Hidup Antara Pilihan dan Konsekuensi
Katanya, hidup itu pilihan. Tapi juga selalu dibarengi dengan konsekuensi atas sebuah pilihan. Kau pilih sesuatu yang banyak, namun waktu luangmu tak banyak, peluang dan tekanannya lebih banyak. Kau pilih sesuatu yang cukup, namun waktu luangmu lumayan banyak, sedangkan peluang dan tekanan tetap ada walau tak sebegitu banyak. Tak ada yang betul-betul nyaman bukan? Sebab itulah, dimana ada pilihan maka disana ada konsekuensi yang tak terhindarkan. Hadapi, syukuri dan nikmati. Sebab pilihan itu telah kau tempati. Jangan pernah ada kata menyesali, sebab waktu tak bisa kembali. Sekarang tergantung padamu sendiri, hidup dengan pilihan yang sama lagi atau berganti ke lain opsi. Yang jelas, kamu harus berhenti membandingkan diri dengan pencapaian seseorang selain dirimu sendiri. Karena garis awalmu tidaklah sama, pun dengan arenamu juga berbeda.
(Yuree, 030526)












