The Night I Stole You Away
Musik mengalun pelan memenuhi ballroom dengan ritme yang seharusnya teratur. Langkah-langkah pasangan lain mengikuti pola yang sempurna, rapi, dan elegan.
Namun tidak dengan mereka.
Oz mengerutkan kening samar, tatapannya turun ke langkah kaki Elizabeth yang… kacau.
“Elizabeth… Ini ballroom.”
Nada suaranya tenang seperti biasa, tapi ada jeda kecil yang cukup menunjukkan bahwa dia tidak sepenuhnya nyaman.
Elizabeth hanya tersenyum.
Tangannya yang berada di bahu Oz bergeser sedikit, menarik pria itu lebih dekat dengannya.
“Aku tahu.”
Oz hendak berkata sesuatu lagi, tapi langkah berikutnya membuatnya kehilangan ritme. Bukan karena salah hitung, melainkan karena jarak di antara mereka tiba-tiba terasa… terlalu dekat.
“Tenang saja,” lanjut Elizabeth, suaranya merendah, hampir seperti rahasia yang hanya boleh didengar olehnya.
Tatapannya naik, tepat menahan mata Oz. Ia berbisik pelan,
“Anggaplah ini ruang yang aku ciptakan..."
Satu langkah lagi. Lebih dekat.
“... di antara realita dan mimpi."
Untuk sesaat, Oz terdiam.
Seolah dunia di sekitarnya benar-benar memudar tak terlihat. Ia masih mendengar lantunan musik, melihat pasangan lain berdansa, tapi seperti tidak ada yang terasa nyata selain wanita di hadapannya.
Dan anehnya… dia tidak ingin keluar dari sana.
Elizabeth tersenyum kecil, puas melihat ekspresi dari pria itu.
Lalu dengan nada selembut mungkin, Elizabeth berbisik tepat di depan wajah pria itu.
“Happy birthday, my dear.”
Langkah Oz sempat terhenti.
Hanya sesaat.
Namun cukup untuk membuat pipinya memerah tipis, reaksi yang bahkan dirinya sendiri tidak sempat ia sembunyikan.









