Stasiun kereta
Lambaian sendu sore itu,
Di pinggir rel kereta tua.
Ada langkah yang terpaksa maju,
Namun langkah lainnya harus memilih mundur.
Senyum simpul tanpa dekap,
Derai tangis tanpa isak.
Si tua harus melaju,
Konon karna waktu katanya.
Entah, tidak pernah ada yang tau.
Kapan akan kembali menemui si tua,
Hanya untuk menyamakan langkah.
Denganmu, untuk kembali pulang.













