Praise to the Lord, the Almighty! • My third Full Marathon race, far from my Personal Record, but so much better than previous one. • Since this is my first time to go to Bali, I'd want to make this race as enjoyable as possible. I don't want the nightmare of Jakarta Marathon recurrent. It means I must have a well preparation. • Thank you PakLe Sulis @soelistyo_adi for your program and supervision, I truly appreciate your kindness. Three months of preparation, not all menus are delighting, but I believed it will work for me, and I was right. The target indeed wasn't met, but I did my best, and I really enjoyed my five hours thirty minutes and forty seconds adventure. Bali Marathon is indeed lebaran nya para pelari. The people's enthusiasm is second to none, filling the road with cheering and support all 42.195 kilometers! Matur suksma! • Also big thanks to friends, family, and everyone for the support, cheering, prayers, and advices. God bless you all. • #BBS #BelajarBersamaSoelistyo #IndoRunners #IRRuniversity #TrainingwithFriends #mindeRunners #MariLari #ThatwasFun #LarisambilNunduk #BaliMarathon2018 #MBM2018 #MaybankBaliMarathon #MaybankIndonesia (at Bali Safari and Marine Park) https://www.instagram.com/p/BnsUGgHBr1A/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1myib22k63xhv
SMTR Pacers Generation Nov. 17 • Seven months of wonder, really thankful for being part of this amazing team. • Mistakes were made, and for that I am truly sorry. Memories were made, and for that I am truly happy. • See you again on another running journey. • #smtrpacers #indorunnerspacers #indorunners #irruniversity #proudindorunners #proudirruniversity #marilari #memories #mistakes #runners #friends #family • Credits: @sufihm @fathurma @afif_gunung @adheheru (at Runners Avenue, SCBD)
Thank you for asking me to be part of this marvelous team. Thank you for the knowledge, guidance, awareness, and appreciation. And thank you for all days of hard works and joy. Let's make some more! • Photos by @sufihm. • #indorunners #irruniversity #runiotp #runitrack #runist #smtr #runitrailblazers #comsquad #bukberrangers #runirangers #proudindorunners #proudirruniversity #marilari (at Ala RITUS)
Once in while, we put those jerseys aside and put the suit up! • Happy wedding, our @andribadu and @septisetiyawati! Wish you two running this new chapter smoothly, overcome those obstacles ahead and finish it together! God bless you two! • #BCProject #BCSah #PrambananSquad #IRRuniversityPrambananProject #PrambananProject #TPPSquad #IRruniversity #wedding #party #family #friends #gentlemen #suitup (at Gedung Aneka Bhakti)
Mandiri Jogja Marathon 2018 • Thank you for all who running with us, I hope you all got a pleasant experience (like me) and achieve your target. • Thank you for @indorunners @irruniversity and @mandiri_jogmar for giving me this opportunity, and thanks for my fellow pacers, especially sub-3 hours pacers, @sebtryna_eva and @radencokro19, for the memorable 21.1K! • It's an honor to be part of this extraordinary team. See you in another project! • Photos by: @fathurma @mesarace @leonyam • #mandirijogjamarathon2018 #IndoRunners #IRruniversity #marilari #jogjamarathon2018 #IndorunersPacers #JogjaMarathonPacers #halfmarathon #race #finisher #runners #running #instarunners #igrunnersindonesia (at Candi Prambanan)
I am so blessed! . There are so much negativities in this world lately, yet I'm surrounded with them, the positivities. . Thanks for the greetings, the surprise, the cakes, the candles, the daster (😆), the make up, the lipstick, the laughs and above all, the prayers. Wish you all the best, too! . Cheers for another blessed year! . . #28yearsold #blessed #birthday #family #friends #cake #candles #fun #love #laugh #IndoRunners #mindeRunners
Tahun 2017, saya semakin gandrung berlari. Yang tadinya suka nonton dan baca novel, di tahun ini jadi berkurang banyak, digantikan sama program-program lari. Semua dimulai saat saya diterima di Runi The Prambanan Project oleh IndoRunners Runiversity berkolaborasi dengan Pocari Sweat Sport Science.
Tapi ada yang gak berbeda dengan lari di 2016, yaitu jumlah lomba lari yang saya ikutin tetaplah sangat sedikit, hehehe. Saya bukan medal hunter sih, jadi ikutan lomba lari yang saya kepengen aja, sisanya lebih sering dihabiskan dengan SMTR.
