seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from South Africa

seen from United States

seen from Iraq

seen from Germany
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from India

seen from United States
seen from China

seen from India

seen from United States
Cuplikan Petilasan Prabu Siliwangi
Cuplikan Petilasan Prabu Siliwangi
Singawinata.com, Masyarakat yang singgah ke kota Majalengka, umumnya akan mendatangi wisata kuliner ataupun destinasi wisata alam. Ternyata selain kedua wisata tersebut, tidak ada salahnya mengunjungi jejak petilasan dari seorang Raja Padjajaran bernama Prabu Siliwangi. Tempat yang bersejarah ini memang dikeramatkan, namun tak kalah menarik untuk dikunjungi. Agar lebih mengenalnya lebih lanjut,…
View On WordPress
Pertunjukan “Drama Hutbah Munggaran di Pajajaran”, Hisdraga, Sutradara Ari Kpin Pengkhaianatan; Awal Mula Pengislaman di Pajajaran
Oleh Alan Catrani Budiman
Jagat Pentas Padepokan Sobarnas Martawijaya Garut seolah mengalami perubahan dan mengalami kemundurkan waktu ke jaman dahulu. Bersama dengan Himpunan Sastrawan Garut, pertunjukan drama “Hutbah Munggaran di Pajajran” karya Prof. Yus Rusyana yang disutradarai oleh Ari Kpin berhasil digelar dan menghidupkan kembali pertunjukan seni yang hampir mati oleh pandemi. Pertunjukan ini digelar selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 24 sampai 26 Oktober 2020 lalu. Bermodalkan kegigihan para pemain dan tim yang baik serta kesegaran ide yang mengalir dari sutradara dalam mengolah dan menampilkan drama ini, membuat drama dengan “naskah yang telah lama mati” ini terasa hidup lagi.
Banyak aspek kehidupan seolah mati kala pandemi, temasuk dunia seni dan pertunjukan. Namun, banyak cara dilakukan oleh pegiat seni untuk terus menggulirkan hiburan dan nilai kehidupan dengan berbagai cara. Seperti pada pertunjukan Drama Hutbah Munggaran ini, yang dipertunjukan atas izin dan dukungan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata kabupaten Garut. Dengan dipertunjukanya Drama ini, secara langsung bahwa pihak terkait turut menggulirkan sejarah, dongeng dan babad tentang tersebarnya agama Islam pada masa kerajaan Padjajaran yang hidup di tataran masyarakat Sunda.
Meski pun naskah yang digunakan sudah berumur cukup tua, namun cerita yang di dalamnya tidak menunjukan ketertinggalan sama sekali. Sejarah, dongeng dan babad tidak akan pernah kehilangan penggemarnya hingga kapan pun. Tidak hanya asal tulis yang menitik beratkan pada kreatifitas semata, penulis dari naskah ini juga telah mengalami perjalanan yang panjang untuk melakukan riset cerita tuturan ini di daerah Jawa Barat. Pertunjukan ini menceritakan tentang awal mula bagaimana terjadinya masyarakat Sunda memeluk agama Islam pada masa kerajaan di Pajajaran. Visualisasi yang baik serta pendalaman peran oleh para tokoh dalam pertujukan ini membuat pesan yang di sampaikan dalam naskah di terima dengan baik oleh penonton.
Jika kebanyakan masyarakat hanya mengetahui bahwa Raden Kean Santanglah yang mengislamkan kerajaan Pajajaran, maka sudah sepatutunya pertunjukan ini dibuka untuk masyarakat yang lebih luas lagi. Pasalnya, pada pertunjukan ini, diperlihatkan bahwa sesungguhnya pengislaman tersebut terjadi tidak semata-mata dilakukan dengan mudah atas Kean Santang sendiri. Selain itu, karena adanya pengkhianatan yang dilakukan dari pihak Kean Santang, Djaya Antea.
Diceritakan bahwa Djaya Antea sangat berambisi untuk menguasi Pajajaran karena dendamnya yang terdahulu. Setelah diusir oleh Pajajaran, Djaya Antea “menjelma” menjadi bagian dari pihak Kean Santang. Namun, ada hal lain yang ia tuju, tidak semata-mata hanya mengalahkan Pajajaran; lebih dari itu ia ingin menjadi paling di atas dan paling berkuasa. Hingga akhirnya, bangkai tetaplah bangkai; baunya akan tercium kemana pun walau sudah bersikeras disumbunyikan. Djaya Antea “ditelanjangi” habis oleh Kean Santang, namun dengan bijaknya Kean Santang tidak menghabisi Djaya Antea
