Ngawang, Guardian of the Sacred Shrine by Pedro Krüger Garcia https://www.artstation.com/artwork/QrX9K8
seen from Germany
seen from Yemen
seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from St. Lucia
seen from Denmark
seen from Yemen
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from China

seen from Germany
Ngawang, Guardian of the Sacred Shrine by Pedro Krüger Garcia https://www.artstation.com/artwork/QrX9K8
fiuufiuuuu 🌊🍃 . . #blackblue #abuabu #bnw #tumblrpicture #quoteoftheday #quotes #sujiwotejo #beachy #flysohigh #ngawang #diatas #pasir #bersama #angin #senja
Silakan artikan sendiri.
Dunia ini penuh dengan rasio. Hitung-hitungan rahasia yang jika ditelusuri konon bisa menjelaskan hal apapun yang ada di muka bumi dan luar angkasa. Saya tidak pintar matematika. Ya, tentu, kalau sederhana saja seperti menghitung keliling dan luas lingkaran, saya masih bisa. Itu sudah dipelajari waktu kita kelas empat SD. Sisanya, saya percaya; namun sampai sekarang tidak juga mengerti bagaimana sebuah garis melengkung seperti rumah siput dan serentetan angka yang tidak putus-putus bisa mendatangkan segala jenis jawaban atas pertanyaan hidup manusia, sampai bisa menggantikan Tuhan bagi mereka yang merasa dirinya terlampau cerdas.
Ketika saya masih muda, seseorang pernah membisikkan saya sebuah rahasia penting di sela-sela jam pelajaran kosong:
Semua manusia hidup dengan membawa sebuah lingkaran.
Konon, pada awalnya, garis tengah lingkaran itu kecil saja, dua puluh sentimeter kira-kira. Seiring bertambahnya usia, lingkaran itu bisa bertambah besar atau malah menciut. Tidak ada yang tahu penyebabnya kecuali si pemilik sendiri. Oh, dan katanya, tidak semua lingkaran bisa terlihat. Kebanyakan baru bisa benar-benar terlihat setelah nyawa pemiliknya tercabut.
Entah mengapa saya tidak terkejut, saya merasa hal yang baru ia bisikkan itu sudah lazim. Seperti sudah saya ketahui sebelumnya. Seperti suatu topik yang biasa diperbincangkan semua orang — obrolan basa-basi ketika terjebak macet pulang kantor di dalam bis kota, ketika duduk-duduk di depan gerbang sembari menunggu bel anak-anak pulang sekolah, ketika tidak sengaja bertemu teman SMA saat belanja bulanan di supermarket.
Saya ingat, setelah tuntas bercerita, orang yang membisikkan saya rahasia tersebut lalu bertanya,
“Ngomong-ngomong, sebesar apa lingkaranmu?”
“Aku tidak tahu, kayaknya tidak banyak bertambah besar semenjak aku lahir.”
—
Minggu lalu, tetangga saya meninggal dunia. Beliau seorang ibu rumah tangga yang pada akhirnya pergi pada usia delapan puluh dua tahun. Saya tidak yakin apakah orang-orang lain, para kerabat dan tamu pelawat, bisa melihat lingkaran milik si almarhum Ibu Tetangga. Saya duduk dengan sopan di ruang tengah, hanya memperhatikan mereka menangis, bersalam-salaman, berdoa.
Ternyata, lingkaran milik Ibu Tetangga itu besar sekali. Garis tengahnya mungkin hampir dua meter! Saya menemukannya di taman yang terletak di tengah-tengah rumah keluarga tersebut. Rumah mereka berbentuk seperti gedung sekolah; taman besar dengan kolam beserta air terjun buatan, dibingkai oleh ruangan-ruangan di sekelilingnya. Tidak seperti dugaan saya, lingkaran itu terlihat biasa saja. Tidak bercahaya seperti di film-film religi — tunggu, saya baru ingat bahwa film-film dokumenter-sejarah-campur drama religi yang sudah pernah saya tonton sepertinya tidak ada yang pernah membahas perihal lingkaran-lingkaran — persetan dengan bulat-bulat tidak jelas itu, mungkin begitu kata sutradaranya.
Anyway.
Lingkaran itu tampak datar dan warnanya abu-abu, tidak cerah ataupun mengilap tertimpa sinar matahari siang. Tetes-tetes dari air terjun bohongan yang tepercik dan jatuh ke atas lingkaran itu pun terlihat langsung meyerap dan menghilang tanpa bekas. Aneh. Sambil menunggu ibu saya sendiri selesai bercengkrama dengan para tetangga lain, saya terus memandangi lingkaran si Ibu Tetangga yang masih tergeletak di tengah-tengah taman. Tidak ada yang berubah. Setelah hampir lebih dari setengah jam, saya pun kemudian menarik kesimpulan bahwa ketika seseorang meninggal, lingkarannya akan berhenti bertumbuh. Saya rasa, alasan logis lainnya juga karena lingkaran itu tidak akan muat masuk ke liang kubur manusia pada umumnya. Nanti bisa penyok, dan malah jadi berbentuk oval, dong.
