Syukur yang hampir hilang
Manusia yang kurang bersyukur. Pernah merasa hidup kita paling terpuruk di dunia ? Pernah merasa kita bukan apa-apa ? Pernah merasa kita ga ada gunanya ? Pernah bilang mending kita mati aja ?
Aku, itu aku. Oh Allah ampuni kami yang jauh melampaui batas.
Beberapa momen yang membuatku menyerah, padahal hanya sepele. Tekanan dari beberapa orang sekitar, padahal itu karena kesalahanku sendiri. Overthinking berlebihan yang selalu dikedepankan membuatku hilang akal. Gila. Menggila. Terkhusus masa-masa mulai skripsi.
Seperti pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Aku sering merasa seperti ini. Padahal masalah selesai jika survive. Masalah selesai jika melakukan perubahan saat itu juga. Oh dasar aku.
Aku telah hilang dan jauh saat itu.
Namun Allah maha baik. Aku tetap dikelilingi dengan orang-orang baik yang membuatku tetap berdiri. Kuncinya tetap berusaha mendekat kepadaNya. Sampai bertemu titik aku telah sadar dan kembali. Meski terseok-seok, dengan bismillah tetap pada koridornya, dan mulai menikmati yang aku ingin. Walau skripsi sempat terbengkalai, uang menipis, himbauan orang tua, Bayar UKT, hmmm, overthingking banyak hal lainnya.
Ternyata Allah menyimpan banyak kejutan didalamnya. Saat mulai bangkit, aku berhasil mendapat Acc Sempro, Sebulan kemudian aku sempro. Aku, Aku bisa terbang kembali ke tanah jawa, kali ini ke Malang untuk event MTQ yang sangat aku impikan sejak maba, mungkin ini salahku, karena alasan ini aku menunggu waktu agar tak tamat dulu dan berakhir bermalas-malasan. Dan aku mendapat restu orang tuaku untuk menyelesaikan skripsi perlahan walau telah meleset target yang sudah ku janjikan. Dan lagi, tak hentinya ada rezeki dari Allah yang lebih dari cukup untuk bayar UKT semester 10. Pun masih diberi kesempatan untuk eksis di kampus tercinta menyalurkan bakatku yang tidak pernah terpakai sebelumnya di kampus.
Oo Allah, Aku sangat sangat kurang bersyukur untuk segala sisi dalam hidupku. Iman ku yang compang camping ini masih banyak diberikan begitu banyak karunia.
Syukur yang perlu dipertanyakan. Sudah Sejauh mana ?
Hadza min fadli Rabbi, Alhamdulillah bini'matihi tatimmussholihat
Mohon doanya untuk saya agar bisa terus berjuang era gempuran skripsi di tahun ke 5 sebagai mahasiswa. Kata orang sedikit lagi... Huha