Kita Adalah Dua Langit Tak Sejajar
Kita berlayar dalam perahu retak Aku mendayung, kamu melihat ombak Kupelajari arah angin dan langit Sementara kamu tetap duduk, memeluk sunyi
Aku jatuh cinta seperti hujan di padang kering Mengira kamu akan tumbuh dan menghijau Tapi kamu tetap jadi batu Menampung air, tapi tak pernah menyerapnya
Aku tak takut masa lalumu yang bergemuruh Aku hanya khawatir masa depan kita tak ada pelabuhan Kamu tak ingin bertualang lebih jauh dan aku tak mau berlabuh pada kemarin
Kita dua langit yang tak pernah sejajar Saling mengagumi, sama-sama tinggi, namun tak bisa menyatu Tak ada pelangi yang cukup kuat Untuk menyatukan senja dan fajar
Terima kasih telah jadi cuaca yang pernah singgah Meski tak selamanya terang, tak pula bencana Semoga suatu hari, saat hujan reda Kita bisa saling memaafkan, tanpa perlu bicara














