Lomba Lari 2016: Review Subyektif
Tahun 2016 menjadi tahun pertama saya serius berlari. Walau tetap lari hore, namun ada banyak teknik dan program yang saya dapat, apalagi semenjak bergabung dengan komunitas lari, khususnya TNR dan SMTR dari Indo Runners. Berbarengan dengan lari yang semakin serius (namun hepi), mulai lah saya ikutan kegiatan lari berjamaah, mulai dari lomba lari, lari santai, sampai lari amal. Nah kali ini ogut mau ngasih review singkat lomba lari yang ogut ikutin sepanjang 2016.
Ada 9 medali yang saya dapetin selama 2016. Gak terlalu banyak, karna: 1. mulai ikutan lomba lari itu di bulan Juli, dan 2. Gak semua lomba bisa diikutin, selain karna jadwal yang bentrok, faktor dana juga berperan besar, hehehe.
8 medali saya dapetin dari lomba lari langsung di lintasan, sedangkan 1 medali lain dapet dari tantangan virtual. Review ini sifatnya subjektif, pure dari pemikiran dan pendapat saya, tanpa ada niat menjatuhkan atau meninggikan suatu event tertentu. Okeh, let’s check it out!
Keterangan penilaian:
Harga: Biaya yang saya keluarkan buat ikutan acara ini, termasuk uang pendaftaran dan ongkos transportasi.
Lari: Kegiatan saat berlomba, termasuk water station, lintasan yang steril, dan tenaga medik.
Medali: Medali penamat yang diberikan, termasuk desain dan detail.
Kaos: Kualitas kaos lari yang diberikan, baik kaos lomba maupun kaos penamat (bila ada), termasuk daya kering dan desain.
Fasilitas: Hal-hal pendukung sebelum dan setelah lari, meliputi shuttle bus, coaching clinic, door prize dan hiburan.
Penilaian menggunakan nilai 1 sampai 5, dengan nilai 5 sebagai nilai tertinggi (terbaik).
1. Milo Jakarta International 10 K, 24 Juli, Kawasan Epi-Walk
Harga: 5/5 Lari: 5/5 Medali: 5/5 Kaos: 3.5/5 Fasilitas: 4/5 Overall: 4.5/5
Biasa disebut Milo Jitenk, ini dia lomba lari pertama saya. Gratis, lintasan lari nya steril, dan ada fly-over sebagai tantangan lari. WS (Water Stasion) nya mencukupi, Desain kaos nya gak istimewa dan agak tipis, tapi masih oke. Door prize nya berlimpah (sayang gak dapet, haha), dan ada banyak hiburan setelah lari. Untuk review lengkap, bisa cek di sini. http://rikhoorariri.tumblr.com/post/147991683909/milo-jakarta-international-10k-2016-lomba-lari
2. Air Force Run, 10K, 4 September, Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma
Harga: 4/5 Lari: 5/5 Medali: 5/5 Kaos: 4.5/5 Fasilitas: 3.5/5 Overall: 4.4/5
Diselenggarakan oleh PARASENA 1996, yang unik dari lomba satu ini adalah, kita bisa berlari di samping pesawat2 TNI-AU yang keren keren banget itu. Lintasannya steril, adem dan sejuk. Udah gitu, tanjakannya gak curam tapi panjang, bikin geregetan, hahaha. Medalinya bagus banget, detail nya keren! Kaos nya juga nyaman dengan desain yang oke. WS nya berlimpah, dan ada hiburannya. Satu kekurangan acara ini, penunjuk jalan ke venue nya sangat minim, banyak yang gak tau posisi persis tempat acara, termasuk saya, dan akibatnya banyak yang terlambat start.
3. Capital Market Run, 10K, 25 September, The Breeze BSD
Harga: 5/5 Lari: 4/5 Medali: 3/5 Kaos: 4/5 Fasilitas: 5/5 Overall: 4.2/5
Penyelenggaraan yang ketiga (CMIIW) oleh Panin Asset Management, kali ini ada kategori 21K selain 5K dan 10K. Saya ikutan yang 10K. CMR termasuk lomba lari yang sangat aktif mempromosikan acara, ada road show ke mall-mall, ada kuis IG, dan bahkan ada coaching clinic dan talk show. Dari kegiatan2 pre-run, saya dapet 2 handuk sebagai door prize, lumayan, hehehe. Coaching clinic nya 2x (saya ikutan sekali), dan ada talk show, yang kesemuanya sungguh bermanfaat. Juga disediakan shuttle bus dari Fx, Citos dan Bekasi. Lintasan lari nya kurang menantang, tapi WS nya melimpah. Kaos nya dari merk ternama, jadi kualitas nya terpercaya, tapi warna kaos nya kurang eui. Yang paling saya kurang suka dari CMR adalah medali nya. Terlalu simpel.
