baik, dari keluh kesah kami, kisah kami, bahkan cerita dan pengalaman kalian yang relate juga.

seen from China
seen from China
seen from United States

seen from Russia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from India
seen from Malaysia
seen from Switzerland
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
Perkenalkan kami dari TEMAN VIRTUAL. Mulai dari sini, kami akan bercerita, berbincang, dan ngobrol seputar Dunia Virtual. Baik, dari keluh kesah kami, kisah kami, bahkan cerita dan pengalaman kalian yang relate juga.
Beda.
Dakwah itu mengajak pada kebaikan, merangkul teman, Bukan merasa paling benar dan menjatuhkan kawan. Bukankah lebih baik kita tau dan kita paham, "dakwah macam apa sih yg dibutuhkan umat sekarang?" Bukan kah bagi seorang pendakwah, Lebih baik kita tau urgensi masyarakat virtual dibanding hanya dengan di bawah bayang? Saya bukan yg paling ahli. Saya tidak berniat menggurui. Tapi bukankah, Mengajak kebaikan kepada sesama jauh lebih baik ketimbang hanya merahasiakan amalan baik demi golongan? Saya tidak menyalahkan. Kita mungkin baik pada sisi masing2. Rezeki Anda sekarang mungkin terletak pada kekuasaan. Rezeki Yang lain mungkin terletak pada kuantitas. Saya mungkin bukan netral. Mungkin juga tak berpihak. Masing2 dari kita toh tak punya hak untuk saling menyalahkan bukan? Anda, mungkin menjudge Mereka salah. Mereka, mungkin menghujat Anda khianat. Suatu rahasia mungkin memang membutuhkan beberapa kebohongan kecil, bukan? -demi kebaikan katanya- Saya bukan tuhan. Saya juga bukan wasit. Mungkin bukan penonton. Belum tentu juga pemain. Wah, Betapa sok tau sekali ya saya? Yang dibutuhkan adalah Ridho dr Allah, Bukan hanya sekadar pengakuan bukan? Apakah itu bisa didapat dg berbagai atmosfer kebencian, yg mengudara di lingkup terkecil kita ini? Bisakah lebih transparan? Bisakah beri klarifikasi? Bisakah tanpa menghujat? Bisakah tanpa saling tidak percaya? Jangan tanyakan pada rumput yg bergoyang. Ia bisa saja lemah, mengikuti angin musiman. Tanyakan saja kepada gunung, yg dengan tegar berdiri kokoh, menyaksikan drama kehidupan masing2 dr kita. Memang, satu atap tak menghalangi kita untuk berbeda.