Tahun 2017 ini saya dapat 8 medali, 2 di antaranya dari lomba lari virtual (yang semakin populer). Berbeda dengan tahun lalu, kali ini gak ada lomba yang gratis, hihihi. Nah berikut ini adalah review singkat saya terhadap 8 lomba lari tersebut. Murni bersifat subyektif, berdasarkan pengalaman pribadi, tanpa ada niatan menjatuhkan atau meninggikan suatu race atau merk tertentu.
Skala penilaian, 1 sampai 10, semakin tinggi angkanya, semakin bagus nilainya. Penilaian meliputi biaya yang harus dikeluarkan, pengalaman saat berlari, fasilitas yang disediakan, kaos lari dan penamat (bila ada), dan medali. Check this out!
1. Mandiri Jogja Marathon, Full Marathon, 23 April, Kawasan Candi Prambanan
Lomba lari pertama saya di tahun 2017, langsung ambil Full Marathon, hahaha. Ini juga adalah pengalaman FM pertama saya, makanya gak mau sembarangan, 42 kilo itu jauh Cuiiii! Ikutan ini karna Runiversity buka training program untuk JogMar, dan bekerja sama dengan Pocari Sweat Sport Science, kesempatan langka yang tak boleh disia-siakan. Puji Tuhan diterima, dan bersama 21 orang lain, kita digembleng selama dua setengah bulan, dari sisi fisiologi, medis, nutrisi, dan psikologi. Paket komplit pokoknya.
Race nya bisa dibilang mantap dan berkesan! Registration fee nya terjangkau, agak berat di ongkos dan penginapan aja, hahaha. Untuk penyelenggaraan pertama, semua berjalan dengan baik. Rute (FM) nya menantang, tanjakan halus berbelas-belas kilo, masuk ke jalan-jalan kecil bertemu dengan warga sekitar, dan diakhiri dengan pemandangan candi-candi. Kekurangannya hanyalah di medis. Obat-obatan yang tersedia kurang memadai dan jumlahnya sangat terbatas. Jersey race nya lumayan bagus, tapi desainnya kurang keren. Nah lain dengan jersey penamatnya, warna dan desainnya saya suka. Medalinya super ciamik, detailnya istimewa! Pengalaman FM pertama saya benar-benar mengesankan.
2. Milo Jakarta International 10k, 10K, 23 Juli, Kawasan Epiwalk Rasuna
Ikutan Milo Jitenk untuk kedua kalinya, kali ini gak gratis, tapi masih terjangkau dengan banyak souvenir. Nah sebagai kompensasi biaya, semua peserta yang finish akan mendapatkan medali, berbeda dengan tahun lalu yang medalinya disediakan sangat terbatas. Ada yang lebih istimewa lagi, 2000 penamat pertama akan mendapatkan medali yang sedikit berbeda, dan saya termasuk di dalamnya, hehehe. Sama seperti tahun lalu, penyelanggaraannya rapih dan berkesan. Salut dengan panitia, padahal ada belasan ribu orang yang ikutan, tapi tetap istimewa. Kelemahan Jitenk selalu terdapat di kaosnya, tapi gak apa-apa, saya maklum. Oh iya, di sini saya mendapatkan PB 10K.
3. Pocari Sweat Bandung Marathon, HM, 30 Juli, Gedung Sate Bandung
Breaking 2 adalah tujuan utama saya di Bandung Marathon ini, dan berhasil, Halleluya! Latihan dengan cukup intensif bersama Training with Friends dan Runiversity bener2 berdampak besar.
Tahun ini Pocari Marathon pindah dari Jakarta ke Bandung, dan akhirnya membuka kategori FM, tapi karna tujuan saya adalah sub 2 di HM, maka saya mengambil kategori setengahnya. Race centralnya meriah, rute lari HM nya bikin gemas, karna tanjakan halus di mana-mana, untungnya rute selalu steril. Dan Pocari menyediakan Pacers yang membantu kita meraih waktu yang kita inginkan, sangat membantu. Race pack collection nya juga meriah, walau sempat chaos karna penuhnya antrian sedangkan sistem mereka sedang down (cmiww). Saat race pack collection, saya reunian dengan para experts yang menggembleng kami di Prambanan Project, saat itu juga jersey mindeRunners muncul ke publik, hihihi. Karna lari bareng temen-temen mindeRunners, ini jadi salah satu race paling fun yang pernah saya ikuti. Medalinya sungguh istimewa, desain dan detailnya top! Sayangnya kaos lari nya ternyata berbentuk slim fit. Sekalipun tak pernah saya pakai, sampai sekarang, bahkan sudah terjual, wkwkwkwk.
