Peace Dove Badges 🕊️ ☮️
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Albania

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Malaysia

seen from United States
seen from France
seen from Ireland
seen from United States
seen from Germany

seen from Italy

seen from Hong Kong SAR China

seen from Egypt
seen from United States
seen from United States
seen from Yemen

seen from United States
seen from United States

seen from United States
Peace Dove Badges 🕊️ ☮️
Join Us Today for "The World Wants Peace: Protests Against Russia’s Unjust War in Ukraine (Ureign), Part 4 of a Multi-part Series"
Let's Stand Against War, Advocate for Peace, and Foster Kindness. 🕊️🌍 Choose a Path of Compassion – Embrace Veganism, Champion Peace, and Spread Goodness.
We must act and say no, no, no to war. Be vegan, make peace, do good deeds!
Russia, JUST GO HOME! 🕊️🏠 #NoMoreWar
🌿 Be Vegan, Make Peace 🕊 Do Good Deeds 💗
SupremeMasterTV.com
John Mellencamp - Peaceful World
"Better get Hip to what #MartinLutherKing had to say...#Hatred to each other is Not Okay!"
#JohnMellencamp #WakeUp
#innerPeace #warmHeartedness #peace #peacefulWorld #mindfulness #meditation #zenwords #dalaiLama I’m convinced that today’s young people can achieve a more peaceful world if they cultivate warm-heartedness and inner peace. — Dalaï Lama
A Buddhist Reflection on World Peace in Times of War by Prof. Dr. Dr. (H.C.) Benedicta Neysa Nathania Vieira de Mello, FRS, FRGS
Di tengah dunia yang sering dipenuhi kabar peperangan, kehancuran, dan penderitaan manusia, ajaran Buddhis mengajak kita berhenti sejenak untuk merenung. Perang bukan hanya tentang senjata dan medan tempur; perang adalah cerminan dari batin manusia yang diliputi kebencian, ketakutan, dan keserakahan. Ketika pikiran manusia dikuasai oleh tiga racun batin tersebut—lobha (keserakahan), dosa (kebencian), dan moha (kegelapan batin)—maka konflik menjadi sesuatu yang hampir tak terhindarkan. ☸️
Dalam perspektif Buddhisme, perdamaian sejati tidak dimulai dari perjanjian politik atau kemenangan militer, tetapi dari hati manusia itu sendiri. Jika hati manusia penuh dengan kebencian, maka bahkan setelah perang berhenti, benih konflik akan tetap hidup. Namun jika hati dipenuhi welas asih (karuna) dan cinta kasih universal (metta), maka perdamaian dapat tumbuh secara alami.
Buddhisme mengajarkan bahwa semua makhluk hidup memiliki keinginan yang sama: ingin hidup bahagia dan bebas dari penderitaan. Seorang ibu di negara yang sedang berperang memiliki harapan yang sama dengan seorang ibu di negara yang damai—ia ingin anaknya selamat, sehat, dan memiliki masa depan. Ketika kita benar-benar menyadari kesamaan ini, batas-batas negara, ideologi, dan agama mulai terasa lebih kecil dibandingkan kemanusiaan kita yang sama.
Renungan ini membawa kita pada satu pilihan moral yang penting: apakah kita memilih memperpanjang lingkaran kekerasan, ataukah kita memilih jalan damai? Saya memilih damai. Bukan karena damai adalah jalan yang mudah, tetapi justru karena damai membutuhkan keberanian yang lebih besar. Membalas kebencian dengan kebencian adalah reaksi yang mudah, tetapi membalas kebencian dengan kebijaksanaan dan welas asih adalah latihan spiritual yang mendalam.
Dalam Dhamma, terdapat sebuah prinsip yang sangat terkenal: kebencian tidak pernah berakhir dengan kebencian. Kebencian hanya dapat berakhir dengan cinta kasih. Ini adalah hukum moral yang sederhana namun sangat mendalam. Jika manusia terus membalas luka dengan luka, maka dunia akan selalu terperangkap dalam siklus penderitaan tanpa akhir.
Meditasi dalam tradisi Buddhis sering mengajarkan praktik metta bhavana, yaitu mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk. Kita tidak hanya mendoakan kebahagiaan bagi orang yang kita cintai, tetapi juga bagi orang yang tidak kita kenal, bahkan bagi mereka yang mungkin kita anggap sebagai musuh. Praktik ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia pada dasarnya adalah makhluk yang sedang mencari kebahagiaan, meskipun terkadang mereka tersesat dalam cara mencarinya.
Di tengah perang yang masih terjadi di berbagai belahan dunia, renungan Buddhis mengajak kita untuk menjadi pembawa kedamaian dalam lingkup yang kita miliki. Perdamaian dunia tidak selalu dimulai dari panggung diplomasi internasional; sering kali ia dimulai dari tindakan kecil—kata-kata yang lembut, pikiran yang penuh pengertian, dan sikap yang menolak kebencian.
