Kajian Bidayatul Hidayah (2) - Adab Saat di Kamar Mandi
Oleh: Ustadz As’ad Syamsul Arifin al-Hafizh
Bismillah... Tulisan ini saya sarikan dari serial kajian selama bulan Ramadhan yang saya ikuti dari Ustadz As’ad Syamsul Arifin al-Hafizh. Beliau saat ini mengasuh PP Al-Falah Muro’atuddin Riginiagung, Magetan. Beliau juga merupakan Alumni PP Hidayatul Mubtadin Lirboyo, Kediri juga PP Al-Munawir Krapyak, Yogyakarta. Sengaja saya tuliskan di tumblr ini, sebab adab sudah tentu menjadi yang terpenting dalam hidup kita ini. Banyak orang yang berilmu namun kurang beradab, bahkan para ulama’ pun menuliskan bahwasanya jauh lebih susah mempelajari adab dibandingkan dengan ilmu itu sendiri. Pun demikian dasar dari lahirnya peradaban adalah adab manusia-manusia yang ada di dalamnya. Semoga dengan memperbaiki adab, kita bisa melahirkan dan mengembalikan kejayaan islam dan kaum muslimin. Allahumma amiin.
Usai bangun tidur, sudah tentu kita biasanya menuju ke kamar mandi entah untuk buang air kecil, buang air besar, berwudhu, atau yang lainnya. Maka di sini akan saya tuliskan per poin agar mudah dibaca dan dipahami.
1. Masuk dengan mendahulukan kaki kiri. Sebab kamar mandi adalah tempat yang hina. Saat nanti keluar kamar mandi, maka dahulukan kaki kanan.
2. Tidak membawa benda apapun yang tertulis nama Allah dan RasulNya. Nah semisal ini barangkali sering terjadi kalau kita dalam perjalanan, saat di tas ada mushaf. Maka saran, sebelum masuk kamar mandi, mushaf bisa dititipkan dahulu diluar, atau dikeluarkan saja dari tas, sementara tas bisa tetap dibawa masuk agar aman.
3. Memakai tutup kepala saat di kamar mandi. Sebagaimana Imam Al-Ghazali menuliskan, diusahakan agar tidak membuka kepala kita. Bisa memakai tutup kepala apapun.
4. Memakai alas kaki.
5. Saat hendak masuk membaca doa (ini di baca sebelum masuk, berarti sebelum kaki kiri melangkah ke dalam kamar mandi)
Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dari kotoran yang najis, yang buruk dan memburukkan yaitu syetan yang terkutuk.
6. Kemudian saat hendak keluar kamar mandi, maka bacalah doa. Saat itu posisinya adalah kaki kanan sudah kita langkahkan keluar dari kamar mandi, jadi sudah diluar kamar mandi
Aku memohon apunan-Mu, segala puji bagi Allah, Dzat yang telah menghilangkan dariku apa yang menyakitkanku, dan menetapkan untukku apa yang bermanfaat bagiku. 7. Pastikan sebelum masuk ke kamar mandi, segala prasarana bisa dipersiapkan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, dst.
8. Jika melakukan kencing dan berak di tempat yang tidak ada air dan sabun (kondisi darurat, misal di tanah lapang), jangan istinjak dengan air di tempat buang hajat, dikhawatirkan kotoran akan menciprat karena terkena air.
9. Hendaknya kita benar-benar menuntaskan kencing dengan sungguh-sungguh, yaitu dengan cara bisa berdehem juga mengurut kemaluan dari bagian bawah sebanyak tiga kali menggunakan tangan kiri.
10. Jika melakukan berak atau pipis di tanah lapang; - Hendaknya memilih tempat yang jauh dari pandangan orang, atau bisa juga dengan membuat tutup jika bisa didapati. - Jangan tergesa membuka aurat sebelum benar-benar sampai pada tempat buang hajat. - Jangan menghadap matahari dan rembulan. Pun juga jangan membelakanginya. - Jangan menghadap kiblat atau membelakanginya. - Jangan buang hajat di tempat yang biasa digunakan orang untuk duduk berkumpul. - Jangan buang hajat pada air yang tidak mengalir. - Jangan buang hajat di bawah pohon yang sedang berbuah. - Jangan buang hajat di lobang yang ada pada tanah, karena khawatir ada hewan-hewan yang ada di dalam tanah. - Jangan buang hajat pada tanah yang tidak bisa menyerap air atau pada tempat yang angin berhembus di situ, agar kotoran tidak memercik ke mana-mana
11. Kaki yang dijadikan tumpuan adalah kaki kiri
12. Jangan kencing dengan berdiri, kecuali jika terpaksa
13. Istinjak yang paling utama adalah menggunakan antara batu dan air, tapi jika harus memilih salah satunya maka air adalah yang utama
14. Jika istinjak menggunakan batu, maka gunakanlah tiga batu yang suci dan bisa menyerap najis, sehingga najis tidak berpindah ke bagian tubuh yang lain. Jika belum bisa menghilangkan najis sempurna dengan tiga batu, maka hendaknya menambah jumlah batu menjadi lima, tujuh, dan seterusnya sampai najis benar-benar hilang. Yang sunnah di sini jumlah ganjilnya, yang wajib di sini adalah menghilangkan najis.
15. Menggunakan tangan kiri saat istinjak
16. Usai istinjak, membaca doa (ini dalam hati , sebab posisi masih di dalam kamar mandi)
Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari kemunafikan dan jagalah kemaluanku dari perbuatanperbuatan yang keji.
17. Usai istinjak, hendaklah tangan dibasuh dan dibersihkan sampai bersih. Atau bisa digosokkan pada tanah, kemudian dibasuh dengan air.
Insya Allah catatan selanjutnya akan membahas mengenai adab saat wudhu. Semoga bermanfaat.














