hari ketika aku menjadi puisi
maka di hari kematianku, ingatlah bahwa kamu adalah sepersekian persen dari cantiknya semesta yang sangat ingin kumiliki hingga udara pun merasa cemburu.
ingatlah bahwa aku menunggu pesanmu hingga akhirnya tertidur, terkesan egois, namun sebenarnya aku tak ingin membuatmu merasa terganggu.
ingatlah bahwa aku tak pernah berhenti tersenyum ketika kamu bertingkah seolah kamu adalah milikku, biarlah temanku mengatakan bahwa aku gadis gila.
ingatlah bahwa aku pernah berhasil menyelamatkan nyawa, di saat aku sendiri nyaris mati bunuh diri.
di hari kematianku, janganlah kamu katakan bahwa kamu mencintaiku, pendam saja, atau katakan saat ini.
di hari kematianku, bawakan edelweiss yang indah sebagai tanda kamu siap melupakanku.
maka di hari setelah kematianku,ingatlah bahwa kamu berhasil membuatseorang seniman jatuh cinta,selamat mengabadi dalam puisiku.
di hari setelah kematianku, aku akan menjadi prosa yang belum sempat dikatakan, dan naskah yang tak kunjung usai.
sayang, tertulis namamu, dan penaku akan selalu basah.
maka di hari ulang tahunku, ucapkan selamat ulang tahun bagi jiwa yang telah mati.
-ditulis oleh: nakulaut