Lingkaran kedua milik si Ibu Tetangga saya temukan di dekat dapur. Kali ini ukurannya lebih kecil, nampaknya sekitar tiga puluh sentimeter. Benda itu masih sama; datar dan keabu-abuan, namun melayang, berkedip-kedip seperti lampu neon hampir mati. Saya berhenti selama beberapa detik, lalu melanjutkan mencuci gelas dan piring kotor saya di bak cuci. Setelah saya selesai, lingkaran itu masih tetap di sana. Bergantung dengan ringan seperti sarang laba-laba.
Sepulangnya dari rumah Ibu Tetangga, banyak pertanyaan masih tinggal di benak saya.
Dari apa lingkaran itu terbuat? Cahaya? Asap? Api, seperti setan? Apakah benar lingkaran itu berhenti bertumbuh ketika tuannya meninggal? Saya juga tidak yakin apakah benar bahwa peran yang dijalankan di sini adalah manusia sebagai tuan dan lingkaran sebagai peliharaannya. Bisa saja terbalik, bukan? Kita jadi seperti budak dari sebuah bentuk geometris yang melayang-layang tanpa tujuan di sembarang tempat. Dan jangan-jangan, lingkaran kedua yang ada di dapur tadi juga bukan milik Ibu Tetangga. Eh, dari mana juga saya tahu bahwa lingkaran yang ada di taman pun bukan milik orang lain? Tamu-tamu yang datang tidak ada yang terlihat mempunyai lingkaran, sih. Bahkan bisa jadi lingkaran itu milik saya.
Apakah orang-orang benar-benar melihat dan membicarakannya? Apakah mereka masih membahasnya ketika tengah terjebak macet pulang kantor di dalam bis kota, ketika duduk-duduk di depan gerbang sembari menunggu bel anak-anak pulang sekolah, ketika tidak sengaja bertemu teman SMA saat belanja bulanan di supermarket?
Hanya satu hal yang membuat saya terjaga sampai pagi.
Saya takut, pada saatnya nanti, saya pergi hanya dengan sebuah titik di tengah dahi. Yang akan hilang seketika saat kulit saya basah diseka air bunga. Dan tidak ada seorang pun yang ingat, atau sekedar menyaksikan bahwa saya sungguh-sungguh memilikinya!
Kemudian jasad saya berusaha berteriak pada setiap orang yang datang dan menatap dengan pandangan aneh; saya manusia normal, sumpah! Saya juga punya lingkaran seperti semua orang lainnya!
Tapi tentu saja tidak bisa, pastinya saya sudah membisu pada saat itu.
Saya belum bisa menghapusnya dari pikiran sampai saat ini.
—
Cerita ini masih sepenuhnya fiktif, btw.
ngawang
kar ma ngag dbang bsam gtan ye shes rgya mtsho - Karma Ngawang Samten Yeshe Gyatso. He is also known as Ngaktrin Rinpoche or Samten Gyatso, the root guru of Tulku Urgyen Rinpoche [RY]
kun bzang phrin las 'gro 'dul rtsal - Kunzang Trinley Drod?l Tsal, another name for Tr?lshik Rinpoche Ngawang Ch?kyi Lodr? [RY]
klong rdol bla ma ngag dbang blo bzang - Longd?l Lama Ngawang Lozang [RY]
dkor - property/ possession; (misappropriation of same); undeserved offerings [Ngawang] [RB]
khrid chen brgyad - the 8 great transmissions (of the gelupa tradition) or {phyag chen khrid chen brgyad} the 8 great transmissions on the great seal [: 1) {bla ma sku gsum gyi khrid - teaching on guru and the three bodies of a buddha 2) {byams snying rje'i khrid} teaching on love and compassion 3) {rgyu 'bras rten 'brel gyi khrid} teaching on causality and dependent origination 4) {lnga ldan bdud rtsi thigs pa'i khrid} the drop-of- nectar-like five fold teachings on the great seal 5) {lhan cig skyes sbyor gyi khrid} teaching on simultaneous unification 6) {na' ro chos drug gi khrid} teaching on six yogas of naropa {na ro chos drug} 7) {chos brgyad mgo snyoms kyi grid} teaching on subduing the 8 worldly concerns (see {'jig rten chos brgyad} 8) {gsang spyod ldog sgom gyi khrid} teaching on the reversed method of meditation on secret mantra doctrin b) {lam rim khrid chen brgyad} the 8 great texts on the graded path {lam rim}: 1) {lam rim chen mo} the great 2) {lam rim 'bri! ng} the medium 