Midnight Melody
Di suatu ruang yang temaram, Echo menatap piano kesayangannya. Rambut ikal itu terurai lembut, menambah suasana hangat pada tengah malam yang cukup dingin.
"Semoga tidak ada kesalahan", batinnya.
Hari ini, 27 April adalah ulang tahun Oz, pasangan hidup dan sematinya. Wanita itu ingin memberikan kejutan sederhana yang indah. Dengan senyum yang terpahat di wajahnya, Echo mulai menekan tuts piano, melodi "Selamat Ulang Tahun" yang ia susun dan lantunkan mengalir lembut, mengisi setiap celah ruangan. Nada-nada itu terdengar seperti bisikan cinta, setiap akor dipilih dengan penuh perasaan. Cahaya lilin berkedip seolah menari mengikuti irama.
Oz yang mendengar alunan tersebut tertegun dengan alis terangkat. Dengan langkah kakinya yang pelan, ia menuju sumber suara, dan melihat Echo sedang tenggelam dalam permainan pianonya. Ruang yang temaram kini menjadi terang, ia menyaksikan dengan jelas bagaimana mata keabuan dan jari-jari lentik wanitanya itu seakan berbicara dengan nada-nada tersebut, hingga menjadi melodi indah yang diciptakan hanya untuk dirinya. Ketika nada terakhir menggema, Echo menoleh dan tersenyum lebar pada Oz.
"Selamat ulang tahun, sayang."
Oz tersenyum. Ia mendekat dan memeluk wanitanya dari belakang.
"Kau... Selalu tahu cara membuatku merasa istimewa," bisiknya.
"Terima kasih, Elle."
Kecupan lembut mendarat di dahi sang wanita dengan kehangatan yang meresap perlahan. Echo tersenyum dan memberi kecupan balasan.
"Hei. Aku juga mencintaimu."
Semburat rona merah membelai telinga Oz. Mata merahnya menatap dalam seakan menjelaskan perasaannya, tanpa sadar semakin erat.
Ya, Oz tidak akan melepaskan pelukannya.












