Finding the Best Partner Life for Us
Menemukan pasangan hidup yang tepat bukanlah suatu perkara mudah. Ada kalanya kita harus jatuh kemudian bangun kemudian jatuh lagi kemudian bangun, terus saja begitu, yah sulit memang jika tidak melibatkan Allah. Manusia memang dilahirkan dengan hawa nafsu, alamiyah sekali ketika timbul perasaan terhadap lawan jenis. Aku pun begitu. Punya teman lawan jenis yang perhatian, langsung baper *bawa perasaan*. Padahal belum tentu intention dia adalah mendekati, bisa jadi hanya sebatas berperilaku baik. Iya kan?
Mayoritas dari kita pastinya ingin menemukan pasangan hidup yang lebih baik, lebih pintar, lebih rajin, lebih lebih dan lebih. Sampai lupa berkaca apakah diri kita layak mendapatkan sosok yang diinginkan itu? Atau bahkan yang punya pasangan sibuk mengurusi pasangannya harus ini harus itu, sampai lupa membenahi diri sendiri. Pada dasarnya manusia memang lebih mudah melihat orang lain daripada melihat kepada dirinya sendiri. Coba deh, kapan terakhir kita ngobrol dengan diri kita sendiri? Kapan terakhir kita tanya seperti ini kepada diri sendiri
“ hey, bagaimana perasaan kamu hari ini? Bagaimana proses perkembangan hidup kamu? Apa saja yang kamu hadapi dan apa yang harus kamu perbaiki? “
Wajar sih kita terlalu merhatiin orang lain, toh setiap bangun tidur sampai tidur lagi pun frekuensi melihat orang lain pastinya lebih banyak dibandingkan melihat diri sendiri ( dalam hal ini mungkin bisa dengan menatap pada kaca). Tapi bukan berarti kewajaran itu adalah suatu hal yang baik. Adanya wajar tersebut karena berlandasakan sebuah dukungan fakta, faktanya memang benar kita terlalu sering melihat orang lain dibanding diri sendiri. Tapi bukanlah merupakan kondisi sebab-akibat antara sering melihat menjadi sering memperhatikan atau memedulikan.
Back to finding the best partner for life, keinginan untuk mendapatkan yang lebih lebih dan lebih dari kita pasti dimiliki hampir semua orang. Itu boleh banget kok, minta aja sama Allah sembari kita pun berusaha untuk membenahi diri untuk bisa layak mendapatkannya. Bisa gak kalau kita cuma minta aja sama Allah tanpa merhatiin diri sendiri? Ya nggak, ingat ayat Allah “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra'd Ayat 11)”. Gimana kalau kebalikannya, bisa gak kita membenahi diri tanpa minta sama Allah? Ya nggak bisa juga, semua yang ada di alam semesta ini milik Allah jadi tanpa kehendak-Nya mustahil terjadi.
Jadi kunci untuk mendapatkan partner hidup yang tepat adalah minta sama Allah dan membenahi diri menjadi lebih baik tiap harinya. Dua hal ini yang insyaAllah masih akan aku lakukan sampai akhirnya bermuara pada orang yang tepat, yang memiliki visi hidup selaras denganku tentunya. Kegagalan yang paling ditakuti bukanlah kegagalan atas kecepatan dalam penemuan tapi ketepatan pada hasil penemuan. So, it’s better to not comparing at others.
Sungguh sebuah tamparan keras bagi aku ketika aku menulis tulisan ini. Banyak orang yang berpikir bahwa seseorang yang menulis untuk sekedar berbagi wawasan kepada orang lain pasti lebih baik atau sudah baik, belum tentu. Bahkan bisa jadi aku lebih buruk, hanya saja Allah menutupi semua aibku, dan hal tersebutlah yang sangat patut disyukuri.












