Ada sedikit cerita kenangan-kenangan pohon yang telah rontok daunnya itu, sebelum datanganya gempa dan tsunami yang melululantakan Kota Palu.
Ceritanya akan dimulai bagaimana manfaat pohon itu ketika dedaunnan masih sangat rimbun dan lebat, tempat dimana masyarakat kota palu bermain dan bergembira bersama semua keluarga, teman dan sanak sodaranya. tempat dimana anak-anak bermain teratawa sangat lepas sampai ia lupa bahwa hari telah sore. bukan hanya tempat orang bergembira dan bersenang disana, akan tetapi juga mereka yang sedih dan ingin sendiri disana, hanya sekedar menenangkan otak dan hati mereka dari penaknya aktivitas dan masalah lain dari mereka munkin saja juga masalah “CINTA”. saya pun kurang paham dengan itu..
Tempat itu memiliki filosofi tersendiri dari masing-masing masyarakat Kota Palu, begitupun denganku. banyak kisah yang telah menyatu dengan pohon itu, ditempat itu kita akan merasakan dan melihat bahwa kedamaian masih sangat kendal di kota kami, dimana tolerasi dijunjung tinggi. hingga kita bisa melihat masyarakat kota palu bercengkeramah satu sama lainnya, tak ada Ras, Budaya, Agama yang dapat membedakan kita. semua bersatu membangun dan menjaga Kota Palu lebih baik.
Kini pohon itu telah rusak tak ada lagi daun tempat kita bertedu dan bermain, hilang diterjang ombak tsunami. akan tetapi walaupun pohon itu tak lagi rimbun dan lebat daunnya, dia masih berdiri dengan tegak dan kokoh. aku merasakan ia ingin berkata “walaupun hantaman ombak yang deras dan kuat telah menimpahku, aku tidak boleh rapuh apalagi menyerah dengan keadaan, tetap bersyukur tehadap apa yang diberikan Tuhan kepadaku”. aku hanya merasakan itu melalui gambar yang aku ambil, semoga kita selalu bersyukur akan apa yang telah dapatkan sekarang.