Tiba-tiba saya ingat bandung, saya rindu suasananya, saya rindu udaranya, saya rindu semua tentang bandung. Bandung bagi saya adalah tempat persembunyian terbaik untuk mengasingkan dan memperbaiki diri.
Saya rindu bandung, saya rindu rasanya berjalan di sepanjang teras cihampelas, cuci mata di ciwalk, syahdunya kampus itb, makan seblak di unpas, beli batagor riri, makan mie kocok dengan kikil yang banyak, minum susu greentea, berjalan sore-sore di sepanjang braga dan asia afrika, olahraga di lapangan gazibu, melewati kemacetan jembatan pasteur dan melihat warna-warni antapani “antara cinta tapi teu wani” haha, ngopi di the panas dalam, braga city walk, makan nasi bancakan, bandung trade center, alun-alun kota bandung, sholat di masjid jami’, dago pakar, lembang, ciwidey, cikole, naik ontang-anting, pengalengan, jalan-jalan di pasar baru, tawar menawar di factory outlet, belanja basreng dan coklat, foto-foto di gedung sate dan terowongan nol kilometer.
Saya rindu bandung, saya ingin pergi ke buah batu, makan seafood, pergi ke china town, saya ingin tau luasnya kota baru parahyangan dan kabupaten bandung.
Bandung adalah pelipur lara ketika hati lelah dan butuh pelukan
Bandung adalah rumah singgah terbaik ketika tak pernah sampai raga
Bandung adalah kisah klasik yang selalu punya tempat sendiri untuk meneduhkan diri
Bandung adalah tempat terbaik dimana cerita dan cinta saya di abadikan
Bandung ada pada kisah yang tidak akan pernah selesai
Bandung adalah kerinduan dan candu bagi penikmatnya
Bandung adalah salah satu kota dimana saya ingin tinggal, menua, dan menetap
Bandung adalah serangkaian cita-cita yang sampai saat ini sedang di usahakan
Saya ingin punya tulisan yang ditulis di Bandung
Tolong bawa saya ke bandung
@rindalolita | Jakarta, 15 Juli 2019