4. Superball Virtual Ramadhan Run, 14,38K, selama Ramadhan
Salah satu dari dua virtual run yang saya ikutin tahun ini, alasannya? Bukan, bukan karna biar tetep lari di bulan puasa, saya kan gak puasa, jadi aktivitas lari lanjut terus. Alasannya adalah karna biayanya didiskon, dan door prize nya lumayan, hahaha. Sayangnya gak berhasil dapat, wkwkwk. Karena ini virtual run, jadi bebas dilakukan di mana saja, waktu itu saya ngelakuinnya di rumah pas pulang kampung. Gak ada kaos race atau finisher, dan medalinya, seperti biasa khas Superball, besssaaarrr...
Virtual run lainnya, dilakukan selama masa libur lebaran. Ikutan karna medalinya super unik, berbentuk mangkok ayam legendaris dan tali nya seperti meteran, dengan filosofi badan akan membengkak karna makan (opor) mulu selama lebaran. Ada kaos finisher-nya, dan waktu finish kita disablon di atas nya.
Salah satu race yang ogut tunggu, lari nya malam-malam di jalanan BSD, pasti akan meriah! Eh ternyata kemeriahannya cuma ada di race central, sedangkan rutenya sendiri tidak ada apa-apa, dan di beberapa titik gelap, jauh dari bayangan. Plus waktu itu kaki saya lagi sakit-sakitnya, huft. Kaos larinya aku suka, warna orange cerah, tapi medalinya gak terlalu istimewa.
7. New Balance Run On ID, 7K+1, 17 September, Mall @ Alam Sutera
Naaahhh, berkebalikan dengan lari malam di atas, saya puas banget dengan NB Run On ID ini, mungkin karna saya memang penyuka NB yaaa. Di jalur lari terdapat beberapa hiburan, seperti cheerleaders, tanjidor, dan penggebuk drum. Kaos larinya berwarna hijau neon dengan bahan kualitas prima, medalinya pun unik, kalo kita finish 7K saja, maka kita akan mendapat medali yang tengahnya bolong, nah untuk mengisi bagian yang berlubang, kita harus berlari 1K lagi. Dan aku mendapatkan sepasang sepatu baru hasil main kuis, hehehe.
8. Mandiri Jakarta Marathon, FM, 29 Oktober, Kawasan Monas
Memulai dan menutup race di 2017 dengan FM? siapa takut! Dengan hasil virgin FM yang baik, dan persiapan JakMar yang gak kalah baik, saya yakin FM di JakMar ini juga akan berakhir baik. Hasilnya? ZOONNKK!! Ini adalah finish terpenyok yang pernah ku hadapi, hahahaha! Kalau mau dicari-cari, pasti banyak excuses dan kesalahan yang bisa diungkapkan, tapi yasudahlah, mari kita nilai saja pelariannya. Gate yang super telat dibuka, drop bag yang kacau, start yang kecepetan. Rute tidak berubah seperti tahun lalu, tidak steril dan kebanyakan kilometer. WS yang tersebar juara semua, pun dengan mediknya, marshall nya aja yang kurang. Detail dan corak medali sebenarnya bagus, tapi desainnya kurang. Kaos racenya biasa saja, dan kaos finisher nya super absurd, entah siapa orang yang ada di kaos tersebut.
Oke, itu dia komentar dan review dari saya, murni pendapat pribadi. Untuk saya, JogMar dan NB Run On ID memberikan pengalaman paling menarik di tahun ini, dan paling kecewa sama JakMar (udah siap lahir batin sih) dan yang gak disangka adalah Puma Night Run yang di bawah ekspektasi.
Untuk 2018 saya ada beberapa race yang ingin dicoba. Akan mencoba trail race pertama di Tahura Bandung, JogMar buat reunian dengan anak-anak Prambanan Project, Milo Jitenk yang jadi agenda rutin, Pocari Marathon yang menyenangkan, MBM yang belum pernah tercicipi, dan Borobodur Marathon yang tahun ini dapat review super postif after last year’s disaster. Musti mengencangkan ikat pinggang banget nih buat nyicipin itu semua, hahaha. Semoga kesampaian.