Drama ini menampilkan banyak tanda yang tanpa disadari mengisyaratkan sesuatu yang lebih luas dari sekadar apa yang ditampilkan. Tanda-tanda tersebut dapat terlihat dari bagaimana tokoh berlaku, berbicara dan berkomunikasi dengan tokoh lain. Seperti pada adegan Kean Santang yang sudah menagkap basah keburukan Djaya Antea, namun tak kunjung menghabisinya. Hal itu dilakukan semata-mata hanya karena ia takut terbawa hawa nafsunya. Akibat sikapnya yang arif itu, prajurit Pajajaran rela masuk Islam semata-mata ingin menjadi seperti dirinya. Melihat apa yang dilakukan oleh Kean Santang, tanpa disadari ia telah merefleksikan tanda seseorang benar-benar beriman pada agama yang dipeluknya. Tidak mengedepankan ego setan yang ada di dalam dirinya. Hutbah Munggaran bermakna sebagai “khotbah pertama.” Makna tersebut dapat difilosofikan sebagai sebuah tanda lain. Dapat dilihat pada akhir pertunjukan bahwa Kean Santang menggelar khotbah pertama di Pajajaran yang menandakan bahwa ia berhasil mengislamkan kerajaan tersebut. Begitulah kurang lebihnya tanda yang mencolok dari apa yang dipertunjukan dalam drama ini.
Sayangnya, terdapat hal-hal lain yang sekiranya kurang dalam memberi kontribusi pada pertunjukan ini. Minimnya artistik panggung membuat pertunjukan terasa “mengawang”. Sebagai penonton, mungkin akan terasa dibuat bertanya-tanya bagaimana latar yang terjadi pada saat itu. Jika ditambahkan dengan artistik panggung, mungkin pertunjukan ini akan terasa lebih hidup lagi. Namun, hal tersebut memiliki pertimbangan sendiri. Kekecewan lumayan terobati dengan artistik kostum yang sangat detail dan membangun karakter setiap tokoh. Mulai dari pakaian, aksesoris yang menpel di badan mau pun senjata yang dibawa.
Selain menggabungkan sejarah lain dan dongeng, pertunjukan ini juga menghadirkan kebudayaan Sunda lain seperti didukung oleh iringan yang sangat khas bagi telinga masyarakat Sunda. Panji Triaji berhasil menghadirkan dan membangun suasana dalam pertunjukan lebih hidup lagi karena penataan musik yang luar biasa.
Selain iringan alat musik, ada juga tembang khusus yang menjadi ilustrasi pada pertunjukan ini. Secara umum, tembang merupakan syair yang diberi musik iringan dan kemudian dinyanyikan. Tembang tidak hanya sekadar nyanyian semata, tetapi bisa juga menjadi sebuah iringan pada suatu acara. Seperti pada tembang pada tembang yang dibawakan oleh JAMUGA yang berjudul “Padjajaran Sirna” yang menjadi salah satu ilustrasi musik dalam drama “Hutbah Munggaran di Padjajaran”. Tembang ini mengalun bersama alat-alat musik yang sangat kental dengan budaya Sunda. Masyarakat Sunda akan dengan mudah mengetahui makna dari lagu tersebut. Sama dengan dengan rigkasan cerita drama yang sudah ditulis pada beberapa paragraf sebelum ini, iringan tembang ini menceritakan tentang perjuangan Kean Santang yang mengislamkan Pajajaran. Tembang tersebut betul-betul mengilustrasikan benang merah dari isi cerita pada pertunjukan tersebut.
Pada akhirnya, pertunjukan dari “Hutbah Munggaran di Pajajaran” ini menghadirkan banyak aspek dan nilai yang dapat dipetik oleh siapa pun yang menontonnya. Kekurangan dan kelebihan adalah hal yang senantiasa ada, namun mengapresiasi dari hal yang ada adalah yang utama. Pertunjukan ini menjadi wahana sebagai pembelajaran dan proses penghidupan kembali pertunjukan dalam ranah seni dan budaya yang dibungkus dalam sastra di tengah-tengah pandemi.
Bandung – Makan di Abura Soba Yamatoten I Travel Blog Indonesia
