MENGENANG MEI 1998, NGERINYA INDONESIA DI JAMAN DAHULU.
MEI, 1998. SEBUAH PERISTIWA YANG SELALU DIULANG ULANG DAN DIPERINGATI TIAP TAHUNNYA.
Well, pada tahun 1998, mungkin saya waktu itu baru berumur 6 tahun. Bagi saya, kenaikan harga dan krisis ekonomi bangsa bukanlah hal yang penting, namun kenaikan harga indomie goreng, ITU yang paling penting.
Saya ga ngerti, saya cuman pernah denger lagu krismon, dulu dipopulerkan sama salah satu penyanyi cilik kita, Cindy Cenora. Yah, namanya juga anak kecil, ngurusin ingusnya yang turun dari hidung mungkin jauh lebih penting daripada ngurusin inflasi yang menjulang tinggi di negeri ini.
Kini, 16 tahun berlalu, usia saya sudah menginjak 22 tahun. Tapi, saya tetap merasa ganteng (Naon deuih). Pagi ini, saya sedang bersantai ria. Namun, sebuah tampilan home di Web saya menganjurkan saya untuk melihat Video. Mulai dari video Hewan lucu yang sebenernya ga lucu lucu amet, mobil balap, yang ga penting penting, sampe akhirnya saya liat sebuah video yang menarik untuk dilihat.
Video ini berjudul, Tragedi Jakarta 1998. Sebenernya saya tau kok tragedi jakarta 1998, kan dulu pernah belajar di Sejarah. Namun, sebetulnya, saya tak pernah nonton video nya secara langsung. Akhirnya, walaupun berdurasi 21 menit, saya coba untuk buka dan menonton video ini.
Ketika saya hanya membaca buku sejarah sekolah, mungkin hal tersebut dirasa cukup.
Ternyata, Video ini membukakan mata saya untuk mengetahui sejarah kelam yang dimiliki negara ini. Dalam video ini, saya melihat sebuah kengerian. Ya, kengerian dari pemerintahan sebuah negara dengan sumber daya yang banyak dan melimpah.
Krisis moneter yang dulu terjadi, ternyata menjadi petaka besar bagi negara kita. Ngeri asli abis. Saya pribadi ga tau, sebelum 1998, bagaimana rasanya soeharto memimpin, orang bilang sih militer sangat pro soeharto, apapun yang terjadi.
Kini, setelah liat video ini, saya melihat dengan nyata. Bagaimana Perjuangan mahasiswa yang memperjuangkan suara rakyat sendiri, bahkan sampai harus ditahan dan diredam oleh angkatan bersenjata republik Indonesia (ABRI)
Saya tidak mengerti, apa yang berada dalam pemikiran pemerintahan soeharto zaman dulu. Sebuah keputusan yang diambil, berakibat fatal pada negeri ini. Bayangkan, hampir setiap minggu masyarakat turun ke jalan, bahkan turun ke jalannya juga gak kayak turun ke jalannya mahasiswa jaman sekarang. Selain itu, kampus kampus di Indonesia, tak hanya swasta, bahkan negeri menolak soeharto untuk menjadi presiden. Belasan menteri bahkan sampai mengundurkan diri dari kabinetnya sendiri. Mengerikan guys, terlalu mengerikan bagi saya sendiri.
Bahkan, demo yang dilakukan pada zaman dulu pun sangat mengerikan, 7 bulan mereka terus berjuang. Layaknya sebuah cerita peperangan jaman dulu, namun yang aneh adalah kedua pihak sama2 memperjuangkan nasib rakyat, tapi mereka harus berjibaku hingga terjadi pertumpahan darah. Bahkan, ada salah satu segmen di Video ini yang memperlihatkan bahwa ada Demonstrasi yang berisi para wanita, tak mau kalah, polisi pun mengerahkan POLWAN untuk menghadapinya. Di hadapan para aparat, para wanita ini bernyanyi lagu kartini. Dan setelah itu, para demonstran diminta bubar dalam lima menit, namun belum sampai 5 hitungan, mereka sudah harus dipukuli.
Di video ini disebutkan, ratusan mahasiswa menjadi korban tembakan. Tak hanya ditembak menggunakan peluru hampa juga peluru karet, namun ada pula yang tertembak oleh peluru tajam. THIS IS MADNESS BRO! Ga cuman mahasiswa, bahkan ada dosen, serta warga sipil yang menjadi korban.