3) {lam rim chung ngu nyams mgur} the abbreviated texts of tshong khapa 4) {lam rim gser zhun ma} refined gold by the third dalai lama, sonal gyatso (1543-1588) 5) {lam rim 'jam dpal zhal lung} the instruction from manjushri by the fifth dalai lama ngawang lobsang gyatso (1617-1682) 6) {lam rim bde lam} -he convenient path by the first panchen lama, lobsang ch?gyan (1570-1662) 7) {lam rim myar lam} the quick path by the second panchen lama, lobsang yeshe (1663-1737) 8} -lamrim legs gsung nying khu} -he essence of elegant sayings by dakpo ngawang dakpa)'gro mgon gtsang pa rgya ras kyi gdams ngagste, bla ma sku gsum gyi khrid, byams snying rje'i khrid, rgyu'bras rten 'brel gyi khrid, lnga ldan bdud rtsi thigs pa'ikhrid, lhan cig skyes sbyor gyi khrid, n' ro chos drug gikhrid, chos brgyad mgo snyoms kyi khrid, gsang spyod ldog sgomgyi khrid de brgyad do [IW]
khrid chen brgyad - A) the eight great instructions; [teachings by {'gro mgon gtsang pa rgya ras}. B) The eight great transmissions, teachings of the Gelukpa tradition. A. {phyag chen khrid chen brgyad} The eight great transmissions on the Great Seal 1) {bla ma sku gsum gyi khrid} teaching on guru and the three bodies of a Buddha. 2) {byams snying rje'i khrid} teaching on love and compassion. 3) {rgyu 'bras rten 'brel gyi khrid} teaching on causality and dependent origination. 4) {lnga ldan bdud rtsi thigs pa'i khrid} the drop of nectar-like five fold teachings on the Great Seal. 5) {lhan cig skyes sbyor gyi khrid} teaching on simultaneous and unification. 6) {nA ro chos drug gi khrid} teaching on six yogas of Naropa. {na ro chos drug}. 7) {chos brgyad mgo snyoms kyi grid} teaching on subduing the eight worldly concerns [see. {'jig rten chos brgyad}. 8) {gsang spyod ldog sgom gyi khrid} teaching on the reversed method of meditation on secret mantra doctrine. C) {lam rim ! khrid chen brgyad} The eight great texts on the graded path. {lam rim}. 1) {lam rim chen mo} The great. 2) {lam rim 'bring} The medium. 3) {lam rim chung ngu nyams mgur} The abbreviated texts of Tsong Khapa. 4) {lam rim gser zhun ma} Refined Gold by the Third Dalai Lama, S?nam Gyatso [1543-1588]. 5) {lam rim 'jam dpal zhal lung} The Instruction from Manjushri by the Fifth Dalai Lama Ngawang Lobsang Gyatso [1617-1682]. 6) {lam rim bde lam} The Convenient Path by the First Panchen Lama, Lobsang Ch?gyan [1570-1662]. 7) {lam rim myur lam} The Quick Path by the Second Panchen Lama, Lobsang yeshe [1663-1737]. 8, lam rim legs gsung nying khu} The essence of Elegant Sayings by Dakpo Ngawang Drakpa [RY]
khrid chen brgyad - the 8 great transmissions (of the gelupa tradition) or {phyag chen khrid chen brgyad} the 8 great transmissions on the great seal [: 1) {bla ma sku gsum gyi khrid - teaching on guru and the three bodies of a buddha 2) {byams snying rje'i khrid} teaching on love and compassion 3) {rgyu 'bras rten 'brel gyi khrid} teaching on causality and dependent origination 4) {lnga ldan bdud rtsi thigs pa'i khrid} the drop-of- nectar-like five fold teachings on the great seal 5) {lhan cig skyes sbyor gyi khrid} teaching on simultaneous unification 6) {na' ro chos drug gi khrid} teaching on six yogas of naropa {na ro chos drug} 7) {chos brgyad mgo snyoms kyi grid} teaching on subduing the 8 worldly concerns (see {'jig rten chos brgyad} 8) {gsang spyod ldog sgom gyi khrid} teaching on the reversed method of meditation on secret mantra doctrin b) {lam rim khrid chen brgyad} the 8 great texts on the graded path {lam rim}: 1) {lam rim chen mo} the great 2) {lam rim 'bri! ng} the medium 3) {lam rim chung ngu nyams mgur} the abbreviated texts of tshong khapa 4) {lam rim gser zhun ma} refined gold by the third dalai lama, sonal gyatso (1543-1588) 