The hallway at undepass #IPB Baranangsiang #underpass #bogor #pajajaran #bw #pentaxk5iis #pentax #ricohimaging #robbynovricanus #followforfollow #picoftheday #instadaily #like4like #instagram #photooftheday #instagood #igers #instagramers #photography #indonesia #indonesianrepost #indonesiabagus #pesonaindonesia #manaindonesiamu #instanusantara #pentaxindonesia #visitindonesia #natgeoindonesia #instasunda https://www.instagram.com/p/BruxVv1FUiQ/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=m7q7ds8rs7e4
Chit chat while waiting #bogor #pajajaran #bw #portrait #pentaxk5iis #pentax #ricohimaging #robbynovricanus #followforfollow #picoftheday #instadaily #like4like #instagram #photooftheday #instagood #igers #instagramers #photography #indonesia #indonesianrepost #indonesiabagus #pesonaindonesia #manaindonesiamu #instanusantara #pentaxindonesia #visitindonesia #natgeoindonesia #instasunda https://www.instagram.com/p/BruF9pDFv4f/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1xb724pcs27bv
#pilkadaserentak #deddymizwar #dedimulyadi #deddydedi #dm4jabar #jabar4all #pilihankita #bekerjauntukmelayani #kampanye #silaturahmi #pilkada #pilgub #cagub #jawabarat #jabar #jabarmaju #jabarsejahtera #Salam4Jari #JEDERisMe #LaskarNagaBonar #BARIKADE #SKD #WKD #MADRID #PemudaDesa #hamzahkrajaba #pamudasundayana #reksacommunication #cirebon #indramayu #wonggrage #wongindramayu #wongdermayu #subang #urangsubangasli #urangsubang #subangkeren #subangjaya #subangemas #subangbestari #pabuaran #cipeundeuy #purwakarta #purwakartaistimewa #purwakartaokey #cikampek #klari #karawang #cilamaya #patokbeusi #tambun #bekasibanget #bekasi #betawibekasi #bekasiasli #betawiasli #jabodetabek #betawijabodetabek #depok #depokasli #depokpisan #depoksekali #depokasyik #bogor #aslibogor #urangbogor #pakuanbogor #pajajaran #urangsunda #sukabumi #urangsukabumi #sukabumifacebook #cianjur #cianjurjago #cianjurkidul #cianjurselatan #sukabumiselatan #kabupatenbandungbarat #bandungbarat #soreang #ciwidey #gununghalu #kotabandung #kabupatennbandung #bandung #bandungjuara #bandungkeren #sumedang #sumedanglarang #urangsumedang #majalengka #urangmajalengka #kuningan #urangkuningan #ciamis #kabupatenciamis #ciamismantap #banjar #kotabanjar #urangbanjar #pangandaran #kabupatenpangandaran #urangpangandaran #tasikmalaya #tasik #kotatatsik #kabupatentasik #urangtasik #tasikasyik #garut #kabupatengarut #uranggarut #asgar #asligarut #japati
#pilkadaserentak #deddymizwar #dedimulyadi #deddydedi #dm4jabar #jabar4all #pilihankita #bekerjauntukmelayani #kampanye #silaturahmi #pilkada #pilgub #cagub #jawabarat #jabar #jabarmaju #jabarsejahtera #Salam4Jari #JEDERisMe #LaskarNagaBonar #BARIKADE #SKD #WKD #MADRID #PemudaDesa #hamzahkrajaba #pamudasundayana #reksacommunication #cirebon #indramayu #wonggrage #wongindramayu #wongdermayu #subang #urangsubangasli #urangsubang #subangkeren #subangjaya #subangemas #subangbestari #pabuaran #cipeundeuy #purwakarta #purwakartaistimewa #purwakartaokey #cikampek #klari #karawang #cilamaya #patokbeusi #tambun #bekasibanget #bekasi #betawibekasi #bekasiasli #betawiasli #jabodetabek #betawijabodetabek #depok #depokasli #depokpisan #depoksekali #depokasyik #bogor #aslibogor #urangbogor #pakuanbogor #pajajaran #urangsunda #sukabumi #urangsukabumi #sukabumifacebook #cianjur #cianjurjago #cianjurkidul #cianjurselatan #sukabumiselatan #kabupatenbandungbarat #bandungbarat #soreang #ciwidey #gununghalu #kotabandung #kabupatennbandung #bandung #bandungjuara #bandungkeren #sumedang #sumedanglarang #urangsumedang #majalengka #urangmajalengka #kuningan #urangkuningan #ciamis #kabupatenciamis #ciamismantap #banjar #kotabanjar #urangbanjar #pangandaran #kabupatenpangandaran #urangpangandaran #tasikmalaya #tasik #kotatatsik #kabupatentasik #urangtasik #tasikasyik #garut #kabupatengarut #uranggarut #asgar #asligarut #japati