Menurut sebagian orang, menulis merupakan kegiatan yang dapat membuang-buang waktu, berdiam diri sejenak untuk berhadapan dengan buku dan pulpen, atau jari-jemari dan layar laptop.
Hm, apa iya buang-buang waktu?
Namun, apa jadinya jika ada keinginan untuk menulis, tapi bingung untuk menuliskan apa, karena banyak ide di kepala atau merasa takut tulisannya jelek?
Keinginan menulis hanyalah sebuah niat yang masih berada di pikiran, tapi belum terealisasikan. Sepanjang kita tidak menuangkan dalam tulisan, selamanya keinginan itu tidak akan pernah terdokumentasikan.
Simpelnya, sesuatu tidak akan terwujud jika tidak melakukannya. Demikian juga, selama tidak menulis, maka hanya berhenti pada keinginan semata, bukan?
Menurut Blake Bowell dalam artikel berjudul How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017, “Your mind is the only thing stopping you from being a great writer.”
Artinya, pikiran merupakan salah satu hal yang menghentikan kamu untuk menjadi penulis hebat. So, apa jadinya jika kita berpikir bahwa, tidak bisa menulis atau tulisannya tidak bagus, bahkan tidak bisa menghasilkan karya yang berkualitas?
Ya, bisa ditebak bukan, dampak dari pikiran yang negatif itu?
Jika kita membiarkan pikiran-pikiran negatif itu bersarang, maka selama itu, akan melumpuhkan keberanian dan kreativitas. Sehingga semakin takut dan enggan menulis, bahkan untuk semangat menulis pun menghilang.
“Writing is the one thing you can consistently do to make yourself a better writer.” Blake Powell.
Menjadi penulis yang produktif, hebat, atau apapun yang diinginkan, akan terwujud dengan mendokumentasikan tulisannya. Abaikan pikiran negatif itu, dan paksalah!
Jika merasa tulisannya jelek, ya bisa diperbaiki. Jika salah menulis, ya dibenarkan. Jika tidak sesuai kaidah tata bahasa, ya mencoba untuk belajar dan menerapkannya nanti.
Namun, jika terus berkeinginan, hanya mengikuti kelas, atau membaca teori, bahkan bertanya sekalipun ke mentor menulis, tapi kita tidak pernah menulis. Ya, maka hanya menghasilkan daftar menulis yang menumpuk dan tidak terealisasikan, bukan? Hehe