New Balance Run On Indonesia 2017! Puji Tuhan kaki terasa jauh lebih nyaman. Di awal berniat easy run saja, tapi karna kedua kaki terasa enteng ditambah rute yang cukup datar dan jarak yang pendek, jadi naikin tempo di KM 4. Racenya asik, buat saya lebih asik dibanding lari malam hari nya merk sebelah. Di beberapa titik ada para penyemangat, seperti tim cheerleader dan para drummer yang penuh semangat. WS ada di tiga titik, medis di beberapa titik, dan medalinya unik! Harus nambah sekilo lagi biar gak bolong tengahnya, macam donat saja. (Walaupun sempet musti ganti medali karna magnet si +1 gak kuat) Paling seneng karna bisa naik ke atas panggung dan dapet hadiah sepatu baru. Haleluya! . . . . . . . #NewBalanceRunOnId #NBRunOnId #TeamNB #IndoRunners #TrainingWithFriends (at Mall @ Alam Sutera Serpong)
Gak ikut puasa, gak ikut sahur, gak ikut ibadah, bukan berarti gak bisa ikut merasakan kebahagiaan dan kumpul2nya dongg... Tahun ini acara buka bareng nya lebih banyak seiring bertambahnya teman (anggap aja saya teman kalian yaaa). Makasih banyak karna saya menjadi bagian dari acara buka bareng kalian: . 1. Prambanan Project Squad! Dimulainya era arisan 12 bulan! (Semoga di bulan keempat saya udah jd sahabat permanen) . 2. Dobby Dobby Pintitwan Squad MTPK Group (panjang amat ini nama geng). Jarang2 nih malah yg ulang tahun yg ngasih kejutan! . 3. Big Family of Zero Seven. Semoga niatan acara Satu Dekade nya bisa kejadian! . 4. Anak2 who call themselves Absurd Runners. Pertama kalinya makan di rooftop, cuacanya cerah yaaa! . 5. Training With Friends (sayang gak sempet foto, keburu makan kalap). Bahkan pas bukber pun yg dibahas adalah topik2 tidak umum dan ajaib. . . . Semoga kalian sehat dan bahagia selalu dan bisa berjumpa dengan Ramadhan berikutnya. . . . . . #Ramadhan #Bukber #Iftar #Friends
A day to remember. A memory to cherish. A bond to hold tight. Congraduation, all! 💛 . . . . . #IRruniversityPrambananProject #IndoRunners #IRruniversity #IRruniversityTrainingTeams #IRruniversityPocariSweatSportScience #PocariSweatSportScience #PocariSweat #BornToSweat #MariLari (at Siaga Raya 77)
Dua setengah bulan, sepuluh minggu, tujuh puluh hari, dua puluh delapan sesi. Program dan latihan yang berat namun luar biasa menyenangkan sudah kita lalui, dan akhirnya Jogja Marathon pun sudah kita selesaikan. Kini saya resmi menjadi penamat marathon dengan hasil yang cukup membahagiakan. Walaupun belum berhasil mencapai target, setidaknya saya bisa menyelesaikannya dengan baik, dengan catatan waktu yang cukup memuaskan. Terima kasih banyak untuk @indorunners, @irruniversity dan @pocariid yang sudah memilih saya di #PrambananProject ini. Untuk PakDekan @mryasha, Mamih @pinkydgraini, Kang @rizwandie, Bang @ejarlan, Kak @vidyvii, dan anggota komite lainnya untuk kesempatan yang berharga ini. Untuk Pocari Sweat Sport Science, Team Leader Mas Putra @putoraputra, Head Coach Aldy @rinaldymra, Coach Dodit @doditadit, Dokter Andhika, Fisioterapis Citra @anisacitras, Nutrisionis Fanny @fannydiandra dan Psikolog Dara @daraputrig. Terima kasih untuk gemblengan dan pengawasan kalian. Tidak cuma ilmu, kalian juga memberikan teladan, bimbingan dan dukungan yang sangat berarti buat pemula yang pandir seperti saya. Semoga kalian tetap menjadi pribadi yang baik seperti sekarang, dan menjadi semakin ahli di bidang masing-masing. Untuk teman-teman peserta, yang unik, yang punya ciri khas tersendiri, yang tegas, bijak, lucu, kalem, absurd, aneh, ah sungguh kalian paket komplit! Terima kasih untuk warna-warni selama ini, semoga kalian sehat selalu, semakin keren larinya, semakin kece finisnya! Saya pribadi, dan saya yakin semua peserta, merasa bangga bisa menjadi bagian dari program ini. Saya harap, kita tetap bisa saling bercengkrama. . . . . . . #IRruniversityPrambananProject #IndoRunners #IRruniversity #IRruniversityTrainingTeams #IRruniversityPocariSweatSportScience #PocariSweatSportScience #PocariSweat #BornToSweat #MariLari (at Mandiri Jogja Marathon)
