Anak muda biasanya memiliki semangat juang dan rasa keingintahuannya sangat tinggi dalam berikhtiar untuk memperbaiki dirinya. Apalagi, mempersiapkan diri dalam hal apapun untuk mengarungi sebuah pernikahan, yang di mana merupakan momen besar dalam kehidupan anak muda, baik laki-laki ataupun perempuan.
Keberhasilan menikah bagi anak muda, bermula dari sebuah perjalanan untuk menjalani visi bersama pasangan, dalam menjajaki setiap skenario dari-Nya di masa mudanya. Anak muda juga menjadi penentu cikal bakal suksesnya sebuah pernikahannya, dan termasuk berperan penting dalam pencapaian pernikahan yang sakinah. Sehingga menjadi sebuah investasi di masa tua nanti. Investasi yang dimaksud adalah langgengnya pernikahan sampai ajal menjemput mereka di dunia. Harapannya, bisa bertemu lagi di akhirat, bukan?
Namun, menjalani sebuah pernikahan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena pernikahan merupakan sebuah akad perjanjian yang telah terikrarkan dengan kuat antara suami dan istri atas nama Tuhannya. Pernikahan juga merupakan bertemunya dua insan manusia yang masing-masing memiliki ego, karakter yang unik, dan ekspektasi yang berbeda terhadap pernikahannya. Maka dari itu, perlulah pendewasaan diri dalam menyetarakan visi dan misinya. Agar harapan berjodoh di dunia dan akhirat itu, kelak akan tercapai. Amin.
Berbicara sebuah pernikahan itu, tidak melulu tentang visi misi dan harapan saja. Melainkan, banyak ilmu yang harus dipelajari sepanjang pernikahannya. Seperti, kita harus belajar berkomunikasi, cara menjalankan peran suami atau istri, mengatur keuangan, karakter suami atau istri, cara menangani rasa bosan pada pasangan, mengerti psikologi pasangan, perlu mengerti ilmu kesehatan, parenting, dan sebagainya.
Wah, banyak sekali ya, yang harus dipelajari nih, untuk anak muda dalam mengarungi pernikahannya.
Ya, tentu saja, hidup dalam pernikahan itu, memerlukan ilmu pengetahuan untuk membangun kebahagiaan, keharmonisan, dan kesejahteraan bersama seluruh anggota keluarga. Maka, belajar tidak akan pernah selesai selama berada di sepanjang pernikahan.
So, untuk kita yang anak muda, atau yang berjiwa muda (yang sudah berkeluarga dengan usia pernikahan tahunan), untuk terus bersemangat dalam berproses menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, dengan belajar ilmu-ilmu yang menunjang diri secara spiritual, konsepsional atau aturan kerumahtanggaan, material, maupun sosial.