Di negeri ini, ada banyak kasus yang harusnya diungkap tapi malah diungkep
.
.
Dikata ayam ama tempe kali ya 🤔

seen from Brazil

seen from United States

seen from T1

seen from Brazil
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Ireland
seen from Türkiye
seen from Switzerland
seen from Indonesia
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
Di negeri ini, ada banyak kasus yang harusnya diungkap tapi malah diungkep
.
.
Dikata ayam ama tempe kali ya 🤔
"The stars are the ancient storytellers of the cosmos, their light spanning eons and vast distances to whisper the universe's tales to us." - Aloo Denish Obiero
Terkadang apa yg kita anggap baik/ benar belum tentu dianggap baik/ benar oleh orang lain, terkadang tanpa disadari/ disengaja kita menyakiti perasaan orang lain. Yg penting kita trus berdo'a semoga kita bisa terhindar dr perbuatan semacam itu. Kalo ak lebih suka diam dr pd omong yg gak perlu, setidaknya meminimalisir perkataan yg menyakiti orang, berfikir dulu sebelum bicara, pilih kalimat yg baik. "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam" (Bukhari & Muslim) berusaha menjadi rendah hati, saling menghormati & jujur. Berfikir sebelum melakukan sesuatu terutama yg menyangkut urusan dgn orang lain
ucapnya kala itu...
“Menolak Lupa” dalam Film Dear Nathan 2017
Film Dear Nathan 2017 yang rilis pada bulan Maret bercerita mengenai Salma, Siswi pindahan di SMA Garuda, yang secara tidak sengaja bertemu dengan Nathan. Nathan yang to the point dalam bersikap membuat Salma ,yang pemalu dan pendiam, kikuk dalam menghadapinya. mereka pun saling menaruh rasa satu sama lain.
eitsss, kali ini saya nggak akan ngebahas mengenai romansa antara Nathan dan Salma. bisa nanggis darah dong, secara yang saya bahas adalah “pasangan”, sementara saya .... eh kok malah ngomongin kengenesan saa, sudah mari kita lanjutkan. kali ini saya akan membahasa mengenai pesan sosial yang terselip dalam film ini. meskipun saya tidak tahu apakah pesan tersebut disengaja pun tidak. pesan tersebut yakni “Menolak Lupa” Kasus Munir.
“loh kok bisa? bukannya Dear Nathan itu filmnya tentang percintaan remaja. harusnya kan tentang adegan pelukan sampai ciuman? ini kok bahas pesan menolak lupa?”. apakah film yang notabene untuk penikmat adegan romantis tidak boleh disisipi pesan sosial? jawab itu dulu. secara keseluruhan hanya 2 kali saya melihat pesan ini disampaikan, yakni saat adegan Nathan membantu Salma masuk sekolah melalui tangga dan saat Salma didekati lelaki hidung belang di sebuah halte. (kalau salah dikoreksi ya, ini bukan promosi film)
sebelum masuk pada frame Nathan membantu Salma menaiki tangga melewati pagar sekolah. sebuah poster bergaya hope terpampang pada dinding seng warung yang terlihat sebagai sosok Munir. lalu juga pada pada tiang halte yang terdapat poster biasa bergambar Munir. meskipun hanya dua kali, menurut saya ini adalah penyampaian perlawanan yang bagus.menolak lupa dan merawat ingatan.
Sosok Munir Said Thalib atau Cak Munir sering diidentikkan dengan aktivis dan pejuang hak asasi manusia. Munir muda lulus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, tidak dengan supercemerlang. Namun, hidupnya menjadi cahaya penegakan hak asasi manusia (HAM) sejak masa Orde Baru, di mana subversi adalah kejahatan terhadap negara dengan risiko nyawa. (http://nasional.kompas.com/read/2016/09/08/20162571/tentang.munir.tentang.indonesia?page=all)
yaap, pemaknaan perlawanan saat ini memang dapat dikatakan “mengering”. generasi milenial (termasuk saya) kurang dapat memaknai perlawanan. mayoritas melawan hanya sebatas pergulatan batin, pencarian jati diri. melawan aturan yang dibuat yang notabene tidak mengerti, itu aturan yang berdampak baik atau berdampak buruk, intinya melawan. kan kacau....
strategi perlawanan yang dilakukan oleh produser ,bagi yang menyadari, adalah terobosan berharga. menarik ingatan generasi milenial yang mungkin tidak mengetahui kasus Munir, Marsinah, dan Aktivis HAM lainnya akan mulai mengenal siapa mereka dan bagaimana kisah mereka.
So, good people mari benar-benar menjadi orang baik, yang berani jujur pada diri sendiri, bahwa ketika ketidakbenaran muncul di depan mata kita, kita harus menjadi Munir, Marsinah, Widji Thukul dan mereka-mereka yang sengaja dilenyapkan karena sebuah kebenaran. mari menolak lupa dan merawat ingatan, bahwa kebenaran selamanya akan menjadi kebenaran.
Darimu jendral penindas hamba belajar meracik senjata Dari bubuk mesiu kebenaran Membentuk peluru-peluru kata Dan kau tercengang Ketika peluruku lebih mematikan dari milikmu Kemudian aku kau lenyapkan Namun kata-kataku selamat Mereka terbang keliling dunia Membawa sukma tuan yang melahirkannya Merasuk pada memori anak-anak jaman Mengeras dalam tubuh yang semakin dewasa Di masa lalu aku tertindas Namun di ruang waktu Kau tergilas Di masa lalu aku tertindas Namun di ruang waktu Kau tergilas Karena kata-kataku beranak pinak Dalam keabadian kebenaran membatu
Dalam Keabadian Kebenaran Membatu, Putri Nganthi Wani
Negeri ini tak butuh kata maaf, negeri ini sudah puas di sakiti, negeri ini harus bangkit, memaafkan bisa jadi yang utama, namun tak ada salahnya menuntut keadilan aga ketidakadilan tidak hidup lagi di negeri dan bumi ini
Ar Rijal
Kamisan