Dari hari ke hari rasanya beban hidup kita semakin bertambah, kecemasan dan perasan negatif kita semakin bertumpuk.
Kenangan masa lalu yang tidak pernah selesai, ketakutan tentang masa depan yang semakin menjadi-jadi, juga serangkaian tuntutan hidup yang meminta untuk segera diselesaikan.
Bukannya bisa menjalani hidup dengan tenang, kita justru merasa terbebani dengan begitu banyaknya hal yang mesti kita pikirkan.
Kita dibuat kebingungan, masalah mana yang sebetulnya harus diselesaikan lebih dulu, persoalan apa yang sebetulnya tidak terlalu penting untuk kita permasalahkan.
Kita dibuat kewalahan, rasanya sulit untuk bisa bersantai, sulit untuk bisa menikmati dan menjalani hidup tanpa tergesa-gesa.
Belum lagi kita selalu berusaha untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Sampai-sampai kita lupa dengan apa yang sebenarnya kita mau. Kita lupa mendengarkan diri kita sendiri.
Kita terus melangkah menyeret diri, seolah-seolah semuanya harus selesai dengan sempurna.
Ketenangan tidak pernah menjadi milik kita. Dan kita terus saja menambah keinginan, kita terus saja menciptakan begitu banyak harapan baru.
Kita takut menjadi terlihat biasa-biasa di hadapan orang lain, hingga kita begitu erat menggenggam semua kesibukan kita.
Kita tidak mau terlihat sederhana, dengan melepaskan pikiran-pikiran yang membebani kita, dengan melepaskan keinginan-keingan yang membuat kita tertekan.
Kita takut tampil sederhana, menjadi diri kita sendiri, menjalani standar hidup yang sesuai dengan kemampuan kita.
—ibnufir