Jogja Marathon 2017. Bahagia banget bisa menyelesaikan full marathon pertama dengan baik tanpa cedera, tapi sedih juga karna gak bisa memenuhi target dari para coaches. Pengalaman yg luar biasa, banyak banget yg berjasa utk FM pertama ini, semoga kalian diberkati selalu. Masih banyak kesempatan untuk meningkatkan hasil ini, semoga kita selalu diberi kesehatan. . . . . . #IRruniversityPrambananProject #IndoRunners #IRruniversity #IRruniversityTrainingTeams #IRruniversityPocariSweatSportScience #PocariSweatSportScience #PocariSweat #BornToSweat #MariLari (at Mandiri Jogja Marathon)
Five of seven physical tests, conducted by Pocari Sweat Sport Science: Sprint fatigue, Sprint, Vertical jump, 1-minute push up, Balke VO2 Max. Others are 2-minutes sit up and sit and reach test. #prambananproject #running #sprint #physical #IRruniversityPrambananProject #IndoRunners #IRruniversity #IRruniversityTrainingTeams #IRruniversityPocariSweatSportScience #PocariSweatSportScience #PocariSweat #BornToSweat #MariLari (at Velodrome Stadium Rawamangun)
Day 4 #PrambananProject Sport Physiology. Designed to provide runners with the scientific background and technical skills necessary to evaluate performance-related characteristics of individual athletes and design sport-specific conditioning programs to optimize athletic performance. This one is 300-meters run anaerobic test, to measure anaerobic capacity. #Run #Running #Anaerobic #Sprint #IRruniversityPrambananProject #IndoRunners #IRruniversity #IRruniversityTrainingTeams #IRruniversityPocariSweatSportScience #PocariSweatSportScience #PocariSweat #BornToSweat #MariLari @mansyah_her (at Velodrome Stadium Rawamangun)
Tahun 2016 menjadi tahun pertama saya serius berlari. Walau tetap lari hore, namun ada banyak teknik dan program yang saya dapat, apalagi semenjak bergabung dengan komunitas lari, khususnya TNR dan SMTR dari Indo Runners. Berbarengan dengan lari yang semakin serius (namun hepi), mulai lah saya ikutan kegiatan lari berjamaah, mulai dari lomba lari, lari santai, sampai lari amal. Nah kali ini ogut mau ngasih review singkat lomba lari yang ogut ikutin sepanjang 2016.
Ada 9 medali yang saya dapetin selama 2016. Gak terlalu banyak, karna: 1. mulai ikutan lomba lari itu di bulan Juli, dan 2. Gak semua lomba bisa diikutin, selain karna jadwal yang bentrok, faktor dana juga berperan besar, hehehe.
8 medali saya dapetin dari lomba lari langsung di lintasan, sedangkan 1 medali lain dapet dari tantangan virtual. Review ini sifatnya subjektif, pure dari pemikiran dan pendapat saya, tanpa ada niat menjatuhkan atau meninggikan suatu event tertentu. Okeh, let’s check it out!
Keterangan penilaian:
Harga: Biaya yang saya keluarkan buat ikutan acara ini, termasuk uang pendaftaran dan ongkos transportasi.
Lari: Kegiatan saat berlomba, termasuk water station, lintasan yang steril, dan tenaga medik.
Medali: Medali penamat yang diberikan, termasuk desain dan detail.
Kaos: Kualitas kaos lari yang diberikan, baik kaos lomba maupun kaos penamat (bila ada), termasuk daya kering dan desain.
Fasilitas: Hal-hal pendukung sebelum dan setelah lari, meliputi shuttle bus, coaching clinic, door prize dan hiburan.
Penilaian menggunakan nilai 1 sampai 5, dengan nilai 5 sebagai nilai tertinggi (terbaik).
