Kajian Bidayatul Hidayah (1) - Adab Saat Bangun Tidur
Oleh Ustadz As’ad Syamsul Arifin al-Hafizh
Bismillah... Tulisan ini saya sarikan dari kajian selama bulan Ramadhan dari Ustadz As’ad Syamsul Arifin al-Hafizh. Beliau saat ini mengasuh PP Al-Falah Muro’atuddin Riginiagung, Magetan. Beliau juga merupakan Alumni PP Hidayatul Mubtadin Lirboyo, Kediri juga PP Al-Munawir Krapyak, Yogyakarta. Sengaja saya tuliskan di tumblr ini, sebab adab sudah tentu menjadi yang terpenting dalam hidup kita ini. Banyak orang yang berilmu namun kurang beradab, bahkan para ulama’ pun menuliskan bahwasanya jauh lebih susah mempelajari adab dibandingkan dengan ilmu itu sendiri. Pun demikian dasar dari lahirnya peradaban adalah adab manusia-manusia yang ada di dalamnya. Semoga dengan memperbaiki adab, kita bisa melahirkan dan mengembalikan kejayaan islam dan kaum muslimin. Allahumma amiin.
Imam Al-Ghazali menuliskan dalam Kitabnya, Bidayatul Hidayah tentang adab saat kita baru bangun tidur. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepadaNya, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan maka hendaklah selalu mengingat Allah, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dimulai dari bangun tidur sampai kembali saat akan tidur lagi.
Maka saat kita terjaga, adab yang pertama adalah usahakanlah agar kita telah bangun sebelum subuh. Yang kedua adalah sesaat setelah kita bangun dari tidur, maka jangan melakukan apapun, kecuali gerakkan hati ini untuk berzikir kepada Allah SWT. Yang ketiga, membaca doa sebagaimana yang dituliskan oleh Imam Al-Ghazali:
Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami kelak akan Kembali. Kami masuk di waktu pagi. Kerajaan adalah milik Allah. Segala Keagungan dan kemuliaan juga milik Allah. Kemegahan dan segala kekuasaan hanya bagi Allah,Tuhan seluruh alam. Kami masuk di waktu pagi dalam keadaan fitrah Islam, di atas kalimat ikhlas,di atas agama Nabi kami Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, dan di atas millah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang selalu bersikap lurus lagi berserah diri. Dan sekali-kali Nabi Ibrahim itu bukanlah seorang yang musyrik. Ya Allah, karena-Mu kami bertemu pagi hari, dan karena-Mu pula kami bertemu sore hari, karena-Mu kami hidup, karena-Mu kami mati, dan kepada-Mulah kami akan Kembali. Ya Allah, kami meminta kapada-Mu supaya engkau bangunkan kami pada hari ini untuk dapat melakukan segala kebaikan dan kami berlindung kepada-Mu dari melakukan kejahatan, atau pun mengajak saudara Muslim kepada keburukan, atau seseorang melakukan keburukan kepada kami. Kami memohon kepada-Mu akan kebaikan pada hari ini dan segala kebaikan yang ada di dalamnya, dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan hari ini dan segala keburukan yang ada di dalamnya.
Hal ini tentu menjadi refleksi bagi kita. Sering ga sih, bangun tidur yang kita lakukan justru malah buka hp, whatsapp, instagram, dst. Semoga Allah senantiasa menjadi yang pertama yang kita ingat saat bangun tidur.
Usai berdoa, maka kita segera berwudhu untuk melaksanakan qiyamu lail. Nah, kemudian saat kita memakai pakaian untuk Shalat, adab yang keempat adalah niatkan berpakaian tersebut untuk menutup aurat, bukan untuk riya’ terhadap sesama makhluk.
Insya Allah tulisan selanjutnya disarikan dari kajian beliau mengenai adab masuk kamar mandi. Semoga bermanfaat.



