Di video ini, saya melihat, bagaimana rakyat merasa jengkel dengan kelakuan para aparat, bahkan ada orangtua yang anaknya terbunuh ketika demonstrasi, meneriakkan "Janganlah menyerah, perjuangan belum berakhir, terus berjuang, HIDUP MAHASISWA". Merinding bulu dadaku mendengarnya. Bahkan, ratusan mahasiswa berteriak di hadapan para aparat sambil berteriak "PEMBUNUH, PEMBUNUH, PEMBUNUH"
Saya juga baru tau, ternyata, naiknya BJ. HABIBIE menjadi presiden kita pun masih dianggap GAK PANTES sama para mahasiswa. Bahkan PRABOWO dan WIRANTO di katain AN**NG sama mahasiswa jaman dulu. UWOW!
INI NYATA, INI NYATA, INI NYATA BUNG, pernah terjadi di negara kita. Saya kira kisah MEI 1998 ini hanyalah sebuah sejarah yang ada di buku sejarah yang mungkin menjadi cerita sebelum tidur bagi para TNI, POLISI, atau ABRI dalam camp mereka. Dan masih banyak fakta fakta mengerikan lainnya yang akhirnya bisa saya lihat sendiri di Video Ini.
Well, Saya mungkin memang tidak menjadi mahasiswa pada zaman tersebut, tapi ketika saya menonton video ini, hati saya bergetar, pinggul saya pun ikut bergetar. Ya, bergetar karena melihat perjuangan para mahasiswa ini.
Masalah bangsa ini dari dulu sampai sekarang pasti selalu ada, ada beberapa hal yang berjalan menuju arah yang lebih positif, namun tidak terasa begitu signifikan. Ada pula yang bergerak menuju arah yang lebih negatif, tapi banyak yang menutupi seolah hal ini tidak begitu besar. Namun, masih adakah semangat para Mahasiswa yang dulu pernah terjadi?
Mahasiswa pada 1998, memperjuangkan suara rakyat, hingga harus bertaruh nyawa. Asli bro, nyawa. Kebayang abis, face to face gitu ama TNI atau Polisi. Hanya demi memperbaiki permasalahan di bangsa ini.
Yah, sedangkan di zaman kini. Silahkan rekan rekan liat sendiri. Bahkan ketika masalah bangsa masih banyak, banyak dari kita yang mungkin merasa biasa saja dengan problematika ini dan bahkan mungkin bagi kebanyakan mahasiswa yang justru lebih memikirkan "saya kerja dimana setelah lulus nanti" untuk kepuasan diri saja, bukan berfikir "apa manfaat yang bisa saya berikan untuk bangsa ini, minimal orang orang di sekitar saya".
Saya sekarang merasa salut bagi mereka mahasiswa mahasiswa yang masih mau menyuarakan suara rakyat, baik itu lewat jalanan ataupun lewat dunia maya, untuk memperjuangkan bangsa kita. Karena kita tahu, sekarang bukannya jamannya peluru ataupun mesiu, tapi sekarang jamannya komputer dan otak pinter. Sekarang bukannya jaman kekerasan, tapi jamannya kecerdikan. Masalah bangsa tak bisa dihadapi dengan keras kepala, tapi harus dihadapi dengan hati terbuka.
Pantas pelajaran sejarah kata orang sejarah itu penting, karena dalam melihat sejarah, kita bisa berkaca dan mengevaluasi diri untuk bisa menjadi diri yang lebih baik.
Masalah bangsa berubah rubah
Cara berjuang pun berbeda beda
Tapi SEMANGAT Tak boleh merendah
SEBAIKNYA REKAN REKAN PUN MEMBUKA VIDEO INI. DISINI SEJARAH BUKAN HANYA BERBICARA, TAPI JUGA DAPAT DILIHAT
Tragedi Jakarta Part I : http://www.youtube.com/watch?v=gVbMLYVQ-V4
Tragedi Jakarta Part II : http://www.youtube.com/watch?v=IdOetVjlk9M
"MENGENANG MEI 1998, NGERINYA INDONESIA DI JAMAN DAHULU"