1. Milo Jakarta International 10 K, 24 Juli, Kawasan Epi-Walk
Biasa disebut Milo Jitenk, ini dia lomba lari pertama saya. Gratis, lintasan lari nya steril, dan ada fly-over sebagai tantangan lari. WS (Water Stasion) nya mencukupi, Desain kaos nya gak istimewa dan agak tipis, tapi masih oke. Door prize nya berlimpah (sayang gak dapet, haha), dan ada banyak hiburan setelah lari. Untuk review lengkap, bisa cek di sini. http://rikhoorariri.tumblr.com/post/147991683909/milo-jakarta-international-10k-2016-lomba-lari
2. Air Force Run, 10K, 4 September, Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma
Diselenggarakan oleh PARASENA 1996, yang unik dari lomba satu ini adalah, kita bisa berlari di samping pesawat2 TNI-AU yang keren keren banget itu. Lintasannya steril, adem dan sejuk. Udah gitu, tanjakannya gak curam tapi panjang, bikin geregetan, hahaha. Medalinya bagus banget, detail nya keren! Kaos nya juga nyaman dengan desain yang oke. WS nya berlimpah, dan ada hiburannya. Satu kekurangan acara ini, penunjuk jalan ke venue nya sangat minim, banyak yang gak tau posisi persis tempat acara, termasuk saya, dan akibatnya banyak yang terlambat start.
3. Capital Market Run, 10K, 25 September, The Breeze BSD
Penyelenggaraan yang ketiga (CMIIW) oleh Panin Asset Management, kali ini ada kategori 21K selain 5K dan 10K. Saya ikutan yang 10K. CMR termasuk lomba lari yang sangat aktif mempromosikan acara, ada road show ke mall-mall, ada kuis IG, dan bahkan ada coaching clinic dan talk show. Dari kegiatan2 pre-run, saya dapet 2 handuk sebagai door prize, lumayan, hehehe. Coaching clinic nya 2x (saya ikutan sekali), dan ada talk show, yang kesemuanya sungguh bermanfaat. Juga disediakan shuttle bus dari Fx, Citos dan Bekasi. Lintasan lari nya kurang menantang, tapi WS nya melimpah. Kaos nya dari merk ternama, jadi kualitas nya terpercaya, tapi warna kaos nya kurang eui. Yang paling saya kurang suka dari CMR adalah medali nya. Terlalu simpel.
4. Jakarta Marathon, HM, 23 Oktober, Kawasan Monas
Salah satu lomba lari yang paling sering dibicarakan (sekaligus dikritik). Inilah lomba setengah marathon saya pertama saya. Karena lintasan lari nya di pusat kota, udah pasti gak steril. Dapet rentetan bunyi klakson dan umpatan dari para pengendara yang jalannya ditahan oleh kami-kami ini, hahaha. Tapi WS dan medik yang ditakuti bakalan kurang (kayak JakMar2 sebelumnya) ternyata ada berlimpah ruah, thanks to many communities that supported us. Medali nya sih aku suka, detailnya bagus, ukurannya pas. Kaosnya dari merk ternama, tapi tipis banget. Kecewa sama fotografer official nya yang kurang bagus, tapi banyak banget fotografer non-official yang bikin ogut dapet banyak foto. Yang paling dahsyat sih uang pendaftarannya, 750ribu untuk HM. Untungnya dapet diskon, 50% lebih, jadi masih bisa ikutan. Review lengkap nya bisa dibaca di sini. http://rikhoorariri.tumblr.com/post/152945090069/jakarta-marathon-2016-medali-half-marathon
5. 7.1 Digital Running For Innovation, 7.1K, 30 Oktober, Plaza Barat GBK
Diselenggarakan untuk merayakan Hari Bhakti Postel, dengan tema menyambut era digital. Sayangnya satu2 nya yang digital dari acara ini adalah sistem bayar makanan yang harus pake kartu. Desain kaos nya bagus di depan tapi buruk di belakang, kebanyakan logo sponsor. Jalur lari nya hampir semuanya gak steril, dan lumayan padat di bagian JCC, untungnya para marshal bekerja dengan baik. Hiburan setelah lari lumayan banyak, dan ada door prize, tapi medali nya cukup mengecewakan, cuma tulisan 7.1 yang gede, sama sekali gak ada unsur digital era atau pun innovation nya. Untungnya biaya pendaftarannya murah, jadi gak kesel-kesel amat.