5) {lam rim 'jam dpal zhal lung} the instruction from manjushri by the fifth dalai lama ngawang lobsang gyatso (1617-1682) 6) {lam rim bde lam}-he convenient path by the first panchen lama, lobsang ch?gyan (1570-1662) 7) {lam rim myar lam} the quick path by the second panchen lama, lobsang yeshe (1663-1737) 8}-lamrim legs gsung nying khu}-he essence of elegant sayings by dakpo ngawang dakpa)'gro mgon gtsang pa rgya ras kyi gdams ngagste, bla ma sku gsum gyi khrid, byams snying rje'i khrid, rgyu'bras rten 'brel gyi khrid, lnga ldan bdud rtsi thigs pa'ikhrid, lhan cig skyes sbyor gyi khrid, n' ro chos drug gikhrid, chos brgyad mgo snyoms kyi khrid, gsang spyod ldog sgomgyi khrid de brgyad do [IW]
mkhan po ngag dbang dpal bzang - Khenpo Ngakchung / Ngawang Palsang. (1879-1941). A khenpo at Katok and a very important reviver of the scholastic lineage of expounding the Dzogchen scriptures. Considered to be incarnation of both Vimalamitra and Longchenpa. Chadral Sangye Dorje is one of his last living disciples. Wrote a commentary on {dbu ma la 'jugs pa} [RY]
ngag dbang chos kyi blo gros - born in 1924 - Tr?lshik Rinpoche, Ngawang Ch?kyi Lodr?, also known as Kunzang Trinley Drod?l Tsal (kun bzang phrin las 'dro 'dul rtsal) [RY]
ngag dbang snyan grags - Ngawang Nyendrak, the 66th throne-holder of Ganden [RY]
ngag dbang rnam rgyal - Ngawang Namgyal / - Seventeenth century Kagy? lama who became Dharma king of Bhutan [RY]
ngag dbang 'phrin las rgya mtsho - 1678-1739 - Ngawang Trinley Gyatso, Kalden Gyatso's re-embodiment [RY]
ngag dbang blo bzang rgya mtsho - 1617-1682 - fifth Dalai Lama, Ngawang Lobzang Gyatso [RY]
lcang skya ngag dbang chos ldan - 1642-1714 - first Changkya Rinpoche, Ngawang Ch?den [RY]
ching wang ngag dbang dar rgyas - Chingwang Ngawang Dargye, otherwise known as Ngakyi Wangpo [RY]
chos rgyal ngag gi dbang po - 1736-1807 - Ch?gyal Ngakyi Wangpo, Shabkar's main teacher. See Ngakyi Wangpo; Ngawang Dargye [RY]
'chi ba blu ba'i man ngag - quintessential instructions on ransoming off death, by Ngawang Drakpa [RY]
'jam dbyangs bzhad pa ngag dbang brtson 'grus - 1648-1722 - first, Jamyang Shepa, Ngawang Tsondru [RY]
de mo ngag dbang blo bzang thub bstan 'jigs med rgya mtsho - Demo Rinpoche, Ngawang Lobsang Tubten Jigmey Gyatso, regent-king of Tibet from 1811 until his death in 1819 [RY]
'brug yul - Bhutan, Shabdrung Ngawang Namgyal's land of residence [RY]
tshe smon gling pa ngag dbang 'jam dpal tshul khrims - Tsem?n Lingpa, Ngawang Jampal Ts?ltrim, regent-king who ruled from 1819 to 1844 [RY]
dza sprul ngag dbang bstan 'dzin nor bu - Dzatrul Ngawang Tendzin Norbu: 1867 [RY]
rdza sprul ngag dbang bstan 'dzin nor bu - 1867-1940 - Dzatr?l Ngawang Tendzin Norbu [RY]
zhabs drung ngag dbang rnam rgyal - 1594-1651 - Shabdrung Ngawang Namgyal, one of the two incarnations of the fourth Drukchen, contributed to unite Bhutan as a state [RY]
zhabs drung ngag dbang rnam rgyal - Shabdrung Ngawang Namgyal, 1594-1651. The other reincarnation of 'brug chen pad ma dkarpo, was born into the royal rgya family. He was the 18th Abbot of Ralung, the first 'brug pa monastery to be established in Tibet. Following the prophecy of pad ma dkar po, zhabs drung ngag dbang rnam rgyal left for western Bhutan, where the 'brug pa bka' brgyud school had already been established, and founded the Cheri Monastery in 1619 in Thimphu valley. In 1629, he founded his first fortress, Dzong Simtokha, near Thimphu. As the temporal and spiritual ruler of Bhutan, zhabs drung ngag dbang rnam rgya unified Bhutan for the first time in its history. [tsd]
A rig dge shes bya bral nga dbang bsod rnam - Arik Geshe Chadral Ngawang S?nam; founded Ganden Ch?khor Ling Monastery (dga' ldan chos 'khor gling.) [RY]