Ketika satu hati memilih kedamaian, dunia belum tentu langsung berubah. Namun ketika banyak hati memilih kedamaian, arah sejarah dapat perlahan berubah. 🕊️
Karena itu, di tengah dunia yang gaduh oleh konflik, saya memilih untuk berdiri di sisi kedamaian. Saya memilih untuk percaya bahwa welas asih lebih kuat daripada kekerasan, dan bahwa kebijaksanaan lebih tahan lama daripada amarah. Dengan menumbuhkan kedamaian dalam diri sendiri, kita turut menanam benih perdamaian bagi dunia. 🌏✨
----
In a world often filled with news of war, destruction, and human suffering, Buddhist teachings invite us to pause and reflect. War is not only about weapons and battlefields; it is also a reflection of the human mind when it is filled with hatred, fear, and greed. In Buddhist philosophy, conflict arises when the mind is dominated by the three poisons: lobha (greed), dosa (hatred), and moha (delusion). When these forces control human behavior, violence and war easily emerge. ☸️
From a Buddhist perspective, true peace does not begin with political treaties or military victories. Instead, it begins within the human heart. If the human mind remains filled with resentment and anger, even when wars end, the seeds of future conflict will still exist. However, if the heart is cultivated with compassion (karuna) and loving-kindness (metta), peace can grow naturally and sustainably.
Buddhism teaches that all beings share the same fundamental wish: to be happy and free from suffering. A mother living in a war-torn country hopes for the same things as a mother living in a peaceful land—she wants her child to be safe, healthy, and able to live a meaningful life. When we truly understand this shared humanity, the boundaries of nationality, ideology, and religion begin to feel smaller than our common human experience.
This reflection leads us to an important moral choice: do we continue the cycle of violence, or do we choose the path of peace? I choose peace. Not because peace is the easier path, but because it requires greater courage. Responding to hatred with hatred is a natural reaction, yet responding to hatred with wisdom and compassion is a profound spiritual practice.
In Buddhist teachings, there is a timeless principle: hatred is never ended by hatred. Hatred can only be ended by love and compassion. This moral insight is simple, yet deeply powerful. If humanity continues to answer injury with revenge, the world will remain trapped in an endless cycle of suffering.
Meditation practices in Buddhism often emphasize metta bhavana, the cultivation of loving-kindness toward all beings. In this practice, we do not only wish happiness for those we love. We also extend our goodwill to strangers and even to those we may consider enemies. This practice reminds us that every person is ultimately searching for happiness, even if they sometimes lose their way in how they pursue it.
In a time when wars still occur in many parts of the world, Buddhist reflection encourages us to become agents of peace in whatever sphere we inhabit. World peace does not always begin on the stage of international diplomacy. Often, it begins with small actions—gentle words, understanding thoughts, and a deliberate refusal to nurture hatred.
When one heart chooses peace, the world may not change immediately. But when many hearts choose peace, the direction of history can slowly shift. 🕊️
Therefore, in a world filled with conflict and division, I choose to stand on the side of peace. I choose to believe that compassion is stronger than violence and that wisdom endures longer than anger. By cultivating peace within ourselves, we also plant the seeds of peace for the entire world. 🌏✨
Guys i'm here if yall are insicure about your weight,looks and stuff. I'm your threrapist, no matter what, i'm here to help you feel okay and be safe. Some ppl may say bad stuff, but try to comfort them, even thought uou can't, we can do it togheter to make this evil person's life into a better one, we are pefect for everyone. Glisten is perfect, Dandy is perfect, everyone is pefect. I'm here to spread happiness to souls.
Prioritize Others
View On WordPress