Salah satu lomba lari yang unik. Kita gak dikasih jersey lari, tapi kita lari dengan jersey tim sepakbola kesayangan kita. Dan kita dapet kaos penamat yang desain nya oke juga, walau terasa agak penuh. Karena lari nya melewati area CFD, ya wajar jalur lari nya lumayan padat. Keistimewaan SuperBall Run selain memakai jersey lari, kita berlari melewati salah satu fly-over, untuk kali ini fly-over Antasari. Tapi sayang banget, WS yang harusnya stand by di beberapa titik di fly-over, ternyata habis dengan terlalu cepat. Banyak peserta yang tidak mendapat minum sepanjang fly-over, termasuk saya, dan itu cukup fatal sih kalo kata saya.
Sebenarnya uang pendaftaran HM nya lumayan mahal, 625 ribu. Tapi untungnya saya dapat tiket gratis karena menang kuis, jadi bisa ikutan. Tapi akibatnya saya dapet ukuran kaos sisa, yaitu ukuran S untuk kaos lari dan penamat. Untungnya kaos lari nya masih muat. Kaosnya nyaman, warna nya bagus dan desainnya simpel. Antrian kaos penamat luamyan panajng, dan entah kenapa ukuran kaos penamat nya terasa lebih kecil, jadi sampe sekarang belum pernah dipake. Jalur lari nya cukup steril, tapi terlalu datar, gak ada tantangan. Medalinya juga gak istimewa, terlalu sederhana. Untungnya panitia menyediakan shuttle bus dari Fx, dan ada beberapa spot foto di lokasi acara.
Lari 2016 saya tutup dengan BRI RUN. Dan puas! Gratis, kaosnya bagus, WS nya mencukupi, dan hiburan setelah acara nya berlimpah. Ada cetak foto gratis, door prize, dan hiburan dari Gigi yang mantab! Sedikit kritik di waktu start yang molor dan desain medali yang gak terlalu istimewa.
9. Allianz Virtual Run with Team Chubby, 28 Agustus - 17 November
Ini dia tantangan virtual saya. Jadi Allianz membuat virtual challenge dengan niat mengumpulkan 50 ribu km yang nantinya akan diubah menjadi bantuan kepada kaum disabilitas. Tiap peserta yang ikut diwajibkan menulis komitmen lari selama tiga bulan, dan harus melampauinya. Saya ikutan memberi komitmen berlari 267 kilometer, dan berhasil berlari sejauh 464 km selama 3 bulan. 200 peserta yang berhasil melampaui komitmen, berhak mendapat medali, dan saya termasuk di antaranya. Tidak ada biaya pendaftaran, dan mendapatkan medali, lumayan. Medalinya sih gak terlalu keren, tapi lumayan lah, eksklusif. Satu hal yang menjadi nilai tambah, AVR bekerja sama dengan Team Chubby juga menyelanggarakan beberapa kali coaching clinic (walaupun saya gak pernah ikutan).
Dari penilaian di atas, bisa saya bilang Milo Jitenk merupakan lomba lari paling berkesan buat saya di tahun 2016. Mungkin karena itu juga lomba pertama saya, jadi ada kesan tersendiri. Dan Digital Run jadi yang paling kurang berkesan buat saya.
Okeh, itu dia, guys, review sederhana ogut. Kalo gak sependapat, maklumin aja yaak, kan namanya pendapat, hehehe.
Kalo ada kesempatan, nanti ogut juga akan me-review lari santai dan lari amal yang pernah saya ikutin.
Thursday Night Run with #Indorunners. 22 Desember 2016. TNR terakhir saya bareng IR di 2016. Terima kasih, dari bulan Mei kemaren saya dapet banyak banget ilmu dan pengetahuan tentang lari dan gaya hidup sehat. Jadi berani berlari lebih jauh, lebih cerdas, dan lebih terstruktur. Juga jadi berani ikutan lomba lari, dan jadi punya banyak kenalan baru. Semoga tahun2 berikutnya bisa menjaga dan meningkatkan konsistensi gaya hidup sehat. Jangan kapok dukung dan latih saya yaaa... #ProudIndorunners #lari #marilari #running #sharing #jangankasihkendor #pertemanansehat (at fX Sudirman)
2XU Compression Run 2016. I woke up late and started running at around 40 minutes after HM flag off. At first I felt down and wanted to DNF, but after 5 KM my spirit and moral rose again. I must finish what I've started! Finish at (unofficial) gun time 2:46:00. . . . . . . . . . . #2XU #2XUCompressionRun #2XUCompressionRun2016 #lari #marilari #running #RunningWorld #finisher (at Mall Alam Sutera)