MERELAKAN KEHILANGAN Rupa membisu, pekiknya palsu Masih tertegun,saling menatap tanpa bertatap. Sedang canggung mengisi celahnya Bertemu lagi, setelah lamanya bersahabat dengan jarak. Aku terbiasa Dia hilang. Aku tak gusar Lorong sepi begitu indah, beriringan hujan disudut gelap mata Membasahi bumi,menyibak tirani. Kita masih diam, mencibir malam Waktu membeku, berhenti di saat yang tidak tepat Aku hampir lupa kedatanganya seorang diri. Rautnya beda, dibawah cahaya bulan yang merona Akhirnya kita mencair mengalir ditempat yang damai. Sepanjang malam kebarat dan ketimur entah sudah sampai mana kita sampai lupa sudah waktunya berpisah. Lagi. Kembali ke rutinitas. Kembali ikhlas. Karena kepulanganku tak lagi seperti dulu Terombang-ambing tak berdaya. Sudah lama sejak aku memulai kebohogan itu, lalu pada akhirnya aku merelakan Kutemukan rumah baruku, tak perlu lagi berteduh di warung kopi tak perlu lagi berteduh dirumahmu. Namun tetap fatamorgana tak terelakkan Aku mulai menyibukkan diri, dengan kegiatan positif agar tak Kembali hanya untuk menyesali masa lalu Yang dulu bukan aku tak mau, hanya tak berani karena ada ketakutan yang harus kusembunyikan Karena kita sama tahu bahwa akhir dari rasa hanyalah perihal perpisahan,juga tangisan Dan hanya akulah yang merasa kehilangan, yang aku sendiri takt ahu pasti apa yang sudah hilang Jelasnya kita menjalin kasih. Dan hanya sebatas asumsi yang ku buat sendiri. #30DJ #30DJ3 #30DJ3Day18 #30DJofAWI #30DJSeason3 #300Juni2020 #tantanganmenulis #tantanganmenulis30hari #kompetisimenulis #AWIOfficial #shotonnokia #nokia #lightroompresets #menulislagi #menuliskata #merelakan https://www.instagram.com/p/CBlD64SDrxM/?igshid=16zhcjp6x7bnc