4. Jakarta Marathon, HM, 23 Oktober, Kawasan Monas
Harga: 2.5/5 Lari: 4/5 Medali: 4/5 Kaos: 3.5/5 Fasilitas: 3/5 Overall: 3.5/5
Salah satu lomba lari yang paling sering dibicarakan (sekaligus dikritik). Inilah lomba setengah marathon saya pertama saya. Karena lintasan lari nya di pusat kota, udah pasti gak steril. Dapet rentetan bunyi klakson dan umpatan dari para pengendara yang jalannya ditahan oleh kami-kami ini, hahaha. Tapi WS dan medik yang ditakuti bakalan kurang (kayak JakMar2 sebelumnya) ternyata ada berlimpah ruah, thanks to many communities that supported us. Medali nya sih aku suka, detailnya bagus, ukurannya pas. Kaosnya dari merk ternama, tapi tipis banget. Kecewa sama fotografer official nya yang kurang bagus, tapi banyak banget fotografer non-official yang bikin ogut dapet banyak foto. Yang paling dahsyat sih uang pendaftarannya, 750ribu untuk HM. Untungnya dapet diskon, 50% lebih, jadi masih bisa ikutan. Review lengkap nya bisa dibaca di sini. http://rikhoorariri.tumblr.com/post/152945090069/jakarta-marathon-2016-medali-half-marathon
5. 7.1 Digital Running For Innovation, 7.1K, 30 Oktober, Plaza Barat GBK
Harga: 4/5 Lari: 3.5/5 Medali: 2.5/5 Kaos: 3/5 Fasilitas: 3.5/5 Overall: 3.3/5
Diselenggarakan untuk merayakan Hari Bhakti Postel, dengan tema menyambut era digital. Sayangnya satu2 nya yang digital dari acara ini adalah sistem bayar makanan yang harus pake kartu. Desain kaos nya bagus di depan tapi buruk di belakang, kebanyakan logo sponsor. Jalur lari nya hampir semuanya gak steril, dan lumayan padat di bagian JCC, untungnya para marshal bekerja dengan baik. Hiburan setelah lari lumayan banyak, dan ada door prize, tapi medali nya cukup mengecewakan, cuma tulisan 7.1 yang gede, sama sekali gak ada unsur digital era atau pun innovation nya. Untungnya biaya pendaftarannya murah, jadi gak kesel-kesel amat.
6. Superball Run, HM, 6 November, Fly-Over Antasari
Harga: 4/5 Lari: 3.5/5 Medali: 4/5 Kaos: 4/5 Fasilitas: 3.5/5 Overall: 3.8/5
Salah satu lomba lari yang unik. Kita gak dikasih jersey lari, tapi kita lari dengan jersey tim sepakbola kesayangan kita. Dan kita dapet kaos penamat yang desain nya oke juga, walau terasa agak penuh. Karena lari nya melewati area CFD, ya wajar jalur lari nya lumayan padat. Keistimewaan SuperBall Run selain memakai jersey lari, kita berlari melewati salah satu fly-over, untuk kali ini fly-over Antasari. Tapi sayang banget, WS yang harusnya stand by di beberapa titik di fly-over, ternyata habis dengan terlalu cepat. Banyak peserta yang tidak mendapat minum sepanjang fly-over, termasuk saya, dan itu cukup fatal sih kalo kata saya.
7. 2XU Compression Run, HM, 27 November, Mall @ Alam Sutera
Harga: 5/5 Lari: 3.5/5 Medali: 3.5/5 Kaos: 4.5/5 Fasilitas: 4/5 Overall: 4.1/5
Sebenarnya uang pendaftaran HM nya lumayan mahal, 625 ribu. Tapi untungnya saya dapat tiket gratis karena menang kuis, jadi bisa ikutan. Tapi akibatnya saya dapet ukuran kaos sisa, yaitu ukuran S untuk kaos lari dan penamat. Untungnya kaos lari nya masih muat. Kaosnya nyaman, warna nya bagus dan desainnya simpel. Antrian kaos penamat luamyan panajng, dan entah kenapa ukuran kaos penamat nya terasa lebih kecil, jadi sampe sekarang belum pernah dipake. Jalur lari nya cukup steril, tapi terlalu datar, gak ada tantangan. Medalinya juga gak istimewa, terlalu sederhana. Untungnya panitia menyediakan shuttle bus dari Fx, dan ada beberapa spot foto di lokasi acara.
8. BRI RUN, 10K, 4 Desember, Plaza Selatan GBK
Harga: 5/5 Lari: 4/5 Medali: 3.5/5 Kaos: 4/5 Fasilitas: 4.5/5 Overall: 4.2/5
Lari 2016 saya tutup dengan BRI RUN. Dan puas! Gratis, kaosnya bagus, WS nya mencukupi, dan hiburan setelah acara nya berlimpah. Ada cetak foto gratis, door prize, dan hiburan dari Gigi yang mantab! Sedikit kritik di waktu start yang molor dan desain medali yang gak terlalu istimewa.
9. Allianz Virtual Run with Team Chubby, 28 Agustus - 17 November
Harga: 5/5 Lari: - Medali: 4/5 Kaos: - Fasilitas: 4/5 Overall: 4.33/5
Ini dia tantangan virtual saya. Jadi Allianz membuat virtual challenge dengan niat mengumpulkan 50 ribu km yang nantinya akan diubah menjadi bantuan kepada kaum disabilitas. Tiap peserta yang ikut diwajibkan menulis komitmen lari selama tiga bulan, dan harus melampauinya. Saya ikutan memberi komitmen berlari 267 kilometer, dan berhasil berlari sejauh 464 km selama 3 bulan. 200 peserta yang berhasil melampaui komitmen, berhak mendapat medali, dan saya termasuk di antaranya. Tidak ada biaya pendaftaran, dan mendapatkan medali, lumayan. Medalinya sih gak terlalu keren, tapi lumayan lah, eksklusif. Satu hal yang menjadi nilai tambah, AVR bekerja sama dengan Team Chubby juga menyelanggarakan beberapa kali coaching clinic (walaupun saya gak pernah ikutan).
Dari penilaian di atas, bisa saya bilang Milo Jitenk merupakan lomba lari paling berkesan buat saya di tahun 2016. Mungkin karena itu juga lomba pertama saya, jadi ada kesan tersendiri. Dan Digital Run jadi yang paling kurang berkesan buat saya.
Okeh, itu dia, guys, review sederhana ogut. Kalo gak sependapat, maklumin aja yaak, kan namanya pendapat, hehehe.
Kalo ada kesempatan, nanti ogut juga akan me-review lari santai dan lari amal yang pernah saya